Seakan Setang Kemudi Terkunci Satria FU Masuk Jurang, Ungkap Pengendaranya -->

code ads


Seakan Setang Kemudi Terkunci Satria FU Masuk Jurang, Ungkap Pengendaranya

Friday, July 27, 2018
Motor Suzuki Satria FU milik Bayu Prasetyo yang jatuh ke dasar jurang Sungai Mugur, Desa Bonomerto, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jumat (27/07/2018)

Ungaran, beritaglobal.net - Kecelakaan tunggal menimpa seorang pengendara sepeda motor Satria FU dengan Nopol H 2313 CP, di Jalan Raya Suruh - Karang Gede, tepatnya di samping Jembatan Mugur, Desa Bonomerto, Jumat (27/07/2018) sore sekira pukul 15.30 WIB.

Bayu Prasetyo (24), warga Kota Semarang terjatuh ke dalam jurang sedalam lebih kurang 10 meter, di dekat jembatan Kali Mugur, Desa Bonomerto, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.

Saat terjadi musibah tersebut, Bayu bersama seorang rekannya yang kebetulan mengendarai sepeda motor masing - masing, melintasi jalan menurun di dekat Jembatan Kali Mugur, Desa Bonomerto dari arah Suruh menuju Gemolong, ke rumah rekannya bernama Ismail (24).

Penampakan suasana jalan di sekitar jembatan Sungai Mugur, Desa Bonomerto, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang

Kepada beritaglobal.net pasca terjadinya musibah, Bayu bercerita tentang asal mula dirinya mengalami musibah tersebut.

"Saya dari Semarang mau main ke rumah Ismail, tiba di jalan menurun tadi tiba - tiba setang motor saya seperti terkunci," ungkap Bayu, sesaat setelah membersihkan diri dari lumpur sawah di sekitar Kali Mugur.

Motor Bayu saat masih di dasar jurang, diantara pepohonan pisang

Selanjutnya, dia menjelaskan tentang pilihannya yang lebih baik memasukkan motor ke jurang dari pada jatuh menghantam jembatan Mugur.

"Pilihan saya cuma dua dan singkat, saya jatuh dan kena jembatan atau saya masukkan motor disela tiang listrik dan jembatan, karena kondisi tepi jalan menikung dan berpasir, mas," imbuh Bayu kepada beritaglobal.net, Jumat (27/07/2018), pasca kecelakaan.

"Pilihan memasukkan motor ke jurang, Alhamdulillah menjadi pilihan tepat, saya masih selamat dan tidak mengalami luka sedikitpun, tapi motor Satria saya ya itu, remuk bagian depannya, karena pas jatuh, tadi langsung nyungsep di antara pepohonan pisang," jelas Bayu, seraya meminum teh panas yang disediakan oleh pemilik warung makan Lamongan di samping jembatan.

Sementara itu, salah satu warga masyarakat yang kebetulan melihat detik - detik Bayu dan motornya jaruh ke jurang, Basiroh (47), mengaku kaget dan gemetar, sehingga ia memutuskan untuk segera pulang.

"Saya tadi masih di warung menghadap ke arah jembatan, tiba - tiba melihat sepeda motor masuk kali, karena takut dan ndak kuat melihat darah, saya pilih segera pulang.," ungkap Basiroh saat bertemu di dekat bengkel motor Desa Bonomerto.

Warga lain, Mansyur (53) yang turut membantu proses evakuasi sepeda motor Bayu dari dalam dasar jurang, menuturkan bahwa dirinya merasa bersyukur karena Bayu masih sehat, karena menurut catatan warga sekitar, setiap kali ada kecelakaan di area jembatan, pasti ada korban jiwa.

"Saya tadi bersyukur, saat melihat mas Bayu masih bisa berjalan dan dalam kondisi sehat. Karena menurut warga sini, setiap ada kecelakaan di sekitar jembatan, pasti ada korban jiwa," tandas Mansyur.

Bayu bersama Ismail dan Mansyur pasca musibah, memeriksa kerusakan motor Suzuki Satria FU yang hancur di bagian depan

Kondisi jalan yang menurun panjang dan diujungnya terdapat tikungan tajam dan penyempitan badan jalan dengan adanya jembatan, diduga warga menjadi penyebab bila terjadi kecelakaan, terlebih bagi pengendara dari luar kota yang belum hafal kondisi jalan di sekitar Desa Bonomerto. (Choerul/Red)