Tuesday, October 31, 2017, 10/31/2017 03:20:00 PM WIB
Last Updated 2017-10-31T08:20:35Z
BERITA NASIONAL

Media "tempo" Dan "cnn" Guyonan Ketua Dewan Pers

Advertisement
Foto: Ketua Dewan Pers Dalam Acara Hari Jadi Ke 75 VoA

Solo, beritaglobal.net - Selasa (31/10/2017), tidak kurang dari 150 awak media dari Papua sampai Aceh di Hotel Best Western, Solo, Jawa Tengah. Informasi yang dihimpun, dalam sambutannya, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetya mengungkap perkembangan pesat jumlah media di Indonesia yang sekarang mencapai sekitar 47.000 media namun sebagian besar abal-abal.

Yosep mengatakan, "sebagian besar media yang ada di Indonesia didirikan atas motivasi ekonomi atau politik semata."

Dikatakan lebih lanjut, "Mereka ini seperti media 'tempo', yaitu tempo-tempo terbit, tempo-tempo tidak. Kalau ada iklannya terbit, kalau sedang sepi tidak terbit," ujar Yosep.

Acara ini masuk dalam rangkaian acara hari jadi ke 75 tahun Voice of America media asal Amerika.
"Saya tanya ke orang-orang humas, 'kalau anda undang 50 wartawan untuk press conference berapa yang datang?' Jawabnya bisa 300. Sebagian besar mencari amplop," tutur Yosep.

"Yang menjadi pertanyaan, orang humas sudah bagi amplop, tapi coverage atau liputannya cuma 15. Jadi 250 wartawan itu tipe wartawan CNN: cuma nengok-nengok atau cuma nanya-nanya, tapi tidak ada beritanya. Itulah situasi pers Indonesia saat ini."
Yosep menyatakan banyak media baru yang mengejar popularitas dengan menjiplak nama - nama media besar yang sudah mapan, hal ini berimbas negatif bagi media besar yang dijiplak namanya dengan berita bohong atau hoax.

"Media nasional banyak dipalsu. Misalnya Tempo versi online, resminya adalah tempo.com, namun kemudian ada temponews.com, paling tidak ada empat situs palsu dengan nama mirip. Kompas juga dipalsu, Media Indonesia dipalsu, Suara Pembaruan dipalsu" tutup Yosep. (Agus/net)

Editor: Redaksi beritaglobal.net