Karena Pengaruh Miras, Sekelompok Pemuda Nekat Keroyok Seorang Anggota TNI Setelah Pertunjukan Kuda Lumping

code ads


Karena Pengaruh Miras, Sekelompok Pemuda Nekat Keroyok Seorang Anggota TNI Setelah Pertunjukan Kuda Lumping

Tuesday, May 1, 2018
Ilustrasi pengeroyokan seorang anggota TNI oleh sekelompok pemuda mabuk di Banyubiru

Ungaran, beritaglobal.net - Aksi pengeroyokan kepada seorang anggota TNI Prada Jordi Verdiyanto dari Yon Zipur 4/TK, oleh sekelompok pemuda Dusun Krajan, Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Senin (30/04/2018) lalu, disebabkan pelaku pengeroyokan dibawah pengaruh minuman keras.

Berdasarkan keterangan Kasubbag Humas Polres Semarang AKP Teguh Susilo Hadi kepada beritaglobal.net, Selasa (01/05/2018), kejadian bermula saat Prada Jordi melihat pertunjukan kuda lumping di Dusun Krajan, Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, dalam acara pernikahan di rumah Sagiman alias Gituk, warga serempat sekira pukul 22.00 WIB.

Pada sekira pukul 23.15 WIB selesai menonton kuda lumping, Prada Jordi Verdiyanto yang tergabung di kesatuan Jab Ta Angru 2/ Ron 1 Ki B Ton Zipur 4/Tk, bermaksud pulang ke asrama dengan menggunakan sepeda motor, namun saat korban pulang, di tengah jalan tidak jauh dari tempat hiburan kuda lumping, korban dihentikan oleh pelaku dan 3 orang temannya dengan kata - kata kurang sopan. Kemudian terjadi adu mulut diantara korban dan para pelaku yang berujung pada aksi pengeroyokan.

Dua orang pelaku yang berhasil diamankan oleh aparat kepolisian dari Polsek Banyubiru berinisial IKH dan ARS warga setempat. Para pelaku di bawah pengaruh minuman keras, saat menghentikan korban dan merasa tersinggung karena korban tidak menegur mereka saat melintas. Salah seorang pelaku memukul korban dengan menggunakan batu bata yang menyebabkan luka robek di kepala korban sehingga korban mendapatkan 1 jahitan saat dirawat di RSUD Ambarawa.

Pada saat terjadi aksi pengeroyokan, pihak kepolisian dari Polsek Banyubiru segera mendatangi tempat kejadian perkara setelah menerima laporan dari masyarakat atas peristiwa tersebut.

Ditambahkan lebih lanjut oleh AKP Teguh bahwa setelah pemeriksaan di Satuan Reserse Kriminal Polres Semarang terhadap dua orang pelaku, diketahui jumlah pengeroyok Prada Jordi berjumlah lima orang, dua diantaranya telah berhasil diamankan dan tiga orang lainnya dalam pencarian Satreskrim Polres Semarang dan unit reskrim Polsek Banyubiru. Karena tidak ada permasalahan sebelumnya diantara korban dan pelaku, diduga kejadian ini murni spontanitas dari para pelaku yang merasa tersinggung dan dibawah pengaruh miras, saat korban melintas diantara pelaku pengeroyokan tanpa menyapa.

"Setelah pemeriksaan di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Semarang terhadap dua orang pelaku, diketahui jumlah pengeroyok Prada Jordi berjumlah lima orang, dua diantaranya telah berhasil diamankan dan tiga orang lainnya dalam pencarian Satreskrim Polres Semarang dan unit reskrim Polsek Banyubiru. Karena tidak ada permasalahan sebelumnya diantara mereka, diduga kejadian ini murni spontanitas dari para pelaku yang merasa tersinggung dan dibawah pengaruh miras, saat korban melintas diantara pelaku pengeroyokan tanpa menyapa," tandas AKP Teguh. (ASB/Red)