Ratusan Peserta Antusias Ikuti Festival Gethek Rowo Jombor Rayakan Tradisi Grebek Syawal -->

code ads


Ratusan Peserta Antusias Ikuti Festival Gethek Rowo Jombor Rayakan Tradisi Grebek Syawal

Tuesday, June 19, 2018
Lomba gethek tradisional dalam festival gethek di Rowo Jombor Kabupaten Klaten. (Foto: Dok. Sekolah Sungai)


Klaten, beritaglobal.net - Pasca bersihnya enceng gondok di Rowo Jombor, ratusan peserta antusias mengikuti festival gethek dalam rangka perayaan grebek Syawal Rowo (Danau) Jombor tahun 2018, Selasa (19/06/2018), pagi.

Perayaan kali ini lebih meriah, karena penonton dan masyarakat lebih antusias menyaksikan lomba sambil menikmati liburan Syawal di Rowo Jombor. Tak kurang dari 200 peserta ambil bagian pada festival gethek tradisional 2018 tahun ini.

Menurut keterangan tertulis Camat Bayat Edi Purnomo kepada beritaglobal.net, peserta festival gethek tradisional masing-masing 52 tim putra/putri umum dari perwakilan Kecamatan se-Kabupaten Klaten, Kemudian 52 tim putra/putri pelajar dari perwakilan Kecamatan se-Kabupaten Klaten. Turut andil meramaikan peserta dari anggota Koramil  se-Kabupaten Klaten, 26 tim dari anggota Polsek se-Kabupaten Klaten, 22 tim putra/putri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Klaten dan 18 tim perwakilan desa se-Kecamatan Bayat.

Bupati Klaten Hj. Sri Mulyani saat memberi sambutan dalam pembukaan Festival Gethek di Rowo Jombor. (Foto: Dok. Sekolah Sungai)

Sementara itu, dalam sambutannya Bupati Klaten Hj. Sri Mulyani mengatakan lomba gethek dalam festival gethek adalah untuk menanamkan rasa cinta wisata bahari sebagai negara kepulauan, dan juga mendukung pelestarian gethek di Kabupaten Klaten.

"Adalah penting dalam menanamkan rasa cinta wisata bahari karena kita sebagai bagian dari negara kepulauan, selain itu lomba gethek ini adalah wujud dukungan pemerintah Kabupaten Klaten pada pelestarian gethek di Kabupaten Klaten," ujar Hj. Sri Mulyani.

Lebih lanjut, diharapkan Hj. Sri Mulyani bahwa festival gethek ini mampu menjadi ciri khas wisata di Rowo Jombor sehingga dapat menarik minat berkunjung wisatawan. Ditambah moment bulan Syawal, sangat tepat setelah gerakan pembersihan tanaman enceng gondok, yang akan dilanjutkan penataan Rowo Jombor dengan menata warung apung, karamba, pemancingan, dan langkah - langkah strategis lainnya.

"Kami berharap dengan adanya festival gethek ini dapat menjadi ciri khas wisata di Rowo Jombor, selain itu momentum bulan Syawal dan gerakan pembersihan tanaman enceng gondok, yang akan dilanjutkan penataan Rowo Jombor, dengan menata warung apung, karamba, pemancingan, dan langkah - langkah strategis lainnya," ujar Hj. Sri Mulyani.

Pihaknya (Pemerintah Kabupaten Klaten) berharap, masyarakat terus kompak bersama - sama pemerintah daerah, dan komunitas pecinta lingkungan bekerja bersama, bergotong royong agar segera terwujud Rowo Jombor yang lebih baik bisa memberikan manfaat yang lebih banyak kepada masyarakat lebih luas.

Apel koordinasi pengamanan festival gethek di Rowo Jombor

Kegiatan ini juga melibatkan puluhan petugas dari relawan berbagai organisasi dan komunitas seperti Semut Geni Klaten, Kokam, LPB Muhamadiyah, Senkom, Banser, PMI, Relawan Info Seputar Wedi, serta relawan lain di Klaten, tim Sarda Klaten, BPBD Kabupaten Klaten, BBWS Bengawan Solo, TNI, Polri, Dishub Kabupaten Klaten, Satpol PP, dan masyarakat pada umunya. (Fera/ARS)

Sumber : Sekolah Sungai Kabupaten Klaten