Pasca Tanggul Jebol, Menjadi Titik Tolak Bangkitnya Semangat Gotong Royong -->

code ads

Pasca Tanggul Jebol, Menjadi Titik Tolak Bangkitnya Semangat Gotong Royong

Friday, February 23, 2018
Proses Kerja Bakti Pembuatan Talud Darurat di Dusun Semampir, Desa Pingsari, Kecamatan Pringapus, dengan  menyusun karung - karung berisi batu dan pasir.


Ungaran, beritaglobal.net - Pasca tanggul sungai jebol di sekitar Dusun Semampir, Desa Pringsari, Kecamatan Pringapus dan luapan air sungai merendam area persawahan hampir sekitar 1 hektare pada Rabu (21/2) lalu, tepatnya di dekat perum Griya Karangjati telah membangkitkan semangat kegotong royongan semua elemen masyarakat di Desa Pringsari.

Warga Dusun Semampir dibantu dengan warga dusun disekitarnya yang masih masuk wilayah Desa Pringsari, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Bergas, dan Babinsa Kecamatan Pringapus, bahu membahu menambah talud darurat dari karung yang diisi pasir dan batu, Jumat (23/2).

Tampak dalam kerumunan warga yang bergotong royong seorang perwira Polri yang tak lain adalah Kapolsek Bergas AKP Winarno Panji Kusumo, S.H., M.H, bersama empat orang anggota Bhabinkamtibmas, mewakili Kapolres Semarang AKBP Agus Nugroho, Kapolsek Bergas mengungkapkan bahwa pasca kejadian banjir yang membuat tanggul sungai jebol dan menghanyutkan tanaman padi di area persawahan lebih kurang 1 hektare, menyebabkan para petani mengalami gagal panen, harus segera dibenahi agar tidak membahayakan keselamatan petani penggarap sawah dikemudian hari.


"Pasca jebolnya tanggul sungai yang menghanyutkan tanaman padi di lahan pertanian Dusun Semampir, kita harus segera membantu para petani untuk membuat tanggul darurat dari karung yang diisi pasir dan batu.  Hal ini agar tidak membahayakan keselamatan para petani dan dapat mengembalikan masa tanam untuk menutup gagal panen sebagai akibat banjir hari Rabu (21/2) lalu," ungkap Kapolsek Bergas AKP Winarno Panji Kusumo, mewakili Kapolres Semarang.

Disela - sela kegiatan pembuatan tanggul darurat, AKP Winarno, berkesempatan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk selalu waspada dalam menjaga keselamatan keluarga dan lingkungan tempat tinggal dari potensi bencana alam.

"Kegiatan ini digunakan juga sebagai sarana penyampaian pesan kamtibmas serta menciptakan keharmonisan antara Polsek Bergas dengan warga masyarakat di wilayah hukum Polsek Bergas," tambah AKP Wianrno.

Lebih lanjut disampaikan AKP Winarno, gotong royon pembuatan talud darurat ini juga sebagai wahana penambah erat hubungan antara Polri, TNI dan masyarakat dalam pembangunan dan secara tidak langsung sebagai penyaluran informasi dua arah untuk meminimalisir potensi tindak kejahatan di masyarakat.

"Tujuan gotong royong ini adalah sebagai salah satu sarana dalam menambah erat hubungan masyarakat, Polri dan TNI dalam melakukan antisipasi tindak kejahatan," tegas AKP Winarno. (Slamet R)