Himbauan Kasatlantas Polres Salatiga Kepada Pengguna Jalan Bila Melintas di Seputar Pengerjaan Proyek Pembangunan -->

code ads


Himbauan Kasatlantas Polres Salatiga Kepada Pengguna Jalan Bila Melintas di Seputar Pengerjaan Proyek Pembangunan

Saturday, September 29, 2018
Kondisi Jalan Diponegoro selama pengerjaan proyek selokan dan trotoar hingga ke Jalan Fatmawati, Kota Salatiga.

Salatiga, beritaglobal.net - Adanya proyek pembangunan yang memakan sebagian badan jalan utama memasuki Kota Salatiga dari Jalan Fatmawati hingga Jalan Diponegoro hingga tepat di depan Komplek Ruko Kauman, menyebabkan para pengguna jalan harus ekstra waspada saat berkendara atau melintas di sepanjang pengerjaan proyek galian pembangunan trotoar.  Berkaca pada masuknya sebuah minibus ke dalam galian selokan tepat di depan Komplek Ruko Kauman, Kamis (27/09/2018) malam lalu, pengguna jalan harus selalu berhati - hati dan waspada.

Kecelakaan mini bus masuk galian selokan di Jalan Diponegoro tepatnya di depan komplek ruko Kauman, Kamis (27/09/2018) malam.

Seperti himbauan Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Marlin Supu Payu kepada pengguna jalan melalui beritaglobal.net, Jumat (28/09/2018), untuk semua pengguna jalan berhati – hati, agar tidak terulang kecelakaan seperti halnya menimpa sebuah mini bus, dan kepada kontraktor pelaksana saat mengerjakan pekerjaan yang mengambil badan jalan untuk memasang water barier yang rapat agar tidak ada sela untuk kendaraan yang masuk lokasi proyek.

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati - hati dalam berkendara, sekiranya kendaraan seperti yang masuk selokan semalam kendaraan sudah tua sudah tidak layak pakai, kalau perawatan kendaraanya rutin saya rasa kecelakaan seperti semalam bisa dihindari karena penyebabnya rem blong," himbau AKP Marlin.

AKP Marlin melanjutkan, "Saya juga sudah memanggil pihak pembangunan trotoar untuk ikut bertanggung jawab, minimal pasang lampu dan pasang water barier  yang rapat agar tidak ada sela untuk kendaraan bisa seperti itu, dari awal saya sudah menyampaikan ke pihak pelaksana agar tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan dan para pekerja no satu, kalau sudah kejadian seperti ini, repot semuanya, makanya selalu kami menghimbau masyarakat ayo tertib, ayo tertib!" himbau AKP Marlin Supu Payu.

Menegaskan himbauannya, AKP Marlin menyampaikan, "Intinya patuhi rambu, tertib dan saling menghargai sesama pengguna jalan," tegas AKP Marlin Supu Payu.

Bina Marga

Sementara itu Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Kota Salatiga Syah Dani Onang Prastowo, S.T., M.T., melalui staffnya Setiyanto saat dikonfirmasi beritaglobal.net terkait pengawasan dan mekanisme penerapan standar kesehatan, keselamatan kerja (K3) di area proyek pembangunan menyampaikan bahwa syarat K3 setiap proyek pembangunan khususnya posisi galian harus mempersyaratkan dan sudah dipersyaratkan di dokumen, bila pekerjaan di ruang publik pekerja jasa harus meminimalisir potensi kecelakaan kepada masyarakat pengguna ruang publik dengan cara antara lain pemasangan water barrier, pemasangan emergency line atau seperti garis polisi, biar masyarakat tahu dan membedakan area dan posisi bahaya, dan telah dikoordinasikan sebelum pelaksanaan proyek pembangunan.

Kondisi pengerjaan galian di Jalan Fatmawati Kota Salatiga

“Khusus untuk proyek galian harus mempersyaratkan dan sudah dipersyaratkan di dokumen, bila pekerjaan di ruang publik, penyedia jasa harus meminimalisir potensi kecelakaan kepada masyarakat pengguna ruang publik dengan cara antara lain pemasangan water barrier, pemasangan emergency line atau seperti garis polisi, biar masyarakat tahu dan membedakan area dan posisi bahaya, hal ini telah dikoordinasikan kepada pelaksana proyek pembangunan sebelum pekerjaan dimulai,” kata Setiyanto mewakili Syah Dani selaku Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kota Salatiga di kantornya.

Mengenai dasar aturan penerapan standarisasi K3 di lokasi proyek, Setiyanto menyampaikan dasar aturan mengacu pada peraturan K3 Menteri Tenaga Kerja RI.

"Untuk dasar aturan penerapan standar K3 dilokasi proyek, kami mengacu pada peraturan K3 Menteri Tenaga Kerja RI," imbuh Setiyanto.

Namun Setiyanto juga menyampaikan bahwa belum semua pekerja secara disiplin mengenakan alat pelindung diri saat bekerja, dengan alasan ketidaknyamanan saat melaksanakan pekerjaan, seperti penggunaan helm, sepatu safety, dan fest atau rompi.  Setiap evaluasi sudah selalu disampaikan untuk pentingnya penerapan K3.

"Ya kami harus mengakui , kesadaran para pekerja yang belum maksimal dalam mengenakan alat pelindung diri saat bekerja, karena merasa tidak nyaman saat bekerja mengenakan helm, sepatu safety dan fest atau rompi, setiap evaluasi  selalu kami sampaikan untuk pentingnya penerapan K3," kata Setiyanto.

Setiyanto juga menyayangkan sering hilangnya lampu penanda yang dipasang di water barier, sebagai penanda di malam hari pada ruas jalan yang minim penerangannya, meski sudah dijaga dan kebiasaan buruk sebagian pengguna jalan yang suka menggeser water barier  sehingga ada celah yang membuat pengguna jalan lain menjadi bingung saat melintas.

"Kami sangat menyayangkan sering hilangnya lampu penanda di water barier untuk penanda di malam hari pada ruas jalan yang minim lampu penerangan jalan, meski sudah dijaga. Ada juga kebiasaan buruk pengguna jalan yang suka menggeser water barier  sehingga membuat bingung pengguna jalan lainnya," ungkap Setiyanto.

Sanksi Untuk Ketidak Patuhan

Terkait sanksi dan kemungkinan adanya penalty pada pelanggaran K3 di proyek konsturksi Pemerintah Kota Salatiga di bawah Bidang Bina Marga, harus melalui tahapan teguran, surat peringatan dan kemudian baru adanya sanksi, hal ini dikarenakan pelaksana proyek dikategorikan baru sebatas penyedia barang dan jasa dan sanksi atau hukumannya pelanggarannya telah diatur di dalam Peraturan Presiden tentang Penyedia Barang dan Jasa.


“Untuk sanksi, ini pengadaan barang dan jasa, sehingga sanksi mengacu pada perpres yang sudah diterapkan tentang pengadaan barang dan jasa. Sementara untuk pelanggaran K3, seperti saat ini yang sudah terjadi beberapa kejadian kecelakaan kerja, kami harus melalui beberapa tahapan seperti teguran, surat peringatan dan bila tidak diindahkan baru kita beri sanksi,” tandas Setiyanto. (Agus S)