Tuesday, August 15, 2017, 8/15/2017 02:21:00 AM WIB
Last Updated 2017-08-14T19:21:46Z
NEWS

Sungai Pintu Air Tuntang di Kuras

Advertisement
Ungaran,Beritaglobal.net - Kegiatan ini juga rutinitas dalam rangka pembersihan sungai 2 sampai 3 tahun sekali PLTA Timo - Jelok sub Tuntang, yang di laksanakan pada hari senin pagi (14/8) di lokasi aliran sungai Tuntang. Untuk tahun 2017 ini, PT.Indonesia Power bekerja sama serta di kerjakan oleh PT. PJT (  Perum jasa tirta 1).

" Untuk tahun 2017 ini kita dari PT.Indonesia power dan PT.PJT yang telah di sepakati bersama termasuk pembersihan lumpur serta pemeliharaan yang lainnya jadi Indonesia power tinggal mengolah air bersih untuk menggerakan generator turbin pembangkit listrik di PLTA jelok -Timo,menurut scedule yang di buat oleh PJT untuk pembersihan dari jembatan tuntang sampai jembatan buntung selama  9 hari sedangkan untuk pembersihan dari jembatan buntung sampai jembatan pintu selama 5 hari di mulai dari  hari senin sampai hari jumat ," tutur Asep dedi supervisor senior PLTA dam Tuntang jelok .


Masyarakat yang datang kelokasi tidak di pungut biaya seperti waktu di dam jelok-timo kemarin karena sebenarnya jembatan buntung sampai jembatan Tuntang milik kewenangan dinas PU,mereka free untuk mencari ikan sebanyak -banyaknya dengan catatan tidak mengganggu proses kerja pengurasan dan menghindari daerah dekat pintu air dam tuntang karena berbahaya dan bisa mengancam jiwa.

"Saya agak kecewa mas karena hari ini proses pengurasan dan pembersihan tertunda karena adanya  dproses pembendungan air sungai di jembatan buntung tertunda karena ada masalah kebocoran jadi di ulang kembali ," ujar Darso.
"Hari ini saya cuman dapat dua ekor ikan saja mas karena airnya belum surut tidak seperti tiga tahun yang lalu selama tiga hari saya bisa mengumpulkan ikan sebanyak 10 kg ,"imbuh darso kepada Berita Global.

Ratusan warga sekitar dan masyarakat di luar wilayah  antusias sekali mendatangi sungai Tuntang untuk mencari ikan, namun banyak juga yang hanya menonton karena yang bisa mencari ikan warga yang membawa jala serta pintar berenang walaupun hasilnya kurang memuaskan karena air masih tinggi,dalam serta arus yang deras.

Di sekitar dam tuntang terlihat banyak pedagang tiban dari warga sekitar lokasi yang mendadak jadi penjual makanan dan minuman untuk melayani pengunjung yang datang.(Andi Kusuma)