Ribuan Pelayat Antar Jenazah Relawan Terbaik Jateng Menuju Peristirahatan Terakhir -->

code ads


Ribuan Pelayat Antar Jenazah Relawan Terbaik Jateng Menuju Peristirahatan Terakhir

Friday, August 24, 2018
Doa bersama sebelum mengantar jenazah ke peristirahatan terakhir, dipimpin oleh Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi di rumah duka, Sabtu (25/08/2018). (Foto: Humas PMI Jateng)

Pekalongan, beritaglobal.net - Kepergian Afni Fastabiq Strata Utama, relawan PMI Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, Jumat (24/08/2018) kemarin, saat masih bertugas dalam tim PMI untuk tanggap darurat bencana gempa di Lombok, meninggalkan banyak kesan bagi banyak relawan dan keluarga.

Disampaikan Humas PMI Jawa Tengah M Nashir Jamaludin kepada beritaglobal.net, Sabtu (25/08/2018) dini hari, sesaat setelah prosesi pemakaman jenazah almarhum Afni Fastabiq Strata Utama (Tata) selesai bahwa, Ketua Umum PMI, H.M. Jusuf Kalla  melalui Ketua Bidang Relawan H.M. Muas, mengatakan bila almarhum sosok relawan yang patut menjadi contoh.

"Almarhum menjadi tauladan, dalam melaksanakan tugas kemanusiaan dan berbakti untuk bangsa. Semoga keluarga diberi kekuatan, ketabahan dan kesehatan, amin," kata Muas saat menyerahkan jenazah kepada keluarga.

Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, mewakili keluarga mengatakan bahwa keluarga dapat menerima kehendak Allah.

"Almarhum orang yang baik, bertanggungjawab dan pemuda penuh dedikasi, insya Allah khusnul khotimah, amin," ucapnya yang diaminin semua takziyin.

Turut menyambut dan mengantarkan hingga pemakaman, Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti, Mantan Bupati Pekalongan Amat Antono, Ketua Bidang Relawan PMI Pusat H.M. Muas, Ketua PMI Jateng H. Imam Triyanto, Kalakhar BPBD Jateng Sarwa Pramana, ribuan relawan se-Jawa Tengah dan komunitas Grab Indonesia, serta beberapa komunitas lainnya.

Baca juga : PMI Kembali Kehilangan Relawan Terbaiknya dalam Operasi Tanggap Darurat Gempa Lombok

Lebih lanjut disampaikan Nashir bahwa jenazah almarhum diterbangkan Jumat (24/08/2018) sore, dari Lombok ke Jakarta dan dilanjutkan perjalanan darat menggunakan mobil jenazah PMI DKI Jakarta. Jenazah tiba dirumah duka Sabtu (25/08/2018) sekira pukul 03.40 WIB dini hari, selanjutnya disholatkan dan langsung dimakamkan di pemakaman Gandarum, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Ribuan pelayat memadati prosesi pemakaman jenazah Tata di pemakaman umum Desa Gandarum, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (25/08/2018). (Foto: Humas PMI Jateng)

Tata, panggilan akrab almarhum,  tergabung di tim Water And Sanitation Hygiene (WASH), saat itu bertugas di camp pengolahan air di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Pengolahan dan distribusi air bersih bagi warga terdampak gempa, menjadi tugasnya bersama tim.

Secara terpisah, Muhammad Afib, ayah almarhum mengatakan bila putra bungsunya jarang dirumah karena berbagai kegiatan di PMI. "Tata sering tidak dirumah. Lebih sering aktif di PMI meski juga punya usaha sendiri," kata Afib dengan terbata.

Keluarga telah mengiklaskan kepergian alamarhum, meski tidak menyangka secepat ini. "Insya Allah kami ikhlas, dan saat mengemban tugas membantu saudara - saudara di Lombok yang terkena musibah. Kepeduliannya sangat besar, sehingga tidak memikirkan diri sendiri, termasuk usaha yang dirintisnya," kata Afib yang saat ini menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa,  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pekalongan.

Senada dengan orang tua almarhum, Adi Prabowo selaku Kepala Markas PMI Kabupaten Pekalongan mengungkapkan bahwa almarhum relawan yang tidak kenal lelah dalam setiap kegiatan PMI. "Almarhum sosok relawan yang ringan tangan. Setiap kegiatan yang menjadi tugasnya, tidak mengenal lelah, dikerjakan dengan penuh tanggung jawab dan senang hati," ungkapnya dirumah duka.

Baca juga : Suasana Haru Selimuti Rumah Duka Dalam Menanti Kedatangan Jenazah Tata, Relawan PMI Yang Gugur di Lombok

Rumah duka dipenuhi oleh relawan PMI se-Jateng dan luar Jateng, diantaranya dari Bantul - Yogyakarta, Bali dan NTB. Tampak juga perwakilan Basarnas, PSC Pekalongan, relawan BPBD, Banser dan masyarakat umum.

"Beberapa kali almarhum mengikuti pelatihan dan penugasan diluar daerah, sehingga beberapa teman yang pernah bekerjasama turut memberikan penghormatan terakhir dirumah duka," imbuh Adi.

Rasa kehilangan dirasakan pula oleh beberapa relawan senior di Pekalongan  yang juga hadir. "Setiap kegiatan bantuan ke masyarakat, almarhum aktif dan menuntaskan tugasnya, tanpa memilih tugas apa yang diberikan," kesan Budi Pepeng, relawan senior di Kabupaten Pekalongan. (Agus S/TRS)

Sumber : Humas PMI Jateng