Akhirnya, Direksi RSUD Salatiga Agendakan Pertemuan Dengan Suami Korban Dugaan Malpraktek Persalinan -->

code ads

Akhirnya, Direksi RSUD Salatiga Agendakan Pertemuan Dengan Suami Korban Dugaan Malpraktek Persalinan

Tuesday, July 17, 2018
Pertemuan pertama FJ (nomor 3 dari kiri), mendengarkan penjelasan dr. Syaifulhaq, M.Kes., S.Pa., selaku perwakilan RSUD Salatiga, Senin (16/07/2018). (Foto: LAPK SIDAK)

Salatiga, beritaglobal.net - Sehari setelah pertemuan antara Kasie Pelayanan Medik dr. Syaifulhaq Madudu, M.Kes., S.Pa., dengan FJ yang merupakan suami almarhum SR yang mengembuskan nafas terakhir setelah menjalani operasi cesar kelahiran anak ke 4 nya, di RSUD Salatiga, beberapa pekan lalu, akhirnya Direksi RSUD Salatiga bersedia bertemu dengan FJ.

Informasi perihal jadwal pertemuan tersebut disampaiakan oleh dr. Syaifulhaq Madudu, kepada perwakilan pihak FJ, Selasa (17/07/2018) siang, melalui sambungan telepon.

Dalam percakapan telepon tersebut, dr. Syaifulhaq menyampaikan bahwa Direktur RSUD Salatiga Sri Pamuji dan dirinya bersedia bertemu dengan FJ, guna melakukan klarifikasi dan upaya penyelesaian atas dugaan adanya malpraktek pada saat proses persalinan melalui operasi cesar pada mendiang SR.

"Bapak Direktur, bersedia untuk mengagendakan pertemuan dalam rangka klarifikasi dan upaya penyelesaian dugaan malpraktek proses persalinan istri FJ, besok pada hari Rabu (18/07/2018), sekira pukul 08.00 WIB di RSUD Kota Salatiga," ungkap dr. Syaiful melalui sambungan telepon.

Perihal agenda tersebut disambut baik oleh FJ, agar dirinya dapat segera berkonsentrasi untuk membesarkan anak - anaknya.

"Saya apresiasi agenda ini, semoga semua dapat selesai esok, mas. Setelah hal ini selesai saya akan berkonsentrasi pada bagaimana membesarkan anak - anak saya," ungkap FJ kepada beritaglobal.net, Selasa (17/07/2018) sore.

Diberitakan sebelumnya bahwa FJ, menduga telah terjadi malpraktek oleh tim medis RSUD Salatiga, pada saat proses persalinan anak ke 4 nya dengan jalan operasi cesar. Dirinya beranggapan observasi tim dokter kurang teliti dan telah memberikan anastesi yang berlebihan hingga istrinya tidak kunjung sadarkan diri pasca proses operasi berlangsung. Kondisi tersebut diperparah dengan meninggalnya istri FJ beberapa saat pasca persalinan. (Khoirul/Red)


Editor : Fera M