TK Pertiwi Tetap Beri Pendidikan Terbaik Dalam Kondisi Bangunan Yang Kurang Memadahi -->

code ads


TK Pertiwi Tetap Beri Pendidikan Terbaik Dalam Kondisi Bangunan Yang Kurang Memadahi

Wednesday, August 15, 2018
Imbuh Sumidjah, S.Pd., Kepala Sekolah TK Pertiwi Desa Badran, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung memberkan kondisi bangunan dan sarana pendukung TK Pertiwi yang sudah tidak layak, Rabu (15/08/2018). (Foto: RTM)

Temanggung, beritaglobal.net - Kondisi sebuah sebuah sekolah taman kanak - kanak (TK) di wilayah Desa Badran, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, sungguh tidak layak untuk sarana pendidikan.

Kondisi fisik bangunan yang memprihatinkan, dikeluhan oleh kepala sekolahnya. TK Pertiwi, yang dipimpin oleh Imbuh Sumidjah, S.Pd., di Desa Badran, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, sungguh tidak mencerminkan sebagai sarana pendidikan formal.

Kondisi ruang kelas TK Pertiwi, meja dan kursi siswa serta alat peraga edukasi sudah tidak memenuhi standart kelayakan.

Disampaikan oleh Imbuh kepada beritaglobal.net, Rabu (15/08/2018), TK yang sudah berdiri sejak tahun 1973 yang lalu, belum pernah tersentuh pemugaran total, yang sudah ada hanya tambal sulam dengan material bekas, sementara beberapa titik bangunan sudah mulai lapuk dan meja kursi siswa juga sudah tua.

"Bangunan TK ini sudah ada sejak tahun 1973, dan belum pernah dipugar total, adanya hanya tambal sulam dari sisa material pembangunan sekolah dasar di Desa Badran, sementara itu beberapa bagian sekolah saya lihat sudah mulai lapuk, dan juga meja kursi siswa yang sudah tua," ungkap Imbuh.

Lantai teras sekolah sudah retak dan sangat riskan bagi siswa siwi TK Pertiwi yang masih aktif dalam melakukan aktifitas selama jam belajar mengajar.

Imbuh Sumijdah berharap bahwa pemerintah sudi turun tangan memberikan bantuan untuk memugar bangunan TK yang sudah tidak layak untuk sarana pendidikan generasi bangsa. Terlebih saat ini, TK Pertiwi menampung 53 orang anak didik.

"Saya selaku kepala sekolah TK Pertiwi mengharapkan bantuan dari pemerintah Desa Badran maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Temanggung untuk membantu pemugaran bangunan TK Pertiwi, yang mana saat ini ada lebih kurang 53 orang anak didik yang bersekolah disini," sambung Imbuh Sumidjah.

Selain bangunan fisik gedung yang kurang layak, alat peraga edukatif seperti sarana bermain anak - anak pun sudah dalam kondisi membahayakan, sehingga para guru dan orang tua yang mendampingi anak - anak saat bermain diluar jam belajar harus ekstra waspada.
Alat bermain yang sudah tua dan berkarat membutuhkan ekstra pengawasan dari guru pendamping dan orang tua di TK Pertiwi Desa Badran
Hal ini diungkap seorang orang tua murid yang enggan disebut namanya, "Tidak ada alternatif TK lain yang dekat dengan rumah, jadi kami sekolahkan anak kami disini TK Pertiwi, karena saat antar jemput tidak terlalu repot, tapi ya itu, kondisi tempat bermain yang sebagian berkarat," ungkap seorang ibu.

Diakhir pertemuan dengan beritaglobal.net dan beberapa orang tua murid, Imbuh menggambarkan susana belajar mengajar yang harus merotasi ruang kelas dan tempat bermain bagi para siswa didiknya.

"Kami harus pintar - pintar merotasi ruang kelas dan tempat bermain buat anak - anak, agar mereka dapat nyaman saat mengikuti proses belajar mengajar," tegas Imbuh Sumidjah. (Ratma/Red)