Dinas PU Kabupaten Semarang Mediasi Warga Sukorejo Dengan Kontraktor Pemenang Tender Proyek Peningkatan Jaringan Daerah Irigasi (DI) Mejing -->

code ads


Dinas PU Kabupaten Semarang Mediasi Warga Sukorejo Dengan Kontraktor Pemenang Tender Proyek Peningkatan Jaringan Daerah Irigasi (DI) Mejing

Sunday, August 19, 2018
Penandatanganan berita acara kesepakatan warga Dusun Mejing dengan Kontraktor pelaksana proyek peningkatan jaringan irigasi DI Mejing, DPUPR Kabupaten Semarang dan Pemerintah Desa Sukorejo, di Balai Desa Sukorejo, Kamis (16/08/2018)

Ungaran, beritaglobal.net - Proses pembangunan tidak sepenuhnya berjalan mulus. Hambatan komunikasi sering kali menjadi penyebab tertunda atau bahkan terhentinya sebuah proyek pembangunan nasional maupun daerah.

Seperti terjadi pada pengerjaan proyek peningkatan Daerah Irigasi (DI) Mejing di wilayah Dusun Mejing, Desa Sukorejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Dikarenakan minimnya komunikasi dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (DPU PR) Kabupaten Semarang, Kontraktor/pemborong proyek dan pemerintah Desa Sukorejo kepada masyarakat di sekitar lokasi proyek, sempat terjadi penutupan jalan menuju akses pengerjaan proyek peningkatan DI di Sungai Mejing, Jumat (10/08/2018) lalu.


Suasana penutupan jalan akses truk material ke area proyek peningkatan jaringan DI Mejing oleh warga Dusun Mejing dan Dusun Randu Rancang

Dalam isi protesnya sebagai daerah terdampak, warga Dusun Mejing mempertanyakan komitmen kontraktor dan pemerintah terkait perbaikan jalan yang rusak sebagai akibat akses keluar masuk kendaraan pengangkut material dan alat berat.

Menindaklanjuti keberatan warga Dusun Mejing, Pemerintah Kabupaten Semarang di bawah koordinasi DPU PR mengadakan mediasi untuk mencari solusi terbaik demi lancarnya proses pembangunan di Balai Desa Sukorejo, Kamis (16/08/2018).

Acara mediasi yang di pimpin oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) DPUPR Kabupaten Semarang Fajar Eko P, bersama Komandan Koramil (Danramil) 08/Suruh, Kanit Sabhara Polsek Suruh Aiptu B. Prasetyo, Direktur CV. Ungaran Mas selaku kontraktor pelaksana, Kepala Desa (Kades) Sukorejo Athoilah, berjalan interaktif dan pada akhirnya menghasilkan beberapa kesepakatan bersama demi kelancaran pembangunan peningkatan DI Mejing.

Diungkapkan oleh Amin (60), selaku Ketua RT 16 Dusun Mejing kepada beritaglobal.net disela - sela mediasi yang dihadiri oleh puluhan warga Dusun Mejing, bahwa pada pelaksanaan proyek peningkatan DI Mejing, warga belum pernah menerima informasi detail terkait kompensasi perbaikan kembali jalan dusun yang rusak sebagai akibat perlintasan alat berat dan kendaraan pengangkut material. Sementara selama pengerjaan peningkatan DI Mejing, perwakilan kontraktor enggan diajak berunding dengan warga dan terkesan menghindari pertemuan dengan warga Dusun Mejing.

"Kami selaku warga Dusun Mejing, kurang mendapatkan informasi detail terkait pengerjaan peningkatan DI Mejing dari pemerintah Desa dan kontraktor pelaksana, sebelum jalan kami tutup, pihak kontraktor sangat sulit sekali kami ajak berdialog, hingga akhirnya aspirasi kami dapat tersalurkan dan dipertemukan dalam acara ini," ungkap Amin.

Warga Dusun Mejing dan Randurancang sebetulnya hanya menanyakan terkait komitmen kontraktor memperbaiki jalan dusun yang rusak sebagai akibat akses truk pembawa material dan alat berat, serta mengklarifikasi adanya dugaan bahwa ada oknum perangkat Desa Sukorejo menerima sejumlah uang dari kontraktor pelaksana peningkatan DI Mejing.

"Selain komunikasi dengan kontraktor yang terhambat, diantara kami berkembang issue jika ada oknum perangkat desa yang menerima sejumlah uang dari pihak kontraktor, menambah spekulasi negatif di warga Masyarakat," imbuh Amin.

