Kelola Sampah Menjadi Berkah, Muatan Sosialisasi Program Non Fisik TMMD Reguler ke 102 Kodim 0714/Salatiga -->

code ads


Kelola Sampah Menjadi Berkah, Muatan Sosialisasi Program Non Fisik TMMD Reguler ke 102 Kodim 0714/Salatiga

Thursday, July 26, 2018
Kepala Seksi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Semarang, Edy Nuryanto saat memberikan pemaparan pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga di ruang pertemuan Balai Desa Bonomerto, Kamis (26/07/2018)

Salatiga, beritaglobal.net - Pelaksanaan karya bakti bidang TMMD Reguler ke 102 tahun anggaran 2018 Kodim 0714/Salatiga di Desa Bonomerto, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, memasuki minggu ke tiga, Kamis (26/07/2018).

Rangkaian program fisik dan non fisik telah menampakkan perkembangan yang signifikan. Pada program fisik TMMD Reguler ke 102 tahun 2018 di Desa Bonomerto diantaranya adalah pembangunan jalan penghubung antara Dusun Gedong dan Dusun Krajan, sejauh lebih kurang 1.150 meter, 11 unit pemugaran rumah tidak layak huni, 10 unit pembangunan jambanisasi, dan 1 unit pemugaran sarana ibadah berupa mushola.

Sementara itu, untuk program - program non fisik, Kodim 0714/Salatiga bersama dengan pemerintah Kabupaten Semarang, setiap harinya memberikan pembinaan dan penyuluhan terkait nilai - nilai kebangsaan, ketrampilan, kesehatan dan pemahaman hukum. Program non fisik terkait sosialisasi, setiap harinya dipusatkan di ruang pertemuan Balai Desa Bonomerto.

Pada Kamis (26/07/2018), diselenggarakan sosialisasi tentang pengelolaan sampah menjadi berkah dari satgas TMMD Reguler ke 102 tahun 2018 yang diwakili oleh Pembantu Letnan Satu (Peltu) Pamujiono, bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan Kabupaten Semarang,  Seksi Pengelolaan Sampah yang langsung disampaikan oleh Kepala Seksi Pengelolaan Sampah, Edy Nuryanto.

Dalam paparannya, Edy Nuryanto menyampaikan bagaimana cara mengelola sampah mulai dari lingkup rumah tangga. Pemilahan sampah di tahap awal (hilir) sangat penting untuk mengurangi beban pengadaan lahan pembuangan sampah.

"Sampah harus dikelola dari mulai rumah tangga dengan memilah sampah sejak awal. Hal ini untuk mengurangi beban pengadaan lahan pembuangan akhir sampah yang semakin hari bertambah luas," ungkap Edy kepada beritaglobal.net, Kamis (26/07/2018).

Lebih lanjut Edy menyampaikan bahwa tingkat kesadaran masyarakat menjadi kunci pokok keberhasilan pengelolaan sampah dari lingkup terkecil yaitu rumah tangga, dengan telah menerapkan praktek 3 R, Reduce (mengurangi), Reuse (memakai ulang), Recycle (daur ulang).

"Tingkat kesadaran masyarakat menjadi kunci pokok keberhasilan pengelolaan sampah dari lingkup terkecil yaitu rumah tangga, dengan telah menerapkan praktek 3 R, Reduce (mengurangi), Reuse (memakai ulang), Recycle (daur ulang)," tegas Edy Nuryanto.

Sinergitas dengan seluruh pihak dalam pengelolaan sampah dari hilir di wilayah Kabupaten Semarang, khususnya dalam karya bakti TMMD Reguler ke 102 tahun 2018, adalah momentum yang tepat untuk DLHK Kabupaten Semarang untuk memberikan pemahaman dan menjaring informasi awal tentang pengelolaan sampah kepada masyarakat desa.

Acara yang berlangsung sekira 90 (sembilan puluh) menit, menjadi ajang interaksi antara anggota karang taruna Desa Bonomerto dengan DLHK Kabupaten Semarang khususnya bidang pengelolaan sampah, secara langsung. Dari hasil tanya jawab dengan para peserta diketahui bahwa dukungan sarana dan prasarana dalam pengelolaan sampah hingga ke desa - desa sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Edy Nuryanto didampingi Peltu Pamujiono memberi penjelasan lebih rinci terkait pengelolaan sampah kepada Yosi, anggota karang taruna Dusun Mesu, Desa Bonomerto

Salah satu peserta dari anggota karang taruna Desa Bonomerto, Yosi (21), warga Dusun Mesu, menyatakan bahwa kesadaran dari warga desanya dirasa sudah ada, namun terkait penyuluhan tentang pengelolaan sampah dan informasi untuk memperoleh bantuan sarana prasana pengelolaan sampah masih dirasa minim.

"Kalau kesadaran tentang pengelolaan sampah dari warga desa, saya perhatikan sudah bagus mas, namun kami masih membutuhkan adanya sosilasiasi pengelolaan sampah lebih lanjut dan bagaimana cara memperoleh bantuan pengadaan sarana dan prasarana pengolah sampah," ungkapnya.

Selanjutnya, Yosi mengatakan, "Kami sangat berterima kasih dengan adanya karya bakti TMMD di desa kami, terutama hari ini, kami mendapatkan informasi mengenai pengelolaan sampah menjadi berkah, sangat bermanfaat bagi kami di karang taruna Desa Bonomerto," tandasnya. (Choerul/Red)

Editor : Fera M