Karena Berdiang Untuk Lindungi Sapi Dari Gigitan Nyamuk, Justru Memanggang Sapi Hidup - Hidup di Kandang -->

code ads


Karena Berdiang Untuk Lindungi Sapi Dari Gigitan Nyamuk, Justru Memanggang Sapi Hidup - Hidup di Kandang

Friday, September 21, 2018
Proses pemadaman api oleh pemadam kebakaran di rumah Pandi, Jumat (21/09/2018). (Foto: Okta)

Blora, beritaglobal.net - Asset bagi sebagian besar masyarakat di pedesaan adalah berupa tanah pekarangan dan hewan ternak.

Salah satu hewan ternak yang menjadi primadona salah satunya adalah Sapi. Seperti yang dilakukan oleh Pandi warga Dukuh Dukuhan, Desa Doplang, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, memelihara sapi sebagai tabungan dari usaha utamanya berdagang makanan siap saji di Pasar Doplang.

Namun nahas, maksud hati Pandi untuk melindungi sapinya dari gigitan nyamuk dimalam hari dengan membuat bediang, justru menjadi penyebab ia kehilangan sapi dan sebagian rumahnya.

Berdasar data dihimpun beritaglobal.net, Jumat (21/09/2018), berawal dari bediang yang dibuat Pandi sebelum berangkat berdagang, seorang saksi mata yang juga tetangga Pandi, menyampaikan bahwa hari Jumat (21/09/2018) dini hari, sekira pukul 03.30 WIB, tetangga Pandi melihat kobaran api di pojok utara rumah Pandi, yang merupakan kandang sapi.

Tetangga Pandi, yang melihat api sudah membesar segera berteriak minta tolong kepada warga lainnya untuk berusaha memadamkan api.

"Pagi tadi sekira pukul 03.30 WIB, saya melihat kobaran api dari pojok utara rumah yang dijadikan kandang sapi, milik Pak Pandi," ujar seorang saksi yang enggan disebut namanya kepada beritaglobal.net.

Akhirnya, warga meminta bantuan ke Polsek Jati dan bantuan pemadam kebakaran.

Aparat kepolisian dari Polsek Jati, segera datang ke lokasi kejadian, namun melihat kobaran api makin membesar, warga dan aparat kepolisian memutuskan untuk merobohkan bagian rumah di dekat kandang sapi untuk menghindari api merambat dan membakar bangunan rumah lainnya.

Cepatnya api disampaikan oleh tetangga Pandi, bahwa bangunan terbuat dari bahan kayu. Pada saat kejadian, Pandi dan istrinya masih berdagang nasi di Pasar Doplang.

Tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Blora diperbantukan memadamkan api. Atas peristiwa terbakarnya bagian rumah Pandi yang dijadikan kandang sapi, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 87 juta, termasuk seekor sapi milik Pandi yang mati terpanggang. (Okta)