Soto Kwali Pak Iket, Kuliner Saksi Sejarah Perkembangan Kota Salatiga -->

code ads


Soto Kwali Pak Iket, Kuliner Saksi Sejarah Perkembangan Kota Salatiga

Saturday, March 24, 2018
Warung Soto Kwali Pak Iket di deretan kios agen bus antar kota di Terminal Tingkir, Kota Salatiga

Salatiga, beritaglobal.net - Soto Kwali Pak Iket, salah satu bagian sejarah kuliner di Kota Salatiga, sudah ada sejak tahun 1930 an.

Soto Pak Iket telah melewati masa tiga generasi, sejak tahun 1930 an diawali oleh almarhum H. Wiro Dinomo, dari Tegal Gondo, Klaten. Dikisahkan oleh seorang putranya yang menjadi penerus generasi ke dua, H. Sunardi (63), perjuangan almarhum Wiro Dinomo berjualan soto kwali keliling dengan memikul angkring.

"Dulu almarhum bapak saya H. Wiro Dinomo, mulai berjualan soto sekitar tahun 1930 an mas, mikul angkring keleling kampung, di wilayah Tegal Gondo, Klaten," ungkap H. Sunardi.

Sekitar tahun 1940 an pasca era kemerdekaan RI, Wiro Dinomo memberanikan diri hijrah ke Kota Salatiga. Belum mendapatkan tempat yang cocok, angkring soto kwalinya dibawa berkeliling di seputar kampung Karang Pete, pasar Salatiga, kantor Kodim dan kantor PKPN saat pagi hari hingga menjelang pukul 10.00 WIB.

Selepas pukul 10.00 WIB, almarhum Wiro Dinomo menjajakan soto kwali di pasar Salatiga dan halte terminal lama Salatiga (sekarang komplek ruko Tamansari). Hingga pada sekitar tahun 1974, membuka warung soto kwali pertamanya di pasar Salatiga.

Seiring ramainya pembeli dan gaya khas sewaktu berjualan mengenakan iket (ikat kepala), sabuk bendo dan celana cingkrang, akhirnya soto kwali almarhum Wiro Dinomo terkenal dengan Soto Kwali Pak Iket.

Sejarah berkata lain, terjadi perombakan pasar yang membuat Soto Kwali Pak Iket bergeser ke dalam kompleks terminal (stanplat) yang kini menjadi komplek Ruko Tamansari. Pembangunan dan pembenahan terminal bus kota Salatiga kembali terjadi di tahun 1979, terminal dipindah ke daerah Soka, kondisi ini membuat warung Soto Kwali Pak Iket ikut berpindah ke terminal baru.

Terakhir, di tahun 2000 terminal baru Tingkir selesai dibangun, untuk kesekian kali Soto Kwali Pak Iket ikut berpindah dan menempati blok kios No. 44 - 45 berderet dengan kios agen tiket bus antar kota.

Warno (45), seorang pelanggan dari Suruh yang ditemui beritaglobal.net saat menikmati soto selagi menunggu kedatangan bus yang akan ditumpanginya, mengatakan rasa soto Pak Iket sangat khas dengan harum bumbu dan kaldu yang sangat terasa. Dimasak dengan menggunakan kwali tanah dan arang kayu pilihan, menambah cita rasa Soto Kwali Pak Iket membuat kangen para pelanggannya.

"Saya setiap mau naik bus keluar kota selalu mampir ke sini makan soto dulu, ada yang ndak bisa saya lupakan dari rasa kaldu dan daging sapi yang empuk, aroma soto yang wangi membuat saya selalu rindu masakan di sini Mas," ujar Warno.

Generasi ke tiga yang sekarang menjalankan usaha Dewi (38), merasa bangga menjalankan usaha turun temurun dari orang tuanya.

"Saya sebagai penerus usaha dan sebagai generasi ketiga ikut bangga dengan apa yang telah orang tuan kami lakukan dan pertahankan dalam memberikan sajian masakan yang sama dari generasi ke generasi," ungkap Dewi disela - sela waktu melayani pembeli.

Dewi sebagai generasi ketiga penerus usaha Soto Kwali Pak Iket sedang mempersiapkan soto pesanan pelanggan di atas angkring ciri khas Soto Kwali Pak Iket

Suka duka sudah dilalui dalam menjalankan usaha kuliner ini, namun H. Sunardi memberikan kesan lain pada Soto Pak Iket, "Di tahun 1980 an, Soto Pak Iket pernah mewarnai menu konsumsi pada acara kenegaraan di kediaman Presiden RI ke 2, Bapak Soeharto, di Jalan Cendana Jakarta," ujar H. Sunardi.

"Selain itu, mantan Gubernur Jawa Tengah H. Ismail dan Suwardi juga sering singgah dan memesan Soto Pak Iket dalam acara - acara resmi Gubernur. Mantan Walikota Salatiga almarhum Bapak Sugiman dan almarhum Bapak Totok Mintarto juga sebagai pelanggan setia Soto Pak Iket semasa hidupnya," ungkap H. Sunardi lebih lanjut.

H. Sunardi dan Soto Pak Iket, merupakan bagian sejarah kuliner kota Salatiga beserta perkembangan kota. Soto Pak Iket hanya ada satu di Salatiga, dengan harga terjangkau, kita semua penikmat kuliner dapat puas menikmati cita rasa masakan tradisional bermutu.

Di akhir pembicaraan H. Sunardi mengatakan, "Soto Pak Iket juga siap melayani pemesanan dalam partai besar untuk acara pernikahan atau acara - acara resmi lainnya, dan untuk pemesanan bisa langsung ke kios kami di komplek terminal Tingkir, Salatiga," tegasnya. (Slamet R/Rudi S)