Sunday, September 24, 2017, 9/24/2017 09:02:00 PM WIB
Last Updated 2017-09-24T14:05:12Z
NEWS

Pelatihan Dasar Tanggap Bencana, Initiative for Urban Climate Change and Environment (IUCCE) Bersama 8 Kelurahan di Semarang

Advertisement
Semarang, BeritaGlobal.net - Bencana alam dapat datang kapan saja tanpa diminta, dengan dampak yang tidak terduga.

Pelatihan dasar kesiap siagaan masyarakat terhadap bencana khususnya banjir di area Banjir Kanal Barat Kota Semarang telah sukses dilaksanakan.  Pelatihan siaga banjir dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 23 sampai dengan 24 September 2017, bertempat di area Goa Kreo, Waduk Jatibarang, Gunung Pati, Semarang.

Initiative for Urban Climate Change and Environment (IUCCE) sebagai penyelenggara pelatihan, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, BPW Szurich dan Mercy Corp.  Pelatihan diikuti oleh 85 orang peserta dari Kelurahan Kali Pancur, Kelurahaan Petompon, Kelurahan Bulu Stalan, Kelurahan Bulu Lor, Kelurahan Panggung, Kelurahan Manyaran, Kelurahan Cabean, Kelurahan Krobokan dan staff Koperasi Suka Makmur Waduk Jatibarang.

Sebagai instruktur pelatihan IUCCE mengundang personel Brimob Simongan dan PMI Kota Semarang., dengan materi pelatihan adalah teori kesiapsiagaan bencana meliputi, simulasi evakuasi korban banjir dan tenggelam (water rescue), simulasi evakuasi korban tanah longsor dan gempa bumi.

Menurut Yonata (45) selaku seksi pencegahan BPBD Kota Semarang mengatakan bahwa, “kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat di beberapa kelurahan yg memiliki daerah rawan bencana banjir di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Banjir Kanal Barat, agar lebih siap siaga dalam menghadapi bencana, khususnya banjir, dengan merintis kelurahan tangguh bencana. “ Salah satu peserta, Joko (35) mengatakan “Kegiatan semacam ini sangat membantu dalam kesiapsiagaan apabila menghadapi bencana khususnya banjir, dikarenakan luapan sungai Banjir Kanal Barat.

“Semoga dengan terselenggaranya pelatihan ini, warga tidak panik dan sigap dalam melakukan evakuasi, untuk menghindari korban jiwa,” sambung Joko. (Kristiono)

Editor : Agus Subekti