Ratusan Warga Gandon Berjama'ah Sholat Idul Adha di Masjid Nurul Huda -->

code ads


Ratusan Warga Gandon Berjama'ah Sholat Idul Adha di Masjid Nurul Huda

Wednesday, August 22, 2018
Muhrohim menyampaikan khotbah Idul Adha di hadapan ratusan jama'ah Masjid Nurul Huda, Dusun Kendal, Desa Gandon, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Rabu (22/08/2018). (Foto:Wahono)


Temanggung, beritaglobal.net - Masyarakat Dusun Kendal, Desa Gandon, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung dan sekitarnya melaksanakan Sholat Idul Adha 1439 H/2018 di Masjid Nurul Huda, Rabu (22/08/2018).

Sholat Idul Adha dihadiri oleh ratusan jama'ah diantaranya para kyai, ustazd, tokoh masyarakat, perangkat desa dan masyarakat umum.

Bertindak selaku Imam masjid Ka'im (43) dan khatib Muhrohim (42), dan dalam isi khotbahnya, Muhrohim mengajak kepada seluruh jama'ah untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diterima.

Disampaikan lebih lanjut oleh Muhrohim, "Berkorban mempunyai arti yang luas bagi kita semua yaitu bagaimana kita mempunyai keikhlasan dalam melaksanakan perintah Allah SWT termasuk dalam berkorban pada hari ini yang merupakan simbol dari memotong hawa nafsu kehewanan yang melekat pada diri kita semua," ungkapnya.

Muhrohim melanjutkan, bahwa hikmah dari Idul Adha ini diantaranya, seluruh umat Islam diharapkan memegang teguh amanah dan tanggung jawab dalam menunaikan tugas sebagai utusan/khalifah Allah SWT di muka bumi.

"Berikan yang terbaik kepada keluarga, masyarakat dan negeri ini dengan keikhlasan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita masing - masing," ucap  Muhrohim.

Tak hanya itu, Muhrohim selaku khotib juga mengajak kepada seluruh jama'ah yang hadir untuk senantiasa memiliki rasa optimisme yang kuat.

Dicontohkan olehnya, Nabi Ibrahim beserta keluarganya harus berjalan hijrah dari negeri yang makmur (Mekkah) ke negeri yang tandus (Madinah) serta mengikhlaskan anaknya untuk di korbankan demi mendapatkan suatu predikat Ketaqwaan. Namun Nabi Ibrahim selalu optimis bahwa apa yang di perintahkan Allah SWT pasti akan ada hikmahnya.

Selain itu nilai-nilai yang terkandung adalah memperkaya kerja sama dengan kapasitas yang unggul dimana Nabi Ibrahim dengan berat hati menyembelih anaknya. Hal ini mencerminkan hubungan antara ayah dan anak terjalin dengan baik dan ini mempunyai arti luas bahwa antara pimpinan dan bawahan harus selalu kompak dan bersatu padu dalam mensukseskan tujuan yaitu rasa aman dan sejahtera.

Kerjasama ini akan terwujud karena adanya kepercayaan antara kita semua baik pimpinan dan bawahan dengan semangat berqurban mari kita berikan yang terbaik untuk keluarga masyarakat bangsa dan negara yang kita cintai.

Bagi umat Islam pada umumnya, Idul Adha mengandung hikmah yang sangat luar biasa, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. "Tulus dan iklas menjalankan perintah-Nya sesulit dan seberat apapun perintah itu (disiplin dan loyalitas) menjadi suatu makna yang kita peroleh," imbuh Muhrohim.

Semangat rela berkorban, bukan hanya harta/benda bahkan nyawa sekalipun siap untuk dikorbankan untuk membela kebenaran, bangsa dan negara, seperti apa yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS.

Semangat kepedulian sosial, peduli terhadap kesulitan masyarakat di sekelilingnya. Dengan berqurban setidaknya kita dapat berbagi dengan masyarakat, khususnya mereka yang kurang beruntung. Serta menjaga sikap rendah hati. Dengan melaksanakan  sholat berjama'ah, bahwa dimata Allah semua sama, bukan status, pangkat dan jabatan yang membedakan manusia namun tingkat keimanan dan ketaqwa'anlah yang membedakannya.

Diakhir khotbahnya, khotib berharap melalui Idul Adha mampu mengantar seluruh umat muslim menjadi umat yang beriman dan bertaqwa, profesional, rela berkorban, rendah hati dan manunggal dengan rakyat.

Sholat Idul Adha di Masjid Nurul Huda diakhiri dengan seluruh berjabat tangan dari seluruh jama'ah sholat sebagai bentuk rasa saling memaafkan, karena dorongan kesadaran bahwa saling memaafkan ini diimplementasikan dalam kehidupan sehari - hari dalam bermasyarakat. (WAH/Ratma)