Harapan Bahagia Berakhir Duka Cita Keluarga TKW di Randusari -->

code ads

Harapan Bahagia Berakhir Duka Cita Keluarga TKW di Randusari

Wednesday, April 4, 2018
Jumadi dan putrinya saat menjelaskan perihal istrinya yang meninggal di Arab Saudi dan berharap Pemkab Semarang turun tangan membantu proses pemulangan jenazah istrinya untuk dimakamkan di kampung halaman


Ungaran, beritaglobal.net - Kabar duka menyelimuti keluarga Jumadi (50), warga Dusun Randusari, Desa Glawan, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, setelah menerima kabar bahwa istrinya meniggal dunia di luar negeri.

Perihal meninggalnya sang istri alm. Purtiyem (50), di Arab Saudi tempat ia bekerja selama kurang lebih 12 tahun terakhir diterima keluarga dari rekan kerja almarhum pada hari Selasa (3/4) sore. Mendengar hal ini, Jumadi beserta anak dan cucunya menjadi bingung, lantara pada Selasa pagi, putrinya masih berkomunikasi melalui sambungan telepon dan merasa senang karena almarhum mengatakan akan segera pulang sebelum bulan Ramadhan tahun 2018 ini.

Saat ditemui beritaglobal.net dirumahnya, Rabu (4/4) siang, Jumadi menceritakan sedikit perjalanan almarhum istrinya hingga bekerja di Arab Saudi dalam jangka waktu yang lama. Sekitar tahun 2006 yang lalu karena ingin merubah kondisi ekonomi keluarga dan banyak tetangga yang telah berhasil memperbaiki ekonomi keluarga setelah bekerja di negeri orang sebagai tenaga kerja wanita (TKW), almarhum Purtiyem mengutarakan maksudnya untuk ikut bekerja menjadi TKW di Arab Saudi melalui sebuah perusahaan penyedia jasa penyalur tenaga kerja ke Arab Saudi.  Awalnya Jumadi merasa ragu untuk menyetujui maksud almarhum istrinya, namun karena desakan ekonomi dan keinginan kuat dari Purtiyem, akhirnya ia menyetujui keinginan istrinya.

"Istri saya bilang mau kerja di Arab Saudi pada sekitar tahun 2006 yang lalu Mas, saat itu saya sempat ragu untuk melepas dia bekerja sebagai TKW, namun bagaimana lagi, desakan kondisi ekonomi dan keinginan kuat istri saya waktu itu untuk merubah tingkat ekonomi keluarga, membuat saya akhirnya menyetujui keinginannya," terang Jumadi sedikit terbata.

Melanjutkan kisahnya sambil memegang foto sang istri yang disimpan di sebuah alat komunikasi, Jumadi yang didampingi salah seorang putrinya, mengatakan bahwa beberapa waktu terakhir ini istrinya sering bilang bahwa sakit mag nya sering kambuh.  Selain itu, almarhum istrinya juga sudah mengatakan bahwa sudah menyiapkan paket oleh - oleh mainan untuk cucu mereka saat pulang ke Indonesia. Mendiang istrinya pun mengatakan bahwa tidak akan berangkat lagi ke Arab Saudi, dan akan tinggal di rumah bersama Jumadi dan anak cucunya.

Jumadi saat menunjukan foto mendiang istrinya Purtiyem dari tampilan gadget putrinya

"Ini mas, foto istri saya semasa masih hidup di Arab Saudi, memang beberapa waktu ini mendiang istri saya sering mengatakan bahwa sakit mag nya sering kambuh, dia juga sewaktu menelepon anak saya pagi kemarin (Selasa), mengatakan bahwa akan segera pulang ke Indonesia sebelum bulan Ramadhan tahun ini, tidak akan berangkat lagi ke Arab Saudi untuk bekerja kepada majikannya sekarang, dan telah menyiapkan oleh - oleh mainan untuk cucu - cucunya," imbuh Jumadi.

Jumadi dan keluarga berharap bahwa semoga jenazah istrinya dapat segera dipulangkan ke tanah air agar anaknya yang telah berpisah selama 12 tahun dapat melihat ibunya untuk terkahir kali, dan berharap pula kepada pemerintah untuk bisa membantu percepatan proses pemulangan jenazah istrinya.  Jumadi yang saat itu ditemani oleh Kepala Dusun Randu Sari, sudah melengkapi dokumen untuk proses pemulangan jenazah istrinya, dan akan mengirim dokumen tersebut ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah melalui faximili. 

"Harapan saya dan keluarga, sekiranya pemerintah dapat membantu percepatan proses pemulangan jenazah istri saya, sehingga anak saya dapat melihat ibunya untuk terkahir kali setelah 12 tahun hanya melalui foto. Kami dibantu dengan Pak Kadus telah menyiapkan dokumen keluarga dan akan mengirimnya ke KJRI melalui fax," harap Jumadi.

Dokumen kelengkapan untuk proses pemulangan jenazah Purtiyem dari Arab Saudi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Desa Glawan, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang yang akan dikirim ke KJRI Jeddah melalui fax, Rabu (4/4).

Pada kesempatan yang sama Kadus Dusun (Kadus) Randusari dan Sekretaris Desa (Sekdes) Glawan Nurkholis, menyatakan bahwa pihaknya (Pemerintah Desa Glawan, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang) telah membantu untuk menyiapkan dokumen yang harus dilengkapi di KJRI Jeddah dalam rangka pemulangan jenazah Murtiyem. Kadus Randusari menyesalkan kondisi bahwa perusahaan sponsor dimana dulu mendiang berangkat sebagai TKW ke Arab Saudi PT. Markoria, saat ini telah tutup karena pemiliknya telah meninggal dunia, sehingga dirinya dan Sekdes Glawan berharap bahwa Pemerintah Kabupaten Semarang berkenan untuk membantu proses percepatan pemulangan jenazah Murtiyem dari Arab Saudi ke Indonesia seperti halnya terjadi pada proses pemulangan jenazah adik Jumadi dari Hongkong tiga bulan yang lalu.

"Kami membantu untuk melengkapi dokumen yang diminta oleh KJRI Jeddah dalam proses pemulangan jenazah ibu Murtiyem, karena kami mendapati info bahwa perusahaan sponsor saat mendiang ibu Murtiyem ke Arab Saudi PT. Markoria, telah tutup dikarenakan pemiliknya telah meninggal dunia.  Namun demikian kami berharap bahwa koordinasi kami dengan Pak Camat Pabelan dan Pemkab Semarang dapat membantu proses percepatan pemulangan jenazah ibu Murtiyem ke Indonesia," ungkap Sumardi sebagai Kadus Randusari. (SLM/ASB)