Tuesday, December 12, 2017, 12/12/2017 09:45:00 PM WIB
Last Updated 2017-12-12T14:45:39Z
LIFESTYLENEWS

Motivasi Hidup : Kecil Tubuhku Tidak Menghalangi Aku Berkarya, Inilah Kisah Satoto

Advertisement
Satoto dalam aktifitas menyemir sepatu pelanggan

Temanggung, beritaglobal.net - Tuhan menciptakan jagad raya beserta seluruh kelengkapanNya. Itulah satu keyakinan yang membuat Satoto (26 tahun), bersemangat menjalani profesinya sebagai tukang semir sepatu keliling.

Kepada beritaglobal.net, Satoto mengisahkan usaha yang telah ditekuninya lebih kurang 4 tahun terakhir, disela - sela mengerjakan aktivitas menyemirnya di salah satu ruang kantor Puskesmas Kandangan, Kabupaten Temanggung, Senin (11/12/2017).

Satoto merasa kekurangan fisiknya bukan halangan dalam menekuni profesinya hingga saat ini. Warga Dusun Temandang 1, Desa Pendowo, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung ini, berkeyakinan usahanya dapat sukses dengan kegigihan dan tak mudah patah semangat.

"Saya yakin, bila kita gigih dan tidak patah semangat, usaha saya saat ini akan sukses pada akhirnya," ungkap Satoto, Senin (11/12/2017).

Lebih lanjut Satoto berkisah tentang pengalamannya yang selalu diremehkan orang karena pertumbuhan tubuhnya yang jauh dari kata normal bila dibandingkan dengan pemuda lain seusianya. Namun demikian dia menjadi tulang punggung keluarga dalam membantu kecukupan biaya hidup bagi orang tua dan ketiga saudaranya.

"Saya bersyukur dengan keterbatasan fisik saya, Tuhan masih memberi jalan untuk saya dalam menjalani usaha semir sepatu keliling ini. Tak kurang 20 pasang sepatu atau sandal saya semir setiap hari, dengan tarif Rp 5.000 per pasang sandal atau sepatu.

Hasil inilah yang saya syukuri dan terima dalam membantu menghidupi orang tua dan 3 orang saudara kandung saya," ungkapnya lebih lanjut.

Berbagai cobaan dan rintangan tidak menghalangi Satoto untuk berkarya. Menurutnya pernah beberapa kali dia tertipu oleh order palsu dari para calon pelanggannya. Saat ada order via pesan singkat, dia langsung mendatangi alamat calon pelanggan.

Di sampaikannya dengan tertawa kecil, "pernah saya mendapat order dari calon pelanggan di suatu kantor pemerintah, saat saya datangi ternyata nama calon pelanggan saya itu tidak ada di situ, atau bila benar malah mereka pergi sesaat saya datang."

Widodo (42 tahun) staff Puskesmas Kranggan, salah seorang pelanggan setia layanan semir sepatu keliling Satoto, merasa sangat terbantu dengan pelayanan semir sepatu keliling serta mengatakan kekagumannya pada jerih payah serta ketekunan Satoto.

"Saya kagum dan merasa terbantu dengan adanya layanan semir sepatu Satoto, selain murah, saya tidak perlu repot menyemir sepatu kerja, hasilnya pun mengkilap," ungkap Widodo kepada beritaglobal.net, Senin (11/12/2017), di sela menunggu Satoto menyemir sepatunya.

Sambil bercanda, Widodo mengungkapkan bahwa gajinya masih kalah dengan hasil usaha semir sepatu keliling Satoto.

"Gaji bulanan saya masih kalah, bila dibandingkan dengan hasil usaha semir sepatu keliling Mas Satoto," seloroh Widodo disusul ketawa kecil Satoto.
Saat akhir perbincangan, Satoto mengungkapkan harapan tentang keinginannya mempunyai istri.

"Saya terkadang berfikir, apakah ada wanita yang mau menikah dengan keterbatasan fisik saya. Namun demikian saya selalu percaya dan yakin, jika Tuhan telah menyiapkan jodoh untuk saya," tutup Satoto. (Wah)