Sering Dipasang Sebagai Aksesoris Kendaraan Bermotor, Inilah Aturan Pemasangan Lampu Isyarat dan Sirene

Iklan Semua Halaman

Sering Dipasang Sebagai Aksesoris Kendaraan Bermotor, Inilah Aturan Pemasangan Lampu Isyarat dan Sirene

Friday, February 2, 2018
Ilustrasi Warna Lampu Isyarat pada Kendaraan Bermotor

Magelang, beritaglobal.net - Penggunaan aksesoris kendaraan bermotor seperti sirene dan lampu isyarat (strobo) telah diatur pada UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 59.

Apa saja jenis-jenis kendaraan dan warna lampu yang diperbolehkan menggunakan sirene dan lampu isyarat? Simak informasinya berikut.

Dilansir dari tweeter @kemenhub151 ada tiga jenis lampu isyarat dan sirene serta penggunaannya, Jumat (02/02/2018).

Lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan oleh petugas Kepolisian Republik Indonesia.

Lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulance, rescue dan jenazah.

Lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan Kendaraan Bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek Kendaraan dan angkutan barang khusus.

Diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 55 tahun 2012 tentang Kendaraan pasal 44 pasal 1 (satu) disebutkan bahwa untuk kepentingan tertentu, kendaraan bermotor dapat dilengkapi dengan lampu isyarat dan\atau sirene.

Lampu isyarat tersebut dapat berupa lampu rotasi atau stasioner, lampu kilat dan lampu bar lengkap. Lampu rotasi atau stasioner harus dipasang di atas kabin dan dapat memancarkan cahaya secara efektif. Sedangkan lampu kilat dan lampu bar lengkap dipasang dibagian atas kabin Kendaraan pada sumbu horizontal sejajar dengan bidang median longitudinal Kendaraan.

Lampu isyarat dapat dilihat disiang hari dari jarak paling sedikit 200 (dua ratus) meter dari segala arah, dan bentuknya batang memanjang yang tidak melebihi lebar kabin kendaraan.

Dalam pemasangan sirene pun tidak boleh sembarangan, setidaknya ada dua syarat yaitu, dapat mengeluarkan suara secara terus menerus dan dalam keadaan darurat dapat mengeluarkan suara semakin meninggi. (Agus S)