Duver Fair BP2P2VRP Salatiga, Wahana Edukasi Tentang Penyakit Tular Vektor dan Reservoir Kepada Masyarakat Umum dan Dunia Pendidikan

Iklan Semua Halaman

Dibutuhkan Kontributor Berita Global Dot Net di Wilayah Indonesia - Ingin Gabung Kontak WA 081226637986

Duver Fair BP2P2VRP Salatiga, Wahana Edukasi Tentang Penyakit Tular Vektor dan Reservoir Kepada Masyarakat Umum dan Dunia Pendidikan

Thursday, August 23, 2018
Pelepasan balon oleh Plh Walikota Salatiga Muh Harris, M.Si., bersama Kepala BP2P2VRP Joko Waluyo, S.T., M.Sc., P.H., sebagai tanda pembukaan resmi Duver Fair dua hari di halaman museum Duver BP2P2VRP Salatiga, disaksikan segenap pimpinan OPD Pemerintah Kota Salatiga, Siswa Siswi TK, SD dan SLTP dari Kota Salatiga, Kamis (23/08/2018). (Foto: Fera/Yanlit BP2P2VRP Salatiga) 

Salatiga, beritaglobal.net - Telah dimuat di berita sebelumnya mengenai acara Duver Fair yang diselenggarakan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP), dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke -73 tahun 2018, selama dua hari Kamis (23/08/2018) hingga Jumat (24/08/2018).

Duver Fair resmi dibuka oleh Plh Walikota Salatiga Muh Harris, M.Si., bersama Kepala BP2P2VRP Joko Waluyo, S.T., M.Sc., P.H., pada hari ini Kamis (23/08/2018) pagi. Dalam prosesi upacara pembukaan yang digelar di halaman museum Duver tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Salatiga atau yang mewakili, diantaranya dari Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan Kota Salatiga, Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Salatiga, Camat Mangunsari, Polsek Sidomukti, serta siswa/siswi SD Negeri Gendongan 2 Salatiga, SD Negeri Salatiga 10, MI Mangunsari dan TK Kartika Salatiga.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala B2P2VRP Salatiga, Joko Waluyo, S.T., M.Sc., P.H., dalam sambutannya menerangkan bahwa Duver Fair 2018 yang akan berlangsung selama 2 hari berturut-turut sejak Kamis (23/08/2018) hingga Jumat (24/08/2018) tersebut bertujuan untuk memberikan pendidikan penyakit tular vektor kepada masyarakat umum khususnya kepada para pelajar SD dan SMP yang ada di kota Salatiga.

"Duver Fair kami selenggarakan bertujuan salah satunya adalah dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke - 73, selama dua hari ke depan, selain itu, kami bermaksud memberikan edukasi kepada masyarakat umum dan khususnya kepada siswa/siswi sekolah di seluruh Kota Salatiga mengenai penyakit tular vektor," kata Joko Waluyo dalam isi awal sambutannya.

Lebih lanjut, disampaikan Joko Waluyo dalam sambutannya, "Diharapkan dengan acara ini masyarakat menjadi lebih paham tentang segala bentuk penyakit yang ditularkan oleh vektor dan reservoir seperti nyamuk, lalat, tikus dan kelelawar sehingga masyarakat bisa secara mandiri mengendalikan paparan dan penyebaran penyakit tersebut," imbuh Joko Waluyo.

Selepas Kepala BP2P2VRP Joko Waluyo memberikan sambutan, berlanjut pada sambutan Plh. Walikota Salatiga Muh Harris, M.Si., yang intinya memberikan arahan dan harapan yang besar bagi kemaslahatan umat terhadap acara yang digelar oleh B2P2VRP selama dua hari kedepan.

Plh Walikota Salatiga Muh Harris, M.Si., mencoba makanan khas Kabupaten Semarang di salah satu stan bazar bersama Kepala BP2P2VRP Joko Waluyo dan Kasie Pelayanan dan Penelitian BP2P2VRP Lulus Susanti

Acara Duver Fair resmi dibuka dengan pelepasan balon oleh Plh. Walikota Salatiga didampingi oleh Kepala B2P2VRP Salatiga dilanjutkan kunjungan Plh Walikota Salatiga ke museum Duver dan stan bazar sebelum, meninggalkan acara Duver Fair 2018, Kamis (23/08/2018).

Plh Walikota Salatiga Muh Harris, M.Si., melihat koleksi spesimen serangga di dalam museum Dufer BP2P2VRP Salatiga melalui alat pemutar khusus

Disela - sela berjalannya acara Duver Fair, kepada beritaglobal.net, Joko juga mengungkapkan, "Acara kali ini dikemas sedemikian rupa untuk para siswa TK, SD dan SMP, sehingga pembelajaran terhadap suatu ilmu pengetahuan itu dapat dilaksanakan dalam situasi yang gembira, rileks dan tidak membosankan. Hal ini dimaksudkan untuk bisa memancing keingintahuan siswa terhadap masalah kesehatan supaya mereka memiliki kecintaan terhadap dunia penelitian sejak dini," kata Joko Waluyo.

Ratusan siswa/siswi sekolah dari TK, SD, SMP di Kota Salatiga mengikuti pemaparan dari staff penelitian BP2P2VRP selama mengikuti Duver Fair, Kamis (23/08/2018)

Melanjutkan informasi seluruh aktifitas Duver Fair, Joko Waluyo menunjukkan stan - stan bazar, yang diisi stan makanan sehat, dan stan produk - produk ketrampilan yang dikelola oleh Darma Wanita BP2P2VRP Salatiga, serta aksi bakti sosial donor darah bekerja sama dengan PMI Kota Salatiga.

"Selain kegiatan yang bersifat ilmiah, acara Duver Fair kali ini juga dimeriahkan dengan bazar makanan sehat untuk pemenuhan gizi yang seimbang bagi masyarakat serta kegiatan donor darah yang bertujuan sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama," terang Joko Waluyo kepada beritaglobal.net, Kamis (23/08/2018).

Acara yang dihadiri oleh tidak kurang dari 400 siswa TK dan SD dan 26 stand usaha kecil ini berhasil mengumpulkan kurang lebih 30 kantong darah dari para pendonor yang terdiri dari karyawan/karyawati B2P2VRP serta masyarakat umum.

Secara terpisah sebelum dimulainya acara pembukaan Duver Fair, Kepala Sekolah Taman Kanak - Kanak (TK) Kartika 924 Yonif 411/Makutarama Indar (Iin) Sri Wijayati, S.Pd.Paud menyampaikan harapannya kepada beritaglobal.net terkait manfaat Duver Fair BP2P2PVRP Salatiga terhadap siswa/siswi di sekolah taman kanak - kanak yang dipimpinnya untuk lebih mengenal tentang nyamuk dan serangga lainnya serta potensi penyakit yang ditularkan melalui nyamuk, tikus, kecoa dan serangga lainnya.

"Harapan kami selaku tenaga pendidik di TK Kartika 924/Yonif 411, agar para siswa/siswi kami lebih mengerti dan kenal lebih jauh tentang nyamuk, tikus, kecoa dan serangga lainnya, serta potensi penyakit yang dapat ditularkan melalui hewan - hewan tersebut," ungkap Iin kepada beritaglobal.net, Kamis (23/08/2018).

Selanjutnya Iin, menegaskan bahwa kunjungan TK Kartika ke acara Duver Fair ini juga menjadi bagian pendidikan luar sekolah (field trip) sekolahnya.

"Acara kunjungan ini juga menjadi bagian pembelajaran di luar lingkup sekolah (fieldtrip)," tegas Iin. (Fera/Choerul)

Berita sebelumnya : Sejauh Apa Pengetahuan Anda Tentang Nyamuk, Mau Tahu Lebih Detail, Jawabnya Ada di Duver Fair