Hang Gliding (Gantolle) Telomoyo Cup ke 4 Kembali Digelar Untuk Semarakkan Daya Tarik Wisata di Kabupaten Semarang -->

code ads


Hang Gliding (Gantolle) Telomoyo Cup ke 4 Kembali Digelar Untuk Semarakkan Daya Tarik Wisata di Kabupaten Semarang

Monday, September 10, 2018
Banner ucapan selamat datang kepada peserta Kejuaraan Gantolle di jalan menuju lokasi pendaratan, Lapangan Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Senin (11/09/2018)

Ungaran, beritaglobal.net - Kejuaaran olah raga Hang Gliding yang lebih akrab disebut gantolle, adalah salah satu cabang olah raga rekreasi. Untuk lebih mengenalkan cabang olah raga ini ke masyarakat di Provinsi Jawa Tengah, komunitas Gantolle Jawa Tengah kembali menyelenggarakan Lomba Hang Gliding Telomoyo Cup ke - 4 tahun 2018.

Kejuaraan Gantolle Telomoyo Cup ke 4 yang akan resmi dibuka esok, Selasa (11/09/2018) hingga Minggu (16/09/2018) mendatang, dengan titik start di landasan Gantolle di Gunung Telomoyo dan titik finish di Lapangan Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Seperti disampaikan oleh Kepala Desa (Kades) Sraten Rohmad, S.H., kepada beritaglobal.net, Senin (10/09/2018) di ruang kerjanya, bahwa masyarakat Desa Sraten merasa tersanjung dengan terpilihnya Desa Sraten sebagai tempat pendaratan Lomba Hang Gliding Telomoyo Cup ke 4 tahun 2018.

"Kami mewakili masyarakat Desa Sraten merasa tersanjung dengan terpilihnya Desa Sraten sebagai tempat pendaratan pelaksanaan Lomba Hang Gliding Telomoyo Cup ke 4 tahun 2018," ucap Rohmad, kepada beritaglobal.net.

Rohmad menambahkan komitmen warga dan Pemerintah Desa Sraten untuk membantu sepenuhnya pelaksanaan Lomba Hang Gliding Telomoyo Cup ke 4 tahun 2018 sebagaimana adanya komitmen dengan perusahaan air minum dalam kemasan Java sebagai sponsor lomba.

"Kami selaku warga dan pemerintah Desa Sraten memiliki komitmen penuh dengan pihak Java, untuk membantu sepenuhnya demi kelancaran serta suksesnya pelaksanaan acara ini. Karena acara ini membawa dampak positif terkait pariwisata di Kabupaten  Semarang, dan akan menjual pariwisata Kabupaten Semarang ke dunia internasional," imbuh Rohmad.

Menjelaskan tentang arti penting pelaksanaan lomba Hang Glading Telomoyo Cup ke 4 tahun 2018, Rohmad menjelaskan, "Artinya even gantolle ini diikuti juga peserta dari negara luar, kami yang bertanggung jawab pada seluruh operasional lomba ini, dan sebagai bentuk komitmen, kami akan melibatkan seluruh komponen pemerintah Desa Sraten selama pelaksanaan Lomba hingga hari Minggu (16/09/2018) mendatang," imbuh Rohmad.

Rohmad lalu memberikan himbauan kepada warga masyarakat Desa Sraten terkait pentingnya penyelenggaraan lomba Gantolle di Desa Sraten.

"Ini event yang jarang terjadi, dengan tampilnya Desa Sraten di acara lomba ini, akan membawa berkah di masyarakat saya dan tumbuh rasa handarbeni (memiliki-red) di masyarakat sehingga diharapkan di tahun - tahun mendatang Desa Sraten dapat terpilih kembali menjadi tempat penyelenggaraan lomba Gantolle atau even besar lainnya," tandas Rohmad.

Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Hang Gliding Telomoyo Cup ke 4 tahun 2018, Haryo saat dikonfirmasi beritaglobal.net, di secretariat lomba di Sitinggil, Muncul, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Senin (10/09/2018), menyampaikan bahwa Lomba Hang Gliding atau Gantolle ini adalah event internasional, dengan diikuti oleh sekitar 36 orang peserta Gantolle.

“Untuk tahun ini yang konfirmasi hanya peserta dari Jepang dan Indonesia saja, sebanyak kurang lebih 36 orang peserta, jika di tahun 2014, 2015 dan 2017 ada peserta dari Australia, Korea Selatan, Jepang, Jerman dan Indonesia sendiri, namun karena mungkin ada event Asian Games 2018 jadi hanya Jepang yang ikut, namun demikian agar moment ini tidak hilang tahun ini tetap kita laksanakan Lomba Gantolle, yang juga ada kejuaraan level nasional (kejurnas),” ucap Haryo kepada beritaglobal.net, Senin (10/09/2018).

Haryo yang didampingi oleh Competition Director Arif dan Rahmat sebagai Safety Gatter, saat ditanyakan kelas lomba Gantolle Telomoyo Cup ke 4 tahun 2018, menjelaskan dalam lomba tahun ini ada dua kelas lomba yaitu kelas Flutter dan kelas Open dengan satu mata lomba yaitu mini cross country.

“Untuk kategori lomba Gantolle Telomoyo Cup ke 4 tahun 2018, ada dua kelas yaitu Kelas Flutter dan Kelas Open dengan satu jenis mata lomba yaitu Mini Cross Country,” ungkap Haryo lebih lanjut.

Arif sebagai Competition Director, menambahkan informasi Haryo terkait kelas dan mata lomba Gantolle Telomoyo Cup ke 4 tahun 2018, “Dalam kelas lomba kali ini boleh dibilang Mini Cross Country karena kalau Full Cross Country adalah jauh – jauhan terbang.  Pada lomba ini kita modifikasi untuk disederhanakan menjadi Race to Goal, jadi detailnya dalah lomba setiap harinya ditentukan dari kondisi cuaca, jadi tugas penerbang adalah terbang dari titik A, ke titik B, ke titik C, dan kembali ke lokasi pendaratan dan setiap hari berbeda – beda titik pointnya, tergantung dari kondisi cuaca,” jelas Arif melengkapi keterangan Haryo terkait kelas lomba dan mata lomba Gantolle.

Melengkapi keterangannya, Arif menyampaikan, “Masing – masing kelas kami bedakan antara yang Kelas Open dan Kelas Flutter, untuk di tanggal 16 September 2018 di acara penutupan ada hiburan samber pita oleh para penerbang di lokasi pendaratan,” imbuh Arif.

Para penerbang yang keluar sebagai pemenang lomba di masing – masing kelas akan mendapatkan piala dari panitia, serta pembukaan lomba pada Selasa (11/09/2018) esok, hanya akan diisi dengan pemanasan dari para penerbang peserta Lomba Gantolle Telomoyo Cup ke 4 tahun 2018 dengan start dari puncak Gunung Telomoyo dan lokasi pendaratan di Lapangan Desa Sraten.

“Untuk pemenang lomba kali ini memperebutkan piala saja, karena peserta kali ini adalah penerbang professional yang sekedar menyalurkan hobby dan mengasah kemampuan, dan untuk Selasa besok setelah pembukaan aka nada pemanasan dari para penerbang, dengan start di puncak Gunung Telomoyo dan pendaratan di Lapangan Desa Sraten,” terang Haryo lebih lanjut.


Saat ditanyakan tentang dukungan dari sponsor dan pemerintah, Haryo menambahkan, “Untuk dukungan acara kali ini, kita mendapat dukungan dari Pemda Provinsi, kami telah melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, dan kami juga mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang, khususnya dari Dinas Pariwisata dengan dukungan acara hiburan selama lomba berlangsung dari tanggal 11 September hingga 16 Septermber 2018, dan ada juga stan UMKM dari Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Semarang,” tegas Haryo. (Fera/Red)