Diduga Patah Hati, Pemuda Ini Nekat Akhiri Hidup Dengan Cara Gantung Diri -->

code ads

Diduga Patah Hati, Pemuda Ini Nekat Akhiri Hidup Dengan Cara Gantung Diri

Friday, April 20, 2018
Jenazah Andhi saat diperiksa oleh tim dokter Puskesmas Getasan dan petugas kepolisian dari Polsek Getasan

Ungaran, beritaglobal.net - Seorang pemuda di Dusun Kebonpete, Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, nekat akhiri hidup dengan cara gantung diri di atap dalam kamar tidurnya, Jumat (20/04/2018).

Korban bernama Andhi Sriyanto (28) bin Triyono, warga Dusun Kabonpete RT 01 RW 02, Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Saat dikonfirmasi oleh beritaglobal.net, Jumat (20/04/2018) sore, Kasubbag Humas Polres Semarang AKP Teguh Susilo Hadi, membenarkan peristiwa tersebut.

"Betul Mas, tadi ada laporan tentang seorang pemuda di Dusun Kebonpete, Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, ditemukan gantung diri di dalam kamarnya," ungkap AKP Teguh Susilo Hadi kepada beritaglobal.net.

Ditambahkan oleh AKP Teguh, korban ditemukan tewas gantung diri pada hari Jumat (20/04/2018) sekira pukul 11.30 WIB, waktu itu Suyatni (47) yang tak lain adalah ibu korban, pulang ke rumah dan akan masuk rumah namun pintu dalam keadaan terkunci. Selanjutnya Suyatni masuk ke rumah melalui pintu belakang.

"Korban ditemukan tewas gantung diri pada hari Jumat (20/04/2018) sekira pukul 11.30 WIB, waktu itu Suyatni (47) yang tak lain adalah ibu korban, pulang ke rumah dan akan masuk rumah namun pintu dalam keadaan terkunci. Selanjutnya Suyatni masuk ke rumah melalui pintu belakang," imbuh AKP Teguh.

Melanjutkan kronologi penemuan korban gantung diri, AKP Teguh menjelaskan, "Karena tidak melihat putranya, ia kemudian masuk ke kamar korban untuk menyalakan lampu kamar, namun melihat korban telah dalam posisi tergantung dengan tali plastik warna hijau yang dikaitkan di atap, dan membuat Suyatni menagis histeris," ungkap AKP Teguh.

Tangisan Suyatni didengar oleh Solikin (45) yang saat itu berada di sekitar rumah dan segera menghampiri Suyatni. Melihat kejadian tersebut, Solikin segera memanggil seorang tetangga lainnya, Tri Prayitno (32) untuk membantu menurunkan tubuh korban, dan kemudian dibaringkan ke tempat tidur. Tri Prayitno segera melapor ke kantor Polsek Getasan setelah mengetahui tetangganya tewas gantung diri.

Petugas kepolisian dari Polsek Getasan dengan cepat merespon laporan dari warga atas peristiwa ini dan melakukan identifikasi awal serta melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan awal tim dokter puskesmas tidak ditemukan tanda - tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga korban dinyatakan tewas karena gantung diri.

Secara terpisah, Kapolsek Getasan AKP Masrurun, S.H., M.H., membenarkan peristiwa tersebut dan saat ditanya dugaan penyebab korban nekat melakukan gantung diri, disebutkan bahwa korban diduga depresi karena patah hati, setelah diputus sang kekasih.

"Korban nekat gantung diri, diduga karena diputus oleh sang kekasih, mas," tandas Kapolsek Getasan AKP Masrurun, S.H., M.H., kepada beritaglobal.net, Jumat (20/04/2018) petang. (ASB/Red)