Cerita Sersan II Abrita Menjadi Bagian Sinergi Pencegahan Karhutla di Belantara Sumatera

Iklan Semua Halaman

Dibutuhkan Kontributor Berita Global Dot Net di Wilayah Indonesia - Ingin Gabung Kontak WA 081226637986

Cerita Sersan II Abrita Menjadi Bagian Sinergi Pencegahan Karhutla di Belantara Sumatera

Thursday, September 27, 2018
Sinergitas pencegahan karhutla di belantara Sumatera, antara TNI, POLRI, MPA dan Brigade Pengendalian Karhutla Manggala Agni sebagai salah satu kekuatan keberhasilan karhutla, Kamis (27/09/2018). (Foto: Dok. Manggala Agni)

Jakarta, beritaglobal.net - Pendekatan secara kontinyu dan intensif merupakan langkah efektif dalam mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Begitu juga sinergi para pihak di tingkat tapak yang melibatkan TNI, POLRI, Masyarakat Peduli Api (MPA) bersama Brigade Pengendalian Karhutla Manggala Agni menjadi salah satu kekuatan keberhasilan di lapangan.

Berdasar pada data diterima beritaglobal.net dari Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kementrian Lingkungan Hidup (KLHK) Jati Witjaksono Hadi, dalam siaran pers KLHK, Kamis (27/09/2018), kehadiran pemerintah melalui kegiatan patroli terpadu membuat masyarakat merasa terayomi dan merasa desanya lebih aman dari ancaman karhutla. Seperti yang dituturkan oleh Sersan II Abrita, anggota Tim Patroli Terpadu di Posko Desa Payabakal, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.

Sersan II Abrita, personel TNI yang terlibat dalam pencegahan karhutla di hutan Sumatera.

"Selain efektif sebagai upaya pencegahan, patroli terpadu juga menjadi pintu masuk bagi pemerintah, baik KLHK oleh Manggala Agni, TNI, dan juga POLRI untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat,” ujar anggota TNI yang bertugas di Koramil 01 Gelumbang Kodim 0404 Muara Enim ini dalam siaran pers Kepala Biro Humas KLHK Jati Witjaksono Hadi.

Sersan II Abrita terlibat aktif dalam kegiatan patroli terpadu pencegahan karhutla yang telah diinisiasi oleh KLHK sejak tahun 2016. Selama itu, dia mendapat banyak kesan berharga karena dapat bersentuhan langsung dengan masyarakat dan mengenal lebih jauh tentang desa yang dikunjungi saat patroli terpadu.

“Sebelum melakukan patroli terpadu ke desa ini, kami bahkan tidak tahu nama desa ini. Tapi sekarang kami jadi tahu nama desa dan bagaimana kondisi desa ini”, kenang personil TNI berusia hampir 50 tahun ini.

Bagi Sersan II Abrita, patroli terpadu sangat efektif dan berdampak terhadap kenyamanan dan keamanan masyarakat. Sejak adanya patroli terpadu, perlahan masyarakat juga sadar untuk tidak melakukan pembakaran atau membuka lahan dengan membakar yang menimbulkan polusi asap.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa tim patroli terpadu yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, POLRI, dan masyarakat selalu bekerja sama dan kompak di lapangan. Tim patroli terpadu tidak lelah melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya karhutla.

"Dari pendekatan secara intensif ini, terjalin hubungan harmonis dengan masyarakat. Mereka tidak sungkan melaporkan ketika terjadi kebakaran yang tidak bisa ditangani. Bahkan mereka juga siap membantu petugas melaporkan bila ada oknum yang sengaja membakar hutan dan lahan," ujarnya.

Oleh karena itu, peran para pihak di tingkat tapak yang bahu membahu dan bersinergi tiada henti, menjadi kunci keberhasilan pencegahan karhutla. Sersan II Abrita berharap kegiatan patroli terpadu terus dilaksanakan di daerah-daerah rawan kebakaran hutan dan lahan terutama pada musim kemarau.

"Dampak karhutla dirasakan langsung oleh masyarakat. Begitu pula manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat dengan tidak ada karhutla. Jadi sudah tepat upaya pemerintah dalam pencegahan karhutla dengan dukungan keterlibatan masyarakat ini," tandas Sersan II Abrita mengakhiri ceritanya. (ASB/HMS)