Kekeringan Melanda, Ribuan Petani Desa Semowo Keluhkan Buruknya Jaringan Irigasi

Sutrimo dan tanaman cabai miliknya yang nyaris kering dan tidak berbuah karena kekurangan air di area sawah Desa Semowo, Kecamatan Pabelan...

Sutrimo dan tanaman cabai miliknya yang nyaris kering dan tidak berbuah karena kekurangan air di area sawah Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang. (Foto: istimewa/YTA)

Ungaran, beritaglobal.net - Musim kemarau panjang menjadikan sebagian lahan pertanian di kawasan Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, alami kekeringan. Salah satu kawasan yang mengalami kekeringan lahan pertanian terparah dialami para petani di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang.

Ratusan hektar lahan sawah petani di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, dilanda kekeringan.

Saat dikonfirmasi beritaglobal.net di kediamannya, Jumat (09/08/2019), salah satu tokoh masyarakat Hendro Wahyono menyampaikan bahwa sejak masa tanam ke dua bulan Februari 2019 hingga kini, sebanyak 1.325 petani alami gagal panen.

"Masa tanam pertama di Desa Semowo, biasa dimulai pada bulan Oktober hingga Januari," ungkap Hendro.

Kekeringan tahun ini adalah kedua kalinya sejak melanda di tahun 2013 lalu. "Tahun ini sama halnya di tahun 2013 lalu, namun kali ini lebih parah. Cakupan lahan pertanian yang alami kekeringan di Desa Semowo mencapai luas 387,2 hektar untuk sawah dan lahan kering mencapai luas 239 hektar," imbuhnya.

Ditambahkan oleh Hendro, upaya yang telah dilakukan para petani adalah, kerja bakti untuk mencari air dan bersih - bersih sungai dari aliran sungai di sepanjang umbul Senjoyo.

Proses menelusur aliran irigasi oleh petani Desa Semowo di sepanjang aliran irigasi Bendung Cepoko.
"Kendala, jarak sumber air dengan area persawahan terlalu jauh. Kondisi jaringan irigasi yang masih berupa tanah atau belum dibangun secara memadahi, menyebabkan penurunan debit air serta membutuhkan waktu hampir 12 jam untuk air sampai ke wilayah kami dari area Kedung Cepoko di Desa Ujung - Ujung," tandas Hendro.

Dampak Kekeringan 

Senada dengan Hendro, beberapa petani yang ditemui beritaglobal.net di area sawah menyatakan bahwa dengan adanya kekeringan ini, mereka banyak merugi. Tanaman padi yang gagal panen, hingga alternatif tanaman non padi yang tidak dapat dipetik hasilnya.

Sutrimo, salah satu petani cabai dari lebih kurang 1.325 petani di Desa Semowo, menunjukkan kondisi tanaman cabai miliknya yang nyaris mengering dan tidak berbuah.

"Ini contohnya, tanaman cabai kami tidak ada yang keluar buahnya. Kami sudah keluar modal besar," ujar Sutrimo.

Menyambung apa yang diungkapkan oleh Sutrimo, Suwadi (70), warga RT 01 RW 01 Desa Semowo, mengharapkan pemerintah memperhatikan saluran irigasi yang masih buruk. "Bila memungkinkan jaringan irigasi di tambah melalui Desa Karanggondang, agar air bisa sampai ke tempat kami," imbuh Suwadi.

Pintu air dari embung terdekat adalah di Bendung Cepoko di Desa Ujung - Ujung. Selain jalur irigasi diperbaiki dan ditambah, Suwadi mengharapkan perbukitan Prangkokan, dapat ditanami dengan tanaman yang menyerap air.

Beda hal yang dialami oleh para petani, Sutarni (45), RT 01 RW 01 Dusun Krajan, Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, seorang pengrajin Kepang (anyaman bambu) untuk menjemur gabah setelah musim panen, merasakan penurunan pesanan Kepang yang menurun drastis.

"Karena hampir dua musim tidak ada yang panen padi, pesanan Kepang ke tempat saya menurun drastis," ujarnya.

Sutarni, pengrajin Kepang di Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.
Sutarni dan suaminya, di tahun lalu, mampu menjual 8 - 10 lembar Kepang di Pasar Desa Semowo. "Kami biasa jual Kepang di Pasar Semowo, untuk Kepang ukuran 2 meter X 4 meter, biasa kami jual di kisaran harga Rp 135 ribu, namun saat ini kami hanya bisa layani pesanan 1 lembar per bulannya, pungkas Sutarmi. (Yusi T)

COMMENTS

Name

BERITA DAERAH,213,BERITA FOTO,8,BERITA KRIMINAL,69,BERITA NASIONAL,149,BISNIS,19,BREAKING NEWS,23,CERITA BERSAMBUNG,1,EKONOMI & KEUANGAN,5,FINANCE,16,HIBURAN,1,HUKUM,35,IBADAH,1,INFO LALIN,27,INFO LALIN LEBARAN,2,INFO MUDIK 2019,1,INSPIRASI USAHA,5,INTERNASIONAL,18,INVESTIGASI,3,KABAR KERETA API,8,KEDADEAN SENGKOLO,1,KESEHATAN,2,KEUANGAN,3,KOMODITAS,1,LELAYU,1,LIFESTYLE,104,LINGKUNGAN,9,LINGKUNGAN HIDUP,40,NEWS,1622,NGLENCER,1,OLAH RAGA,33,OPINI,6,PARIWISATA,17,PEMBANGUNAN,1,PEMERINTAHAN,20,PEMILU 2019,31,PENDIDIKAN,140,PERISTIWA,290,PILKADES,9,PLESIRAN,1,POLITIK,49,PRAKARYAN,1,PRALOYO,1,SAR,22,SELEB,4,SENI & BUDAYA,48,SERBA SERBI,9,SOSOK,4,SUARA KONSUMEN,1,SULIH WARTO,23,TNI & POLRI,348,TNI POLRI,103,TOKOH KITA,1,WISATA ALAM,17,
ltr
item
beritaglobalnet: Kekeringan Melanda, Ribuan Petani Desa Semowo Keluhkan Buruknya Jaringan Irigasi
Kekeringan Melanda, Ribuan Petani Desa Semowo Keluhkan Buruknya Jaringan Irigasi
https://1.bp.blogspot.com/-koK_5zPrfTY/XUz1fgPHELI/AAAAAAAAZRU/l528xyB9cs8Tcw10ROYbF6UeWdJUDeU1gCLcBGAs/s400/20190809_085841.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-koK_5zPrfTY/XUz1fgPHELI/AAAAAAAAZRU/l528xyB9cs8Tcw10ROYbF6UeWdJUDeU1gCLcBGAs/s72-c/20190809_085841.jpg
beritaglobalnet
http://www.beritaglobal.net/2019/08/kekeringan-melanda-ribuan-petani-desa.html
http://www.beritaglobal.net/
http://www.beritaglobal.net/
http://www.beritaglobal.net/2019/08/kekeringan-melanda-ribuan-petani-desa.html
true
2921465152236395144
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy