Emas Hijau Idola Para Petani di Wilayah Pakis Kabupaten Magelang -->

code ads


Emas Hijau Idola Para Petani di Wilayah Pakis Kabupaten Magelang

Tuesday, August 28, 2018
Ikatan daun tembakau milik Mahmudi, salah satu petani tembakau di Dusun Bowangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. (Foto: Ady)

Magelang, beritaglobal.net - Panen raya tembakau setiap tahunnya ada di periode bulan Agustus hingga bulan September. Seperti halnya yang terjadi di wilayah Pakis Magelang dan sekitarnya, para petani tembakau melakukan panen raya.

Sebagai bahan baku utama dalam industri rokok, penanaman tembakau membutuhkan waktu sekitar 6 bulan hingga siap waktu panen. Satu batang pohon tembakau biasanya menghasilkan sebanyak 25 - 30 lembar daun dari bagian bawah sampai pucuk atau sekitar 2,5 Kg.

Harga jual daun tembakau pun bervariasi. Pada periode panen tahun ini, harga daun tembakau basah di para pengepul (pengrajang), mencapai harga Rp 6.000,- hingga Rp 7.000,- per Kilogram (Kg). Sedangkan untuk daun bagian atas, bila dibeli secara borongan, hanya bernilai sebesar Rp 5.000,- hingga Rp 5.500,-.  Sementara daun paling bawah biasanya di buat Krosok (Bahan pembuatan rokok cerutu), di pasarkan dengan nilai jual Rp 1.000,- per Kg.

Salah seorang petani tembakau asal Dusun Bowangan, Desa/Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Mahmudi (39), menuturkan bahwa tiap batang tembakau akan terbagi menjadi tiga kelas daun.
"Daun tembakau paling bawah dinamai (kepresan) dan daun tembakau bagian tengah disebut (tenggokan), sementara yang paling atas dengan kualitas terbaik yaitu (Kepolo). Kepolo, inilah mempunyai nilai harga paling mahal," kata Mahmudi kepada beritaglobal.net, Selasa (28/08/2018).

Daun - daun tembakau yang telah dipetik diikat dengan berat rata - rata 3 Kg per ikatnya, hal ini adalah untuk mempermudah proses pengolahan. Daun tembakau yang populer dengan istilah emas hijau ini, ditumpuk selama lebih kurang 6 hingga 7 hari untuk proses pematangan. Daun yang sudah matang dan siap dijemur dibawah terik matahari, akan berubah warna menjadi kekuningan.

"Untuk harga daun tembakau ini tidak tentu, dan pada tahun ini harga tersebut sudah umum, dan ini sudah di syukuri oleh petani, memang kadang bisa mencapai harga sepuluh ribu rupiah, namun kadang juga hanya laku sekitar tiga ribu rupiah per kilonya," tandas Mahmudi. (Ady P/Eko)