Tertekan Kondisi Ekonomi Dan Seringnya Cekcok Dengan Suami, Seorang Ibu Rumah Tangga di Randugunting Nekat Gantung Diri -->

code ads


Tertekan Kondisi Ekonomi Dan Seringnya Cekcok Dengan Suami, Seorang Ibu Rumah Tangga di Randugunting Nekat Gantung Diri

Friday, June 15, 2018
Pemeriksaan tempat kejadian perkara oleh jajaran Polsek Bergas dan Polres Semarang

Ungaran, beritaglobal.net - Warga Dusun Kutan RT 03 RW 02, Desa Randugunting, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, dihebohkan oleh tewasnya seorang ibu rumah tangga, diduga gantung diri, Jumat (15/06/2018), sekira pukul 07.00 WIB, di pintu kamar rumahnya.

Dari hasil konfirmasi beritaglobal.net kepada Kasubbag Humas Polres Semarang AKP Teguh Susilo Hadi, korban diketahui berinisial SW (43), soeorang ibu rumah tangga, warga Dusun Kutan RT 03 RW 02, Desa Randugunting, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

Lebih lanjut disampaikan oleh AKP Teguh, kronologi ditemukannya korban telah meninggal dengan dugaan gantung diri bermula dari kedua anak korban sepulang menjalankan ibadah Sholat Ied di masjid setempat, Jumat (15/06/2018) sekira pukul 07.00 WIB, melihat korban (ibu kandung) sudah tergantung menggunakan tali di pintu kamar.

"Peristiwa ini, pertama kali diketahui oleh kedua anak kandung korban sepulang menjalankan ibadah sholat Ied, di masjid setempat, sekira pukul 07.00 WIB. Kedua anak korban mendapati ibu mereka telah tergantung dengan seutas tali tambang plastik di pintu kamar," ungkap AKP Teguh.

Menyaksikan ibunya tergantung, seorang anak korban berinisial JA (14), kemudian bergegas memberitahu saudaranya yang tak jauh dari tempat tinggal mereka, DS (35). Setibanya DS di rumah korban, kemudian bersama - sama JA, memegangi tubuh korban, sementara seorang anak korban lainnya berinisial AS (17), memotong tali tambang plastik yang digunakan untuk gantung diri.

Setelah tali tambang berhasil dipotong oleh AS, selanjutnya DS meraba nadi korban, dan ternyata korban telah meninggal dunia.

Peristiwa dugaan gantung diri SW, ditindaklanjuti oleh jajaran Polsek Bergas bersama dokter Yeti, petugas medis dari Puskesmas Bergas, untuk melakukan pemeriksaan awal pada kondisi jenazah korban serta mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Ditambahkan lebih lanjut oleh AKP Teguh, dari hasil olah TKP dan pemeriksaan pada tubuh korban, tidak ditemukan tanda - tanda kekerasan, dugaan sementara korban meninggal murni karena bunuh diri. Sementara itu, motif korban melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri diduga karena kondisi ekonomi dan seringnya korban cekcok dengan suami, dimana ditemukan sepucuk surat di dekat korban gantung diri.

"Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan kondisi jenazah korban, tidak ditemukan tanda - tanda kekerasan, dan kematian korban diduga karena bunuh diri. Sementara itu, motif korban melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri diduga karena kondisi ekonomi dan seringnya korban cekcok dengan suami, dimana ditemukan sepucuk surat di dekat korban gantung diri," ujar AKP Teguh.

Sementara itu, Kapolsek Bergas AKP Winarno, melalui Kasie Humas Polsek Bergas Aiptu Dwi Budiono, menyampaikan kepada beritaglobal.net, bahwa keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah, dan menyatakan tidak akan melakukan tuntutan hukum kepada siapapun serta menolak proses autopsi pada jenazah korban, melalui pernyataan tertulis yang diwakili oleh adik ipar korban serta disaksikan oleh aparatur desa setempat.

"Keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah, dan menyatakan tidak akan melakukan tuntutan hukum kepada siapapun serta menolak proses autopsi pada jenazah korban, hal ini dinyatakan dalam surat pernyataan tertulis yang diwakili oleh adik ipar korban serta disaksikan oleh aparatur desa setempat," tandas Kapolsek Bergas AKP Winarno, melalui Kasi Humas Polsek Bergas Aiptu Dwi Budiono. (Agus S)