Sunday, December 24, 2017, 12/24/2017 12:46:00 AM WIB
Last Updated 2017-12-23T17:46:02Z
NEWSPENDIDIKAN

Warna Lain Isi PHI Ke - 89, BNN Kabupaten Temanggung

Advertisement
Arlinda Rety Rovina, S.K.M., Kepala BNN Kabupaten Temanggung saat Memberikan Penyuluhan

Temanggung, beritaglobal.net - Pencegahan dini tentang bahaya narkoba kepada anak - anak, terus - menerus di galakan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Bekerja sama dengan tim penggerak PKK dan Karang Taruna Desa Gandokan, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung adalah salah satu program penyuluhan lintas sektoral BNN tentang bahaya narkoba pada anak - anak, Sabtu (23/12/2017).

Kegiatan ini adalah cara lain mengisi Peringatan Hari Ibu (PHI) yang ke - 89, hal ini memberikan warna lain kegiatan penyuluhan bahaya Narkoba oleh BNN Kabupaten Temanggung.

Adapun maksud dan tujuan terselenggaranya kegiatan ini untuk memfokuskan penyuluhan kepada siswa/siswi SD, SMP, SMA dan kalangan remaja yang ada di kecamatan Kranggan.

Bertindak sebagai narasumber pada penyuluhan bahaya narkoba di Aula Desa Gandokan adalah Kepala BNN Kabupaten Temanggung, Arlinda Rety Rovina, S.K.M.

Menurut Arlinda saat memberikan penyuluhan, Sabtu (23/12/2017), bahwa terdapat tiga musuh besar bangsa diantaranya Korupsi, Radikalisme dan Narkoba.
"Ada tiga musuh besar bangsa ini yaitu Korupsi, Radikalisme dan yang terakhir Narkoba. Khusus narkoba, pengunaannya bisa merubah tatanan kehidupan kita, termasuk fungsi sosial dan jati diri ke arah yang buruk," ujarnya.

Menurut data dihimpun, saat ini di Kabupaten Temanggung terdapat lebih kurang 400 orang diketahui sebagai pengguna narkoba. Sebagian diantaranya masih usia remaja, hal inilah yang mendorong diselenggarakannya penyuluhan bahaya narkoba kepada siswa/siswi sekolah dasar hingga sekolah menengah atas atau sederajat di wilayah Temanggung.

Arlinda mengharapkan, dengan adanya penyuluhan lintas sektoral, kaum remaja dapat mengetahui bahaya narkoba dan cara penanggulangannya bagi masyarakat bersama institusi negara yang khusus memerangi narkoba.

“Mereka (kaum remaja - red) bisa menghindari ketergantungan narkoba sejak dini, bahkan masyarakat, aparat penegak hukum (APH) dan instusi negara yang khusus memerangi narkoba dapat secara bersama - sama berperan aktif mencegah penggunaan narkoba," harap Arlinda lebih lanjut.

Sementara saat dikonfirmasi terpisah, Anak Agung Ketut Atmaja Bc. Hk., selaku panitia penyelenggara menyampaikan sambutan baik dari seluruh pihak yang terlibat penyuluhan tentang bahaya narkoba bagi kaum remaja.

"Pihak sekolah, pelajar maupun yang hadir dalam acara ini menyambut baik penyuluhan ini, di harapkan muncul generasi yang bebas narkoba dan menjadi generasi yang kuat, sehat serta bisa diandalkan untuk kemajuan bangsa," tutup Anak Agung. (WHN)