Tuesday, November 14, 2017, 11/14/2017 07:01:00 PM WIB
Last Updated 2017-11-14T12:01:21Z
BERITA DAERAHNEWS

Curah Hujan Tinggi, Bahaya Tanah Longsor Mengancam

Advertisement
Foto: Anggota Polsek Getasan Saat Meninjau Lokasi Tanah Longsor STT Sangkakala

Getasan, beritaglobal.net - Menilik Peta Rawan Bencana Alam pada lampiran Perda Pemerintah Kabupaten Semarang, No. 6 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Semarang, terdapat beberapa wilayah kategori rawan bencana alam.

Wilayah Kecamatan Getasan, Kecamatan Bandungan, Kecamatan Sumowono, Kecamatan Ungaran Barat, Kecamatan Banyubiru adalah beberapa kecamatan di Kabupaten Semarang dengan wilayah rawan bencana tanah longsor dan bencana gunung berapi.

Seperti halnya data diterima dari anggota Polsek Getasan Polres Semarang, telah  terjadi bencana tanah longsor di Sekolah Tinggi Theologi (STT) Sangkakala Dusun Kenteng, Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Senin (13/11/2017), malam sekira pukul 20.15 WIB.

Tanah longsor ini di karenakan curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Getasan, mengakibatkan bangunan pondasi belakang gedung Mess Putri Mahasiswi STT Sangkakala roboh menimpa Mess tersebut dan mengakibatkan sebagian Mess Putri roboh dan rusak terhantam material batu, tanah dan besi bangunan Gedung Serbaguna STT Sangkakala.

Dua korban luka ringan dan satu korban meninggal dunia akibat dari tanah longsor tersebut. Marcelina (19 tahun), mahasiswi STT Sangkakala dari Sumba Timur dan Immanuel Nuban (21 tahun), mahasiswa STT Sangkakala dari Kabupaten Timor Tengah, adalah dua orang yang mengalami luka ringan akibat terkena reruntuhan bangunan.

Korban meninggal dunia dalam longsor tadi malam adalah Resi (22 tahun), mahasiswi STT Sangkakala dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Seluruh korban luka ringan dan meninggal dunia telah dilarikan ke RS Paru Ario Wirawan, Kota Salatiga untuk penanganan lebih lanjut.

Dengan adanya kejadian ini, Kapolsek Getasan AKP Masrurun menghimbau kepada penghuni mess dan warga setempat untuk waspada dan antisipasi terhadap bencana tanah longsor susulan, karena akhir-akhir ini sering turun hujan dengan intensitas curah tinggi dalam waktu yang cukup lama. (BG-007)