Wednesday, November 1, 2017, 11/01/2017 05:55:00 PM WIB
Last Updated 2017-11-01T10:55:29Z
BISNISNEWS

Peningkatan PDB, Ditopang Perbaikan Kinerja Emiten

Advertisement
Ilustrasi IHSG
Jakarta, beritaglobal.net – Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik dengan momentum perbaikan kinerja emiten sehingga dapat menyokong kembalinya aliran dana investor asing di instrumen saham pasar modal. Berdasarkan data diterima dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total jual bersih (net sell) investor asing atas transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 17,15 triliun, per 31 Oktober 2017.

Fakhri Hilmi sebagai Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK  menyatakan, "aliran dana asing yang keluar instrumen saham di pasar modal merupakan dampak dari beberapa aspek. Contohnya pencapaian produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang belum sesuai harapan para investor asing, atau karena pencapaian sebagian kinerja emiten yang menurun pada kuartal II-2017," jelasnya di Jakarta, Selasa (31/10/2017).

“Namun, saat ini ada 100 emiten yang sudah menyampaikan laporan keuangan sampai kuartal III-2017. Berdasarkan pantuan OJK, sebagian besar emiten tersebut sudah kembali meraih keuntungan tapi untuk lengkapnya kita tunggu beberapa minggu lagi hingga penyerahan laporan selesai,” tambah Fakhri.

Dalam penjelasan Fakhri lebih lanjut tentang ekonomi makro, ia meyakini bahwa Bank Indonesia (BI) bersama-sama pihaknya akan berupaya untuk menjaga. Fakhri menegaskan, "OJK optimistis dengan perkembangan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada masa mendatang. Walaupun sejauh ini IHSG tumbuh sebesar 13,5 persen berbanding kenaikan pasar modal global yang naik di kisaran 15 persen."

IHSG ditutup menguat 31,70 poin (0,53 persen) hingga ke level 6.005,78 pada transaksi per 31 Oktober 2017. Nilai transaksi harian mencapai Rp 8,82 triliun dari data BEI kemarin. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 516,45 miliar, dalam perdagangan saham harian.

Pada sisi lain, total net sell investor asing secara year to date (YtD) dibandingkan posisi 27 Oktober 2017 di angka Rp 17,88 miliar, per kemarin hanya di angka Rp 17,15 miliar. Penurunan ini disebabkan investor asing juga mencatatkan net buy (harian) sebesar Rp 933,18 miliar pada Senin, 30 Oktober 2017.

Direktur Utama BEI, Tito Sulistio menyampaikan, kinerja emiten mulai lebih baik pada kuartal III-2017, sekalipun investor asing masih tercatat net sell (YtD), tapi dukungan dari investor domestik justru menguat.

“Jadi pertanyaannya lebih baik investor asing yang kuat, atau domestik? Cuma kalau menurut saya, hal yang perlu menjadi perhatian sekarang adalah cara kita menambah supply emiten dan investor baru,” ungkap Tito.

Tito menjelaskan lebih lanjut perihal investor baru, "kontribusinya berkisar 30 persen terhadap kenaikan perdagangan saham. Sehingga, saat ini penggerak indeks adalah investor domestik. Untuk itulah BEI giat dalam hal menarik investor baru, melalui edukasi bersama para perusahaan sekuritas, ataupun membuka galeri investasi di berbagai wilayah di Indonesia," jelasnya.

"Kemudian dengan kondisi supply, sampai 30 Oktober 2017 BEI telah mendapat tambahan emiten baru sebanyak 27 perusahaan dengan total nilai hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp 5,61 triliun. Dibanding pencapaian sepanjang tahun 2016, jumlah emiten baru yang melantai di BEI lebih tinggi tapi nilai hasil IPO-nya lebih rendah," ungkapnya.

Dari data BEI yang diterima, pada Januari - Desember 2016 terdapat 16 perusahaan yang IPO dan meraih total dana sebesar Rp 12,11 triliun. Sementara pada Rabu (1/11) PT M Cash Integrasi akan mencatatkan sahamnya (listing) secara perdana dan menjadi emiten ke-28 di BEI pada 2017.

Dalam pemaparan Tito lebih lanjut, "dalam waktu dekat pihaknya akan menambah enam kategori baru untuk menunjang penambahan emiten ke depan, antara lain teknologi informasi (TI), entertainment, dan logistik."

“Khusus entertainment, Raam Punjabi sempat menyatakan niat untuk perusahaannya IPO. Namun memang belum pasti kapan, cuma beliau menyatakan mungkin perusahaannya dapat go public jika ada posisi yang sesuai,” ditambahkan Tito.

Mengakhiri paparan kepada beritaglobal.net, Tito menegaskan, "pihak Ikatan Akuntasi Indonesia (IAI) tengah berupaya agar program yang dimiliki oleh perusahaan rintisan (startup) dapat dihitung kapitalisasinya di akhir tahun 2017, sehingga dapat menaikkan permodalan perusahaan, dengan hal tersebut, akan semakin banyak perusahaan startup yang IPO."

"Dengan target BEI meraih kapitalisasi pasar (market cap) sebesar Rp 7.000 triliun, penambahan supply emiten, penambahan investor baru menjadi pemacu peningkatan transaksi beberapa bulan ke depan," tegas Tito. (Edy/net)


Editor: Redaksi beritaglobal.net