Ribuan Orang Turun Tangan Dalam Kegiatan Program Kali Bersih dan Save Rawa Pening 3, Demi Peningkatan Kualitas Air Sungai -->

code ads


Ribuan Orang Turun Tangan Dalam Kegiatan Program Kali Bersih dan Save Rawa Pening 3, Demi Peningkatan Kualitas Air Sungai

Sunday, August 26, 2018
Aktifitas Prokasih dan Save Rawa Pening oleh ribuan orang yang tergabung dalam komunitas peduli Rawa Pening, mengambil sampah di badan sungai untuk meningkatkan kualitas air sungai yang bermuara ke Rawa Pening, Minggu (26/08/2018). (Foto: BPBD Kab. Semarang)

Ungaran, beritaglobal.net – Program Kali Bersih (Prokasih) adalah agenda rutin setiap Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan di setiap Kabupaten/Kota se-Indonesia sejak di canangkan oleh Menteri Lingkungan Hidup melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 35 Tahun 1995 silam.

Dalam melaksanakan agenda prokasih, Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan Kabupaten Semarang menggandeng seluruh unsur masyarakat, mulai dari aparatur pemerintah, TNI/Polri, relawan peduli lingkungan, dunia pendidikan, pelaku usaha dan dunia industry, seperti pada agenda tahunan Prokasih dan Save Rawa Pening ke – 3, di Lapangan Tambak Boyo, Ambarawa, Minggu (26/08/2018).

Dibuka langsung oleh Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugroho, S.H., Prokasih dan Save Rawa Pening ke – 3 tahun 2018 kali ini, dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Ketua Komisi C dan D DPRD Kabupaten Semarang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan Provinsi Jawa Tengah Ir. Sugeng Riyanto, M.Sc., Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Drs. Gunawan Wibisono, Forkompimcam Ambarawa, tokoh masyarakat, Saka Kalpataru, perwakilan perusahaan swasta, pelajar/mahasiswa, relawan lintas komunitas peduli lingkungan dan perwakilan siswa/siswi SD hingga SMA se Kabupaten Semarang, TNI/Polri.

Penyerahan alat kerja secara simbolis oleh Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugroho, S.H., kepada perwakilan peserta Prokasih dan Save Rawa Pening ke 3, Minggu (26/08/2018)

Dalam kata sambutan pembukaannya, Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugroho, S.H., “Ucapan syukur kepada Tuhan YME, bahwa Gerakan Program Kali Bersih (Prokasih) dan Save Rawa Pening 3 dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 73 tahun 2018 dapat terlaksana,” buka Ngesti Nugroho dalam kata sambutannya mewakili Bupati Semarang yang kebetulan berhalangan hadir.
Melanjutkan pidatonya, Ngesti menyampaikan, “Dengan jumlah penduduk Kabupaten Semarang yang mencapai lebih dari 1.014.000 jiwa, dan bila diasumsikan per orang menghasilkan sampah 0,8 Kg per hari maka produksi sampah mencapai lebih kurang 135 ton/hari, data DLHK Kabupaten Semarang, di TPA Blondo hanya menampung kurang lebih 20% timbulan sampah dari total timbulan sampah di Kabupaten Semarang, dan sisanya diindikasikan dibuang ke sungai,” imbuh Ngesti dalam pidatonya.

Menurut Ngesti, “Pentingnya penanganan sampah menjadi suatu keharusan yang perlu diatasi, untuk itu kita bangkit bersama, penanganan sampah dengan pola 3R, pengelolaan sampah tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, untuk itu dukungan masyarakaat dan swasta sangatlah penting. Prokasih adalah sarana untuk memelihara kualitas air agar tetap berfungsi sesuai dengan peruntukkannya, mengingat sudah banyak sekali daerah aliran sungai (DAS) yang tercemar. Seperti tertuang dalam Kepemen LH no. 35/1995 tentang prokasih bahwa kualitas air sungai cenderung menurun sebagai korban pencemaran dari aktivitas masyarakat di sepanjang DAS,” ungkap Ngesti lebih lanjut.

Program Porkasih ini adalah upaya pemerintah Kabupaten Semarang, dalam rangka meningkatkan Pencemaran air, dan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, dan mengembalikan fungsi sungai sebagai sumber gizi dan rekreasi.

Dalam pidatonya, Ngesti Nugroho menyampaikan bawa, “Ada 11 titik sungai yang akan di bersihkan oleh seluruh relawan yang hadir di Prokasih kali ini, yaitu Sungai Lingkungan Ngrawan , Ngrawan Lor, Ngrengas, Berokan, Kupang Lor 1, Kupang Lor 2, Tambak Boyo, Pasar Projo, Kupang Lor, Bugisan, Losari. Kami mengetuk hati baik dari kalangan, aparatur, pelaku usaha, relawan dan seluruh masyarakat, karena sudah begitu banyak yang telah diberikan oleh bumi dan alam kepada kita semua, sadarlah bahwa kita berbuat sesuai dengan kapasitas kita masing - masing, marilah kita manfaatkan segala kekayaan alam untuk kemaslahatan yang tidak menimbulkan dampak kerusakan,” ungkap Wakil Bupati Semarang dalam pidatonya.

Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugroho juga berharap, “Kepada dunia usaha dan industri di Kabupaten Semarang untuk memberikan dukungan riil untuk memberikan alokasi csr di masing - masing perusahaan, guna membiayai upaya - upaya pelestarian lingkungan hidup melalui konservasi, prokasih dan penyelamatan lingkungan dengan mengintegrasikan program di pemerintah daerah, karena pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita semua, untuk masyarakat, mahasiswa dan pelajar, relawan lingkungan hidup, marilah kita tingkatkan kepedulian terhadap lingkungan, bersedekah tenaga dan pikiran untuk kebaikan lingkungan hidup, melalui prokasih dan save rawa pening 3, dengan falsafah dengan niat ibadah untuk sayangi bumi bersih dari sampah,” tandas Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugroho, S.H., diakhir pidatonya.

Secara terpisah, setelah upacara pembukaan pelaksanaan Prokasih dan Save Rawa Pening ke 3, kepada beritaglobal.net, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan Provinsi Jawa Tengah Ir. Sugeng Riyanto, M.Sc., menyampaikan bahwa Prokasih adalah dalam rangka menyongsong World Clean Up Day serentak di seluruh dunia pada 15 September 2018 mendatang.

“Kami himbau kepada seluruh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan hal yang sama di masing – masing sungai di wilayahnya. Sebagai contoh pemasangan jaring – jaring di sepanjang sungai untuk menghindari masyarakat membuang sampah ke sungai, agar tertahan, sebagai salah satu bagian disamping papan nama dan larangan serta penyuluhan maupun program edukasi ke masyarakat,” harap Kepala DLHK Provinsi Jateng Ir. Sugeng Riyanto.

Saat ditanyakan mengenai prosentase pemasangan jaring di wilayah sungai di seluruh Provinsi Jawa Tengah, Sugeng menyampaikan, “Prosentase pemasangan jaring masih dibawah 40% namun pelan dan pasti terus bertambah, karena hal ini merupakan hal baru dan ada beberapa penolakan di masyarakat sendiri,” ucap Sugeng.

Disampaikan pula oleh Sugeng Riyanto, bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui DLHK, baru tahap merencanakan untuk memberikan stimulant bantuan jaring.
“Untuk stimulant dari Provinsi baru direncanakan karena menyangkut aspek lingkungan dan safety,” ungkap Sugeng.

Ketika ditanya mengenai indek kualitas air bersih di wilayah Provinsi Jawa Tengah, Sugeng mengungkapkan bahwa indek kualitas air sungai di Jawa Tengah dalam kondisi yang memprihatinkan dengan indek baru mencapai 46 – 47%.

“Indek pencemaran air di sungai memprihatinkan di seluruh Jawa Tengah masih sangat rendah yaitu baru 46 - 47%, untuk itu dihimbau DLHK Kabupaten/Kota, untuk meningkatkan indek kualitas air sungai, karena indek kualitas udara dan tutupan lahan sudah baik,” kata Sugeng lebih lanjut.
Sedangkan stimulant atau rangsangan untuk penghargaan dan apresiasi bagi kelompok atau perorangan peduli lingkungan, disampaikan oleh Sugeng, bahwa, “Untuk stimulant gerakan - gerakan lomba bersih sehat (LBS), Adi Wiyata, hari Selasa mendatang, kami akan menyerahkan piagam dan piala kepada pemenang 154 kejuaraan yang merupakan salah satu dukungan DLHK Provinsi Jawa Tengah, untuk mendorong apakah dillingkungan masyarakat, kelompok pendidikan dan pecinta lingkungan sebagai apresiasi berupa penghargaan,” kata Sugeng kepada beritaglobal.net.

Untuk upaya meningkatkan perawatan aliran sungai, Sugeng menambahkan, “Upaya merawat aliran sungai dari hulu ke hilir adalah kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, yang nuansanya adalah di bagian hulu selalu hijau, bentuk hijauan itu adalah bentuk bantuan bibit, kami bersinergi dengan DLHK Kabupaten/Kota untuk vegetasi - vegetasi di bagian hulu untuk kita tingkatkan. Tahun ini ada bantuan 3 – 4 jutaan bibit kepada masyarakat, dan itu gratis yang penting ditanam untuk seluruh masyarakat seluruh Jawa Tengah,” tandas Sugeng Riyanto, M.Sc., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu, salah satu guru sekolah yang sedang mendampingi anak didiknya mengungkapkan bahwa dengan keterlibatan siswa/siswi SD dirapkan tumbuh kesedaran dalam diri mereka untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup, “Kenapa ada pelibatan kepada anak SD, biar anak - anak tahu tentang lingkungan hidup dan meningkatkan kecintaan tentang lingkungan,” ucap Endartini guru di SD Tambak Boyo 2, kepada beritaglobal.net.

Penyerahan simbolis binih ikan oleh PT. PLN (Persero) Jawa Tengah kepada Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugroho, S.H., untuk di tebarkan di seluruh sungai yang menjadi titik Prokasih dan Save Rawa Pening ke 3.

Lebih lanjut, Sugiharto selaku coordinator lapangan menjelaskan tentang program Save Rawa Pening ke 3 tahun 2018, “Ya intinya untuk Save Rawa Pening ketiga ini fokus pada pembersihan sampah di sungai – sungai, yang bermuara di Rawa Pening, sesuai dengan slogannya Meruwat Hilir Merawat Hulu. Kalau Save Rawa Pening 1 dan 2, fokus di pembersihan Enceng Gondok. Tapi sekarang wis ditangani Kementrian PUPR, jadi fokus pada pembersihan sampah yang bisa berdampak pada pendangkalan rawa. Terus kegiatan di bagi beberapa team yang disebar ke 11 titik sungai yang ada disekitar rawa. Ada juga pelepasan bibit ikan salah satunya di Sungai Talang,” jelas Sugiharto kepada beritaglobal.net. (Fera M)