Sampah di TPA Untuk Dikelola Bukan Untuk Dibakar dan TPA Bukan Tempat Untuk Membuang Bangkai Hewan Ternak

Iklan Semua Halaman

Dibutuhkan Kontributor Berita Global Dot Net di Wilayah Indonesia - Ingin Gabung Kontak WA 081226637986

Sampah di TPA Untuk Dikelola Bukan Untuk Dibakar dan TPA Bukan Tempat Untuk Membuang Bangkai Hewan Ternak

Friday, August 31, 2018
Lokasi pembakaran sampah di dalam area TPA Ngronggo, Kota Salatiga, Kamis (30/08/2018). (Foto: Choerul)

Salatiga, beritaglobal.net – Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ngronggo di Kota Salatiga, adalah tempat penampungan bagi seluruh sampah yang telah ditampung oleh setiap warga masyarakat dan tempat penampungan sementara (TPS) di seluruh wilayah Kota Salatiga. Sebagai tempat pemrosesan akhir, TPA Ngronggo sering justru disalah artikan oleh warga masyarkat sebagai tempat pembuangan akhir sampah.

Berdasar pada pantuan beritaglobal.net, telah sering terjadi pembakaran sampah di lokasi pengelolaan akhir sampah, TPA Ngronggo.  Hal ini dibenarkan pula oleh beberapa orang pemulung sampah di dalam area TPA Ngronggo, yang sudah sehari – hari memilah sampah – sampah yang masih bisa dijual untuk proses daur ulang dari seluruh wilayah Kota Salatiga.

Kepada beritaglobal.net, Deka, warga disekitar TPA Ngronggo, Kamis (30/08/2018), memberikan informasi bahwa pembakaran sampah sering dilakukan pada area pengelolaan, dan asap dari pembakaran sampah tersebut sangat mengganggu aktifitas para pemulung sampah dan dapat menimbulkan potensi kebakaran yang lebih besar.

“Ini (asap), membuat nafas sesak, dan sangat mengganggu aktifitas kami dalam melakukan pemilahan sampah disini, dan pembakaran ini tidak tahu siapa tadi yang menyulut serta sudah sering dilakukan,” ucap Deka kepada beritaglobal.net sembari memilah sampah plastic yang masih bisa didaur ulang dan dijual ke pengepul sampah.

Senada dengan Deka, Sutri yang juga berprofesi sebagai pemulung juga memberikan keterangan bahwa pembakaran sering dilakukan di area TPA dan bahkan beberapa waktu lalu ada pembuangan beberapa karung bangkai ayam di lokasi TPA Ngronggo.

Sutri menunjukkan area pembuangan bangkai ayam di dalam area TPA Ngronggo

Terkait pembuangan bangkai ayam ke TPA, seorang pekerja pengelolaan sampah berinisial W, membenarkan terkait adanya bangkai ayam yang dibuang di area TPA, dan pada saat memberikan informasi kepada beritaglobal.net, bangkai – bangkai ayam tersebut telah ditimbun dengan tumpukan sampah di bagian tengah lokasi TPA Ngronggo.

“Ada di tengah Mas, untuk bangkai ayamnya, dan sekarang sudah ditimbun dengan sampah lain, kami tidak tahu asalnya dari mana karena sewaktu kami kerja sudah ada beberapa karung bangkai ayam itu,” terang W yang di kuatkan oleh rekannya sebagai operator alat berat, S.

Saat dikonfirmasi terpisah beritaglobal.net, terkait pembakaran sampah dan pembuangan bangkai ayam di lokasi TPA Ngronggo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan (DLHK) Kota Salatiga, Drs. Prasetyo Ichtiarto menyampaikan bahwa pembakaran sampah dan pembuangan bangkai hewan di lokasi TPA tidak diperbolehkan.

“Pembakaran sampah dan pembuangan bangkai hewan di lokasi TPA tidak diperbolehkan, jika pelaku dapat teridentifikasi bisa dilaporkan ke DLH,” kata Kepala DLHK Kota Salatiga Drs. Prasetyo Ichtiarto.

Lebih lanjut, Drs. Prasetyo Ichtiarto menghimbau agar masyarakat dan para pekerja di area TPA dapat menyadari bahwa TPA adalah sebagai tempat pemrosesan akhir sampah, untuk dikelola, bukan dibakar dan untuk bangkai hewan ternak dalam jumlah besar, seyogiyanya di bakar atau dikubur terkait potensi penyebaran penyakit seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2014 tentang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Hewan bagian ketujuh Pemusnahan Bangkai Hewan pasal 63 ayat 1 (satu) hingga ayat 4 (empat).

“Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2014 tentang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Hewan bagian ketujuh Pemusnahan Bangkai Hewan pasal 63 ayat 1 (satu) hingga ayat 4 (empat), telah mengatur mekanisme pemusnahan bangkai hewan,” tegas Drs. Prasetyo Ichtiarto.

Sementara itu, Ketua Devisi Pemberdayaan Lingkungan Hidup Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen Sidak, Fera Marita, menyampaikan bahwa pembuangan sampah di wilayah Kota Salatiga telah diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga yang disahkan oleh Walikota Salatiga, selain itu untuk menjaga kebersihan dan kesehatan masyarakat, telah tertuang dalam Lembaran Daerah Kota Salatiga Nomor 1 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kebersihan, Kesehatan dan Ketertiban Umum.

“Sebenarnya Pemerintah Kota Salatiga telah, mengatur terkait pengelolaan sampah rumah tangga dalam Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga yang disahkan oleh Walikota Salatiga, selain itu untuk menjaga kebersihan dan kesehatan masyarakat, telah tertuang dalam Lembaran Daerah Kota Salatiga Nomor 1 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kebersihan, Kesehatan dan Ketertiban Umum,” tutur Fera kepada beritaglobal.net. (Choerul)