Ribuan Peserta Dari Unsur TNI, Polri, Pelajar dan Pramuka Dalam Acara Pemecahan Rekor Tari Gemu Famire di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman Ambarawa

Iklan Semua Halaman

Dibutuhkan Kontributor Berita Global Dot Net di Wilayah Indonesia - Ingin Gabung Kontak WA 081226637986

Ribuan Peserta Dari Unsur TNI, Polri, Pelajar dan Pramuka Dalam Acara Pemecahan Rekor Tari Gemu Famire di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman Ambarawa

Tuesday, September 4, 2018
Ribuan peserta pemecahan rekor muri tari Gemu Famire dari unsur TNI, Polri, Dharma Pertiwi, FKPPI, PPM dan Pelajar/Pramuka kompak dalam tarian Gemu Famire di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam rangka HUT ke 73 TNI dan HUT ke 68 Kodam IV/Diponegoro. (Foto: Pendim 0714/Salatiga)

Ungaran, beritaglobal.net - Pemecahan rekor Muri Tari Gemu Famire secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka memperingati HUT TNI ke 73 dan HUT Kodam lV/Dip ke 68 Tahun 2018, berlangsung pada hari Selasa (04/09/2018). Bertempat di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Jalan Pemuda  Ambarawa, Kabupaten Semarang, kegiatan pemecahan Rekor Muri Tari Gemu Famire secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka memperingati HUT TNI ke 73 dan HUT Kodam lV/Diponegoro ke 68 tahun 2018, diikuti oleh ribuan personel TNI/Polri, dan pelajar, di wilayah Korem 073/Makutarama.

Disampaikan oleh penerangan Kodim 0714/Salatiga, Serma W Yudha kepada beritaglobal.net, Selasa (04/09/2019), bahwa dalam dalam kegiatan pemecahan rekor muri tersebut hadir Kasrem 073/Mkt Letkol Inf Hari Santoso, seluruh Dandim Jajaran Korem 073/Mkt, para Kasi Korem 073/Mkt, Dan Sat Dis Jan wil Rem 073/Mkt, Kapolres Semarang AKBP Agus Nugroho.

"Acara Tari Gemu Famire ini di laksanakan serentak di seluruh Kodam se Indonesia untuk memecahkan rekor muri dan dalam rangka memperingati HUT TNI ke 73 dan HUT Kodam IV/Diponegoro ke 68 tahun 2018, dengan diikuti oleh ribuan peserta dari unsur TNI, Polri, dan Pelajar di wilayah Korem 073/Makutarama,” ungkap Serma W. Yudha.

Disampaikan lebih lanjut oleh Serma Yudha, dalam sambutan tertulis Pangdam IV/Diponegoro yang di bacakan oleh Kasrem 073/Makutarama bahwa, “Pemecahan rekor Muri Tari Gemu Famire hari ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Kotama TNI baik TNI AD, TNI AL maupun TNI AU yang berada di seluruh Indonesia dengan total jumlah peserta sebanyak 305.000 orang. Adapun jumlah peserta Tari Gemu Famire yang ikut berpartisipasi di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak total 24.000 orang, dengan perincian wilayah Garnisun Semarang  8.000 orang, wilayah Korem 071/WK 3.500 orang, Korem 072/PMK 6.000 orang, wilayah Korem 074/WRT 3.500 orang, Korem 073/MKT 3.000 orang dan dari unsur TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, PNS TNI, Dharma Pertiwi, FKPPI, PPM serta Pelajar/Pramuka,” ungkap Serma Yudha menyampaikan pembukaan sambutan tertulis Pangdam IV/Diponegoro yang dibacakan oleh Kasrem 073/Mkt Letkol Inf Hari Santoso.

Disampaikan lebih lanjut oleh Serma Yudha dalam sambutan tertulis Pangdam IV/Diponegoro yang dibacakan oleh Kasrem 073/Makutarama, “Saya berharap semoga kegiatan yang sangat bermanfaat ini dapat menggugah dan membangkitkan semangat seluruh komponen masyarakat Indonesia untuk mencintai dan melestarikan budaya asli Indonesia, dan perlu saya sampaikan bahwa Lagu Gemu Famire merupakan salah satu lagu daerah Indonesia yang berasal dari daerah Maumere, Nusa Tenggara Timur, dan lagu ini diciptakan oleh Frans Comelis Dian Bunda atau yang lebih akrab disapa Nyong Franco, seorang seniman asli asal Sikka Maumere, Tarian Gemu Famire yang sederhana,merepresentasikan kesederhanaan dan kebahagiaan yang bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,siapapun dan dari suku manapun.  Tarian ini sudah sangat dikenal dan familiar, tidak saja di kalangan masyarakat NTT tetapi sudah memasyarakat di seluruh Indonesia, hasil karya kearifan lokal ini, telah menjadi suatu kebanggaan dan ikon yang perlu untuk dijaga serta dilestarikan eksistensinya,” imbuh Serma Yudha kepada beritaglobal.net.

Salah Satu Pengejawantahan Kemanunggalan TNI Dengan Rakyat

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kasrem 073/Mkt, Pangdam IV/Diponegoro menjelaskan bahwa, “Tarian dan lagu Gemu Famire merupakan bagian pengejawantahan nilai - nilai Pancasila yang sesungguhnya dimana setiap apapun yang dihasilkan oleh bangsa ini adalah milk bangsa yang bisa dinikmati secara dan kesatuan yang melekat dan menjadi langkah kita dalam merjalan kehidupan berbangsa dan bernegara bersama dan adapun maksud diselenggarakannya kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan yang di ejewantahkan sebagai kemanunggalan TNI dengan rakyat, menggugah semangat perjuangan dalam mengisi pembangunan yang sekaligus untuk mengembangkan dan melestarikan kearifan budaya lokal. Karena Budaya bagi suatu bangsa adalah merupakan suatu identitas, ciri khas dan simbol kebanggaan sekaligus sebagai bentuk karakter suatu bangsa,” dalam isi sambutan Pangdam IV/Diponegoro yang dibacakan oleh Kasrem 073/Mkt sebelum acara senam bersama dan tari Gemu Famire.

Peran Budaya Dalam Membangun Bangsa


Dalam penjelasan terkait peran budaya terhadap pembangunan bangsa, Pangdam IV/Diponegoro menyampaikan, “Peran budaya dalam membangun bangsa sangat mendasar karena menyangkut nilai - nilai dasar yang melekat dan melandasi sebuah tatanan kehidupan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Budaya dapat menjadi benteng sekaligus senjata untuk melawan gempuran/intervensi pengaruh budaya asing yang bertentangan dengan kearifan budaya bangsa Indonesia. Seni budaya lokal harus tetap kita jaga kelestariannya, di tengah gencarnya upaya dari negara lain yang saat ini selalu berusaha agar budaya-budaya asli bangsa kita semakin luntur di negerinya sendiri,namun berupaya dimasukkan menjadi budaya asli mereka,” dalam penutup sambutan tertulis Pangdam IV/Diponegoro yang dibacakan oleh Kasrem 073/Mkt Letkol Inf Hari Santoso, melalui Penerangan Kodim 0714/Salatiga Serma W. Yudha kepada beritaglobal.net. (Choerul/YDH)