Pemerintah Dukung Pengusaha Indonesia Tingkatkan Ekspor Meubel dan Furniture ke AS

Menko Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (10/09/...

Menko Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (10/09/2019) sore. (Foto: AGUNG/Humas)

Jakarta, beritaglobal.net - Adanya perang dagang terbuka antara Amerika Serikat (AS) dengan negeri Tirai Bambu (Tiongkok), dimana AS menerapkan bea masuk 25% untuk setiap produk dari Tiongkok, khususnya meubel dan furniture, membuka peluang pengusaha Indonesia untuk memanfaatkan kondisi tersebut. Sementara pada saat bersamaan ekspor mebel dan furniture Indonesia justru turun.

“Kebutuhan impor (furniture) Amerika setahun untuk mebel itu kira - kira 96 miliar dollar AS. Nah, pertanyaannya adalah kenapa ekspor furniture kita, total tapi ini ya, malah turun, sedikit. Enggak banyak tapi turun,” kata Menko Perekonomian Darmin Nasution kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas tentang Peningkatan Ekspor Permeubelan, Rotan dan Kayu, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (10/09/2019) sore.

Artinya, lanjut Darmin, kita belum bisa memanfaatkan pasar Amerika yang besar itu. Kita tidak ikut perang dagang, tidak ikut kena bea masuk itu.

Keluhan Pengusaha

Dalam rapat terbatas itu, menurut Menko Perekonomian, sebenarnya pemerintah ingin membahas mengenai bagaimana meningkatkan dan mempercepat ekspor kayu, produk kayu dan mebel/furniture dan rotan/ produk rotan. Tapi para pengusaha meminta waktu untuk nanti disampaikan secara tertulis.

“Berarti belum siap ininya, karena presiden nanyanya agak spesifik, apa izinnya yang dipersoalkan. Kalau mulai ditanya spesifik mungkin dia perlu tertulis dulu,” terang Darmin.

Pemerintah, lanjut Darmin, mencatat sejumlah keluhan pengusaha seperti soal Pajak Pertambahan Nilai (PPN) kayu log sebesar 10%, sehingga pasti akan dikurangi.

“Kalau itu tadi Menteri Perindustrian mengatakan, sedang dibahas dengan Kementerian Keuangan untuk menolkannya,” terang Darmin.

Ada lagi usulan  dalam bidang pembiayaan/financing, mereka juga banyak mengeluh tapi kan masalahnya tingkat bunganya sama saja, berlaku buat siapapun. Mereka mempertanyakan bunga deposito 5% sementara bunga pinjaman 12%, bedanya banyak banget.

Diakui Menko Perekonomian Darmin Nasution, memang ada pandangan di kalangan perbankan bahwa industri kayu itu sunset. Nah itu bagaimana nanti akan dicek dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dengan perbankan, bener enggak itu.

Selain itu para pengusaha juga mengeluhkan masalah kewajiban mengurus SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) meskipun untuk ekspor ke negara yang tidak mewajibkan pencantuman SVLK.

“Mereka juga menyadari bahwa itu sudah disetujui pemerintah dengan Uni Eropa. Nah, yang mereka sampaikan lebih banyak begini kalau mengenai SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu), ya kalau ke negara yang tidak wajib SVLK enggak usah lah kita harus mengurus SVLK, gitu. Karena di aturan Menteri Perdagangannya itu kena semua. Pokoknya produk kayu kena,” ungkap Darmin seraya menambahkan, padahal yang mewajibkan itu ada 4 negara, kelompok negara. satu EU, dua Kanada, ketiga Australia, keempat Inggris. Di luar Amerika tidak ada SVLK. Sehingga usulnya tadi disampaikan ya yang kewajibannya SVLK ajalah, yang tidak wajib tidak usah SVLK.

“Masuk akal sekali, ya kan, tapi memang harus ditinjau Peraturan Menteri Perdagangan,” sambung Darmin seraya menambahkan biaya mengurus SVLK itu cukup gede, kira - kira Rp 20 juta - Rp 30 juta.

Namun Menko Perekonomian Darmin Nasution sedikit mengkritik para pengusaha yang dinilainya tertutup sekali, enggak mau bekerja sama. “Sudah enggak bisa mengolah yang bagus tapi maunya sendiri. Sehingga presiden tadi menyampaikan cobalah terbuka, cari partner,” ujarnya. (RIZ/ASB)

COMMENTS

Name

BERITA DAERAH,213,BERITA FOTO,8,BERITA KRIMINAL,69,BERITA NASIONAL,148,BISNIS,19,BREAKING NEWS,23,CERITA BERSAMBUNG,1,EKONOMI & KEUANGAN,5,FINANCE,16,HIBURAN,1,HUKUM,35,IBADAH,1,INFO LALIN,27,INFO LALIN LEBARAN,2,INFO MUDIK 2019,1,INSPIRASI USAHA,5,INTERNASIONAL,18,INVESTIGASI,3,KABAR KERETA API,8,KEDADEAN SENGKOLO,1,KESEHATAN,2,KEUANGAN,3,KOMODITAS,1,LELAYU,1,LIFESTYLE,103,LINGKUNGAN,9,LINGKUNGAN HIDUP,40,NEWS,1620,NGLENCER,1,OLAH RAGA,33,OPINI,6,PARIWISATA,17,PEMBANGUNAN,1,PEMERINTAHAN,20,PEMILU 2019,31,PENDIDIKAN,140,PERISTIWA,290,PILKADES,9,PLESIRAN,1,POLITIK,49,PRAKARYAN,1,PRALOYO,1,SAR,22,SELEB,4,SENI & BUDAYA,48,SERBA SERBI,9,SOSOK,4,SUARA KONSUMEN,1,SULIH WARTO,23,TNI & POLRI,348,TNI POLRI,103,TOKOH KITA,1,WISATA ALAM,17,
ltr
item
beritaglobalnet: Pemerintah Dukung Pengusaha Indonesia Tingkatkan Ekspor Meubel dan Furniture ke AS
Pemerintah Dukung Pengusaha Indonesia Tingkatkan Ekspor Meubel dan Furniture ke AS
https://1.bp.blogspot.com/-kSt6neShSDc/XXfXaN4oERI/AAAAAAAAhF0/z7DRsIMzeccSQpz5zK3bM-vjYKjdbmqcQCLcBGAs/s400/IMG-20190910-WA0196.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-kSt6neShSDc/XXfXaN4oERI/AAAAAAAAhF0/z7DRsIMzeccSQpz5zK3bM-vjYKjdbmqcQCLcBGAs/s72-c/IMG-20190910-WA0196.jpg
beritaglobalnet
http://www.beritaglobal.net/2019/09/pemerintah-dukung-pengusaha-indonesia.html
http://www.beritaglobal.net/
http://www.beritaglobal.net/
http://www.beritaglobal.net/2019/09/pemerintah-dukung-pengusaha-indonesia.html
true
2921465152236395144
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy