Wednesday, October 25, 2017, 10/25/2017 03:05:00 PM WIB
Last Updated 2017-10-25T08:05:03Z
NEWSSENI & BUDAYA

“Merti Dusun” Warga Tetep Salatiga Arak – Arakan Keliling Kampung

Advertisement
Peserta Kirab Budaya di Tetep Randu Acir
Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga


Salatiga, BeritaGlobal.net – Memperingati hari jadi sebuah tempat sering dilakukan dengan beragam cara oleh masyarakat di suatu daerah. Seperti halnya hari jadi sebuah kota, ada tradisi ataupun upacara adat yang terus dilestarikan.

Seperti yang sering di dengar masyarakat di wilayah lereng timur gunung Merbabu.  Mulai dari wilayah Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang, Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang dan Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga, khususnya di seputar Kelurahan Randu Acir ada tradisi “merti dusun” dengan istilah “Saparan/Rassulan”.

Rabu (25/10), diselenggarakan kirab budaya dan arak – arakan hasil bumi dari warga Tetep, Kelurahan Randu Acir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.  Acara tersebut adalah bagian dari rangkaian acara “Merti Dusun” di sekitar Tetep Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga. Hingga hari Kamis dini hari nanti, dilanjut pagelaran kesenian Ketoprak, sebagai wujud penghormatan atas jasa para leluhur.

Uniknya dalam setiap acara merti dusun, setiap rumah di wilayah yang merayakan, menyediakan beraneka ragam hidangan makanan ringan, kue kering dan makan besar, sama halnya saat perayaan hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan Natal.  Semakin banyak tamu yang hadir dan menyantap hidangan yang disediakan, diyakini semakin banyak limpahan rejeki yang akan di dapat si empunya rumah di tahun – tahun mendatang.

Seperti diungkapkan Purwanto (40) selaku koordinator kirab budaya dan Martono Sumadi (52) selaku saalah satu sesepuh wilayah Tetep Randu Acir, “merti dusun ini telah ada sejak jaman dahulu dari nenek moyang kami, peringatan ini sebagai puncak acara hari jadi Tetep Randu Acir setiap bulan Safar dan jatuh di hari Rabu Pon.  Di ikuti oleh 17 RT, tak kurang dari 1.500 warga se kelurahan Randu Acir kirab budaya berlangsung meriah dan ini baru pertama kali terselenggara,” terang mereka.

Dilanjutkan oleh Purwanto,  “diharapkan dimasa mendatang, generasi muda dapat meneladani sikap dan kebiasaan leluhur dalam melestarikan kebudayaan, serta tidak lupa pada jati diri Nusantara,” tegasnya. (Sus)