Diduga Selingkuhi Istri Seorang Pelaut, Oknum Dosen Polimarin Semarang Dipolisikan -->

code ads


Diduga Selingkuhi Istri Seorang Pelaut, Oknum Dosen Polimarin Semarang Dipolisikan

Monday, July 30, 2018
SY saat menunggu koordinasi dengan unit PPA Polrestabes Semarang di ruang Reskrim, Senin (30/07/2018). (Foto: Beritaglobal.net)

Semarang, beritaglobal.net - Setelah dikhianati oleh istri dan mantan rekan satu angkatannya semasa kuliah di sebuah sekolah tinggi pelayaran di Semarang, SY (31), warga Kabupaten Semarang, akhirnya tepati janji untuk lapor ke polisi atas dugaan perselingkuhan mereka.

SY tiba di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Senin (31/07/2018) siang dengan didampingi Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) Sidak.

Diberitakan sebelumnya bahwa aroma perselingkuhan yang dilakukan oleh istri SY, AS dan seorang oknum dosen di Politeknik Negeri Maritim Indonesia (Polimarin) Semarang berinisial BY, tercium oleh istri BY, yang kemudian menyampaikan perselingkuhan tersebut ke SY.

Kepada beritaglobal.net, Senin (30/07/2018), SY menjelaskan bahwa atas pengakuan istrinya, hubungan terlarang dengan BY telah terjadi sejak bulan Desember 2016 lalu hingga akhirnya terbongkar oleh istri BY, yang juga sebagai tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ungaran, Kabupaten Semarang, berinisial IR.

"Awalnya saya tidak tahu hubungan istri saya dengan BY sudah sejauh ini, hingga pada suatu ketika istri BY, menghubungi saya, saat saya masih berlayar di Arab Saudi," terang SY.

Dalam komunikasi via sambungan telepon dan pesan whatsapp, IR menyampaikan kepada SY bahwa dirinya (IR), memergoki AS dan BY di hotel Quest Semarang, setelah sebelumnya, BY mengaku pamit kepada IR ada tugas pekerjaan ke luar kota.

"IR, sampaikan ke saya, jika dia memergoki istri saya dan BY di loby hotel Quest Semarang pada bulan Desember tahun 2017, di pagi hari dengan melihat catatan di buku tamu hotel, bahwa mereka menginap satu kamar," imbuh SY.

Dilanjutkan oleh SY, bahwa peristiwa di hotel Quest itu terjadi setelah ada kesepakatan dari BY, IR, AS dan ibu mertuanya, bahwa mereka (BY dan AS), tidak akan berhubungan lagi, dengan sebuah pernyataan tertulis. Karena IR sering mendengar BY dan AS masih menjalin komunikasi, akhirnya ia berinisiatif membuntuti suaminya, hingga memergoki BY, suaminya bersama AS di hotel Quest Semarang.

"IR, sebelum memergoki suaminya dan istri saya di hotel Quest Semarang, setelah ia mendengar dari teman - temannya, kalau suaminya BY, masih sering berkomunikasi dengan istri saya, akhirnya ia membuntuti suaminya hingga mendapati mereka berdua di hotel Quest Semarang," ujar SY lebih lanjut.

Sampai akhirnya SY mengetahui hubungan terlarang istrinya dan BY, ia lalu meminta kakaknya untuk membantu menyelesaikan permasalahan istrinya dengan Pria Idaman Lain (PIL) sementara ia menunggu jadwal pulang dari berlayar. Namun dari hasil mediasi keluarga SY dengan BY dan IR, belum menemukan titik temu. Bahkan dinilai keluarga SY, bahwa BY terkesan menyepelekan permasalahan ini, dengan hanya berjanji akan membuat pengakuan tertulis yang disaksikan oleh kakak SY, Arso dan Saparudin dari Devisi Pemberdayaan Masyarakat LAPK Sidak, tanpa ada realisasi.

Itikad baik yang tidak kunjung ada dari BY, membuat SY akhirnya memutuskan mengadu ke Polrestabes Semarang, yang diterima bagian SPKT lalu dilanjutkan ke unit PPA Polrestabes Semarang, pada hari Senin (30/07/2018), dengan aduan Nomor : Rekom / 99 / VII / 2018 / SPKT / Jtg / Restabes Smg : Senin, 30 Juli 2018 : Pukul 13.30 WIB.

Atas perbuatan AS dan BY, hubungan rumah tangganya tidak harmonis lagi, dan anak semata wayang SY dikhawatirkan akan ikut terganggu psikologisnya. Atas pertimbangan keluarga dan mencari keadilan, SY akhirnya mengambil upaya hukum tersebut.

"Atas perimbangan keluarga dan hubungan keluarga kami yang jadi tidak harmonis, akhirnya upaya hukum saya tempuh untuk mencari keadilan," tandas SY. (KRS/Red)