Status Merapi Waspada, BBWS Bengawan Solo Persiapkan Diri

code ads


Status Merapi Waspada, BBWS Bengawan Solo Persiapkan Diri

Thursday, May 24, 2018
Pantauan Sungai Woro oleh Kepala BBWS Bengawan Solo beserta jajaran dalam rangka persiapan dampak erupsi Gunung Merapi. (Foto: Dok. BBWS Bengawan Solo)

Klaten, beritaglobal.net - Peningkatan status Gunung Merapi, membuat Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo beserta jajaran, terus mempersiapkan diri seandainya terjadi letusan Gunung Merapi.

Kepala BBWS Bengawan Solo Ir. Charisal Akdian Manu, bersama jajaran Kepala Bidang BBWS Bengawan Solo dan jajaran BPBD Kabupaten Klaten melakukan kunjungan dan cekdam 1 Kaliworo di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, yang beradius lebih kurang 7 Km dari puncak Gunung Merapi yang kebetulan sedang ada pengerjaan Sabo atau Cekdam 1 Gunung Merapi, Kamis (24/05/2018).

Kepala BBWS Bengawan Solo (kedua dari kiri) mendengarkan penjelasan singkat stafnya terkait progres pengerjaan cekdam 1 Gunung Merapi. (Foto: Dok. BBWS Bengawan Solo)

Kepada beritaglobal.net, Arif dari Sekolah Sungai Klaten, dalam kesempatan tersebut, Kepala BBWS Bengawan Solo beserta jajaran, menyusuri Sungai Woro dari atas Cekdam 1 untuk melihat morfologi sungai.

Langkah ini sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Klaten bahwa pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), juga ikut peduli jika ada bencana. Dimana Kementrian PUPR juga mempunyai kewenangan atas pengawasan Sungai Woro.

Kepala BBWS Bengawan Solo saat melakukan pengecekan kondisi DAM 1 Sungai Woro di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. (Foto: Dok. BBWS Bengawan Solo)

Pada kesempatan ini, Ir. Charisal mengungkapkan, secara umum kondisi tebing dan jurang sungainya masih dalam, tidak seperti di Kali Gendol pasca letusan 2010. Satu kondisi yang perlu diwaspadai di jalur Sungai Woro adalah ancaman banjir lahar hujan, pasca erupsi primer. Sehingga pihaknya akan mempercepat pengerjaan cekdam Sabo di Sungai Woro terutama di bagian atas.

"Kondisi tebing dan jurang sungai Woro masih dalam, tidak seperti kondisi jalur Sungai Gendol, pasca erupsi tahun 2010 lalu. Namun perlu diwaspadai di jalur Sungai Woro adalah potensi banjir lahar hujan, pasca erupsi primer. Kami akan mempercepat pengerjaan cekdam khususnya bagian atas Sungai Woro," jelas Ir. Charisal.

Kondisi tebing dan jurang jalur Sungai Woro di bawah pantauan BBWS Bengawan Solo. (Foto: Dok. BBWS Bengawan Solo)

Selain memantau kondisi Sungai Woro, BBWS Bengawan Solo juga memamtau kondisi ketersedian air bersih di shleter atau barak pengungsian Merapi. Pihak BBWS Bengawan Solo telah berkomunikasi dengan Bupati Klaten, dan Bupati Klaten menyatakan kesiapannya membantu, seandainya shelter sudah digunakan untuk pengungsian.

Air bersih adalah salah satu kebutuhan  vital bagi pengungsi. Pihak BBWS Bengawan Solo bersedia membantu melalui pembuatan sumur dalam atau menyuplai kebutuhan air bersih pengungsi.

"Air bersih menjadi salah satu kebutuhan vital bagi pengungsi, dan BBWS Bengawan Solo akan membantu sumur dalam dan atau menyuplai kebutuhan air bersih pengungsi," tegas Ir. Charisal.

Sementara itu, secara terpisah Bupati Klaten Sri Mulyani mengucapkan terimakasih atas kunjungan Kepala BBWS Bengawan Solo ke Klaten dalam rangka persiapan penanganan erupsi Gunung Merapi. Bupati Klaten mengaku senang bila banyak pihak yang peduli terhadap Klaten.

"Kami mewakili Pemerintah Kabupaten Klaten mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kepala BBWS Bengawan Solo beserta jajaran ke Klaten, dalam rangka persiapan penanganan erupsi Gunung Merapi. Kami juga senang dengan keterlibatan banyak pihak yang peduli pada Kabupaten Klaten," ujar Bupati Klaten Sri Mulyani.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Timur, Sarwa Pramana juga telah melakukan pemantauan di wilayah Desa Balerante dan Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.

Dengan adanya dua kali letusan pada hari ini Kamis (24/05/2018), Sapta Pramana menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang, selalu wasapada dalam beraktivitas. Mengenakan masker dan kaca mata untuk antisipasi jika beraktivitas diluar ruangan. Tetap memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi melalui berita dan sumber informasi terpercaya (BPPTKG, BMKG, BNPB, BPBD). Khusus kepada para pendaki Gunung Merapi, untuk sementara dilarang naik. (FMA/Red)


Sumber : Pusdalops/Pusdatin BPBD Kabupaten Klaten