Masa Reses Adalah Waktu Untuk Serap Aspirasi Rakyat, Bukan Waktu Untuk Istirahat!!

Iklan Semua Halaman

Dibutuhkan Kontributor Berita Global Dot Net di Wilayah Indonesia - Ingin Gabung Kontak WA 081226637986

Masa Reses Adalah Waktu Untuk Serap Aspirasi Rakyat, Bukan Waktu Untuk Istirahat!!

Saturday, August 25, 2018
Aspariyanti Ratnaningsih, S.E., (ketiga dari kiri) sewaktu menghadiri pertemuan dengan seluruh elemen masyarakat Kecamatan Susukan dalam menjalani masa reses sidang DPRD Kabupaten Semarang, guna menyerap aspirasi masyarakat untuk pembangunan wilayah Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Sabtu (25/08/2018). (Foto: PAC PDIP Kecamatan Susukan)

Ungaran, beritaglobal.net - Masa Reses untuk setiap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) maupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota, digunakan untuk tetap bekerja di luar masa sidang.

Pada masa reses sidang di DPRD Kabupaten Semarang, digunakan oleh anggotanya turun ke daerah pemilihan baik perseorangan maupun berkelompok. Hal ini juga tampak pada kegiatan reses seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Semarang, khususnya di wilayah Kecamatan Susukan, Sabtu (25/08/2018).

Dihadiri oleh seluruh kader Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Susukan, pengurus ranting, forum komunikasi pimpinan Kecamatan Susukan (Forkompimcam), tokoh masyarakat, ratusan anggota karang taruna dan ketua RT serta Ketua RW se - Kecamatan Susukan, masa reses anggota DPRD Kabupaten Semarang dari Fraksi PDI Perjuangan, menerima beberapa usulan masyarakat terkait program pembangunan untuk perubahan anggaran tahun 2018 dan rencana pembangunan tahun anggaran 2019.

Disampaikan oleh Aspariyanti Ratnaningsih, S.E. (48), anggota DPRD Kabupaten Semarang dari Fraksi PDI Perjuangan, kepada beritaglobal.net, Sabtu (25/08/2018), dalam masa reses kali ini, dirinya menyerap aspirasi untuk anggaran perubahan tahun 2018 untuk wilayah Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang adalah untuk kelompok kesenian sebanyak 20 unit, jalan poros desa sebanyak 5 titik, jaringan irigasi tingkat usaha tani (JITUT) sebanyak 2 titik. Sedangkan untuk aspirasi rencana pembangunan tahun anggaran 2019 adalah berupa bantuan kelompok kesenian sebanyak 12 kelompok, pembangunan tempat ibadah sebanyak 12 titik, pemugaran rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 20 unit, pembangunan jalan poros desa sebanyak 2 titik, pembangunan jitut sebanyak 2 titik, pengadaan kendaraan roda tiga untuk operasional pengelolaan sampah sebanyak 2 unit, pompa air untuk peningkatan penyediaan saran air bersih sebanyak 2 buah.

"Harapan saya, semakin banyak Anggaran Pendapaatan Belanja Daerah (APBD) yang diperuntukkan untuk kegiatan peningkatan perekonomian masyarakat kecil, selain untuk anggaran yang ditujukan untuk pembangunan fisik," imbuh Aspariyanti Ratnaningsih, S.E., kepada beritaglobal.net.

Masih menurut Ning (sapaan akrab Aspariyanti Ratnaningsih, S.E.), "Kalau untuk kegiatan ekonomi kemasyarakatan semakin besar, sudah barang tentu ekonomi masyarakat akan meningkat sehingga kata - kata Adil dan Makmur itu tidak hanya slogan saja," ucapnya bersemangat.

Selanjutnya Ning juga berharap bahwa semua perangkat desa dan kepala desa berperan aktif dan transparan dalam menggunakan setiap dana pembangunan untuk rakyat.

"Dengan sangat saya mengharapkan, semua perangkat dan kepala desa bisa semakin aktif dan transparan dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes), di masing - masing desa. Sehingga masyarakat bisa ikut mengawasi dan ikut merasa memiliki tanggung jawab untuk bisa menjalankan pembangunan dengan baik dan tepat sasaran," harap Ning lebih lanjut.

Aspraiyanti Ratnaningsih, S.E., mempunyai prinsip dalam mengemban tugas sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten Semarang yang selalu dipegang teguh yaitu dapat selalu memberi manfaat kepada sesama dan lingkungan sekitar.

"Sebagai anggota DPRD Kabupaten Semarang, saya hanya ingin berharap bahwa apa yang saya lakukan dan apa yang sekarang saya kerjakan bisa bermanfaat untuk masyarakat dan bisa dinikmati hasilnya juga oleh masyarakat, karena sebaik- baiknya manusia apabila bisa bermanfaat untuk sesama manusia," tandas Ning kepada beritaglobal.net, dan menurut Ning, masa reses sidang bukan waktu untuk beristirahat, namun tetap bekerja untuk rakyat.

"Reses bukan untuk beristirahat, tapi untuk bekerja menyerap aspirasi rakyat!" ucapnya tegas.

Secara terpisah, seorang pemuda anggota karang taruna dari wilayah Desa Susukan yang enggan disebutkan namanya, merasa bersyukur memiliki wakil rakyat yang selalu bisa mendengarkan aspirasi rakyat dan tidak berpangku tangan serta hanya menikmati fasilitas yang diberikan oleh negera.

"Saya bersyukur ada bu Ning, beliau adalah contoh wakil rakyat yang selalu memikirkan dan berpihak pada rakyat, tidak hanya berpangku tangan dan menikmati semua fasilitas dari negara," ungkapnya. (Choerul/Red)