Diduga Karena Vertigo, Seorang Pemancing Tewas Tenggelam di Ujung Jembatan Biru Kawasan Wisata Sumurup

code ads


Diduga Karena Vertigo, Seorang Pemancing Tewas Tenggelam di Ujung Jembatan Biru Kawasan Wisata Sumurup

Tuesday, May 1, 2018
Proses Evakuasi Korban Tenggelam di Dusun Sumurup, Tepatnya di Dekat Jembatan Biru

Ungaran, beritaglobal.net - Seorang pemancing ditemukan tenggelam dan meninggal dunia di ujung Jembatan Biru, Dusun Sumurup, Desa Asinan, Kecamatan Bawen, Selasa (01/05/2018).

Menurut keterangan dari Kasubbag Humas Polres Semarang, AKP Teguh Susilo Hadi kepada beritaglobal.net, Selasa (01/05/2018) sore, membenarkan adanya peristiwa tenggelamnya seorang pemancing di wilayah Dusun Sumurup tepatnya di tepi Jembatan Biru.

"Benar mas, tadi kami menerima laporan orang tenggelam di wilayah Dusun Sumurup, Desa Asinan, Kecamatan Bawen, tepatnya di ujung Jembatan Biru," ujar AKP Teguh.

Secara terpisah, Gareng salah seorang anggota SAR Bumi Serasi Kabupaten Semarang juga membenarkan peristiwa penemuan mayat korban tenggelam di wilayah Desa Wisata Sumurup.

"O ya mas, tadi saya tidak ikut evakuasi, karena saya tadi ikut pencarian orang hilang," ujar Gareng singkat melalui WhatsApp messenger kepada beritaglobal.net.

Dari hasil identifikasi, korban diketahui bernama Maryono (42), warga RT 04 RW 01, Dusun Polosiri, Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang.

Proses identifikasi korban tenggelam di RSUD Ambarawa

Penemuan mayat korban bermula dari keterangan seorang pengunjung di sekitar lokasi wisata Dusun Sumurup, kemudian dilaporkan kepada warga setempat dan oleh warga segera melapor ke anggota SAR Bumi Searasi (BUSER) Kabupaten Semarang, saudara Jarot.

Berdasarkan keterangan saksi tersebut, korban yang kesehariannya bekerja sebagai karyawan swasta, diduga mempunyai riwayat penyakit vertigo sehingga korban terjatuh ke air dengan kedalaman lebih kurang 1,5 meter, saat berada di tepi Jembatan Biru.

Ditambahkan oleh AKP Teguh, sekira pukul 09.00 WIB, korban masih sempat berkomunikasi dengan istrinya melalui telepon selular, namun pada pukul 10.30 WIB, korban sudah tidak dapat dihubungi oleh istrinya melalui telepon selular.

"Sekira pukul 09.00 WIB, korban masih sempat berkomunikasi dengan istrinya melalui telepon selular, namun pada pukul 10.30 WIB, korban sudah tidak dapat dihubungi oleh istrinya melalui telepon selular," imbuh AKP Teguh.

Proses evakuasi mayat korban dilakukan oleh jajaran Polsek Bawen, jajaran Polsek Tuntang, SAR Bumi Serasi Kabupaten Semarang dan PAM Swakarsa dan berhasil diangkat ke tepi pada pukul 11.00 WIB, selanjutnya dilakukan pemeriksaan awal oleh bidan desa terdekat sebelum mayat korban dibawa ke RSUD Ambarawa.

Dari hasil pemeriksaan mayat korban dan olah tempat kejadian perkara, pihak kepolisian menyatakan bahwa korban murni mengalami kecelakaan karena tidak ditemukan tanda - tanda pembunuhan, penganiayaan, maupun kriminal, hal ini diperkuat oleh keterangan bidan setempat dan para saksi. (FMA/Humres SMG)