Thursday, September 14, 2017, 9/14/2017 03:16:00 PM WIB
Last Updated 2017-09-14T22:45:28Z
NEWSPERISTIWA

Tipu Dengan Modus Pengobatan, Dukun Abal-Abal di Amankan Ke Polsek Tuntang

Advertisement
ST , Oknum yang mengaku dukun.
Ungaran,beritaglobal.net - Perkembangan zaman sudah semakin maju dan canggih,  Teknologi pengobatan semakin maju, Namun masih saja ada masyarakat yang tertipu praktek  perdukunan dengan dalih dapat menyembuhkan penyakit.

Nasib ini di Alami Lia warga Dusun Bandungan,  Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang  yang menderita bengkak pada kaki yang kurang lebih dua bulan belum kunjung sembuh. Karena ingin cepat sembuh, ia bukannya berobat ke dokter justru malah berobat ke dukun yang bukan ahli medis.

Kejadian bermula pada saat Lia dikunjungi oleh familynya asal Desa Rowosari,Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang yang membawa ST yang konon kabarnya dapat mengobati penyakit dengan media handphone.

Selanjutnya ST berpura pura mengobati dengan menggunakan handphone sebagai alat untuk mendeteksi penyakit. Setelah mengaku mengetahui penyakitnya Sutikno mengoleskan cairan kimia ke tubuh korban, kemudian handphone android di dekatkan dengan bagian tubuh yang sakit. Hebatnya dari praktek tersebut, sang dukun dapat mendeteksi penyakit apa yang diderita pasien. Setelah deteksi selesai mendeteksi, Sutikno menyuruh membeli candu ke sebuah toko minyak yang sudah di tunjuk.

"Saat itu suami saya berangkat untuk membeli  "candu" ke sebuah toko minyak wangi di daerah Karanggede dengan di antar sang dukun. Selanjutnya saya di beri bungkusan yang berisi potongan kantong plastik warna hitam diberikan untuk diminum oleh pasien. Dalam aksinya, obat palsu diberi harga Rp 140.000,- per butir," kata Lia.

Terpisah, ST saat di konfirmasi mengakui jika dirinya benar telah menitipkan candu ke sebuah toko dengan maksud untuk mencari keuntungan pribadi.

"Ya mas, saya titipkan candu ke toko minyak wangi, dan selanjutnya pasien saya suruh beli kesana. Niat saya menolong kok mas,"kata Sang dukun.

Sementara, DN penjual minyak wangi mengaku jika ia tidak tahu jika ternyata Sutikno yang menitipkan candu ke toko minyak tempat ia bekerja ternyata untuk menipu.

"Saya hanya dititipi saja mas dan tidak tahu kegunaanya. Dan setiap penjualan saya hanya di beri upah bekisaran Rp 80 ribu rupiah,"katanya.

Dari informasi di himpun, Korban menderita sakit pada perutnya akibat minum candu atas perintah dukun. Selain itu korban menderita kerugian hingga jutaan rupiah. Dari data di terima di mungkinkan masih adanya korban lain. Kini pelaku di amankan di Polsek Tuntang guna di mintai keterangan. (Agus S)