Namun, keresahan warga terjawab dari hasil mediasi, yang menyatakan bahwa pihak kontraktor tidak pernah memberikan sejumlah uang, dan semua issue yang beredar di masyarakat hanyalah kesalahfahaman karena belum bertemunya semua pihak untuk membahas kejelasan jalannya proyek seperti diungkap oleh Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Semarang untuk proyek Peningkatan DI Mejing, Fajar Eko P, “Penutupan jalan oleh warga adanya kesalah pahaman warga karena kurangnya informasi detail, warga mendukung jalannya proyek peningkatan DI Mejing, jaminan perbaikan akses jalan di tanggung oleh pihak kontraktor dengan perbaikan seluruh jalan yang rusak setelah selesainya proyek peningkatan jaringan irigasi DI Mejing dengan sebuah surat pernyataan dan dihadapan warga dengan dasar pernyataan kesanggupan yang telah dikrimkan ke Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Semarang dan kemudian semua yang hadir di dalam mediasi menandatangani hasil kesepakatan mediasi, dan telah dinyatakan langsung dari Direktur CV. Ungaran Mas bahwa pihaknya tidak mengeluarkan uang sepeserpun kepada oknum aparatur Desa Sukorejo,” ungkap Fajar Eko P.

Sementara itu, Kapolsek Suruh yang diwakili oleh Kanit Sabara Aiptu B. Prasetyo kepada beritaglobal.net, menyampaikan, “Pihak Polsek hanya menjembatani saja semua penyelesaian permasalahan di masyarakat, untuk memperlancar komunikasi, dan dihimbau kepada seluruh masyarakat dapat menyalurkan aspirasinya melalui jalur birokrasi yang ada,” ungkap Aiptu B. Prasetyo.

Senada dengan Kanit Sabara Polsek Suruh, Komandan Koramil (Danramil) 08/Suruh Kapten Infantri Tarimo selepas acara mediasi, menyampaikan kepada beritaglobal.net bahwa “Masyarakat sepenuhnya mendukung, namun adanya salah pengertian disebabkan karena tidak adanya komunikasi menyeluruh antara pemenang tender dan masyarakat, saya himbau sebelum jalannya proyek ” ungkap Kapten Tarimo.

Saat ditanyakan terkait pembuangan bendera merah putih di lokasi penutupan, Kapten Infantri Tarimo mengatakan, “Saya belum cek lokasi, namun saya rasa hal itu hanya masalah individu saja, dan saya yakin tidak ada maksud lain dari peristiwa itu,” tandas Kapten Inf Tarimo.

Kemudian Direktur CV. Ungaran Mas selaku kontraktor pemenang tender peningkatan DI Mejing, Prasetyo Among Krismono, menyampaikan kepada beritaglobal.net tentang apa yang telah dilakukan oleh pihaknya dalam pengerjaan proyek peningkatan DI Mejing, “Ini saya rasa awal yang baik, karena di awal pengerjaan proyek kami hanya mengkomunikasikan kepada pihak Pemerintah Desa Sukorejo dalah hal ini Kades dan Kadus dengan surat – menyurat, namun mungkin masyarakat masih kurang bisa memahami, kami menyadari bahwa warga meminta keterbukaan, namun dengan adanya pertemuan ini, menjadi evaluasi untuk kami selaku kontraktor pemenang tender, kami terbuka untuk masukan demi perbaikan kinerja,” tandas Prasetyo yang akrab disapa Pulung.

Secara terpisah, Kades Sukorejo Athoilah menghimbau kepada warga masyarakat, “harapan kami dengan adanya sosialisasi ini, tidak ada kesalah fahaman kembali antara masyarakat dengan kontraktor. Kami menyadari bahwa DI Mejing ini sudah digadang – gadang oleh warga masyarakat, karena sudah lama pembangunan DI Mejing ini sudah dinanti sejak tahun 2001,” harap Kades Sukorejo.

Ketika ditanyakan terkait adanya dugaan aliran dana dari kontraktor ke oknum aparatur pemerintah Desa, Kades Sukorejo Athoilah menyampaikan, “Ya mungkin Karena adanya kesalah fahaman, jadi kami tidak mengetahui dari mana issue penerimaan uang itu merebak, karena dari pihak kontraktor pun merasa keberatan jika mengeluarkan uang sejumlah puluhan juta, dan kedepannya kami sosialisasikan semua program pembangunan melalui perkumpulan – perkumpulan masyarakat Desa Sukorejo, seperti perkumupulan pengajian Yasin yang rutin dilakukan setiap malam Jumat,” tutup Kades Sukorejo kepada beritaglobal.net. (Agus S/Choerul)