Kebakaran Hebat Hanguskan 8 Rumah Dan Panggang 1 Ekor Sapi di Desa Dadapayam -->

code ads


Kebakaran Hebat Hanguskan 8 Rumah Dan Panggang 1 Ekor Sapi di Desa Dadapayam

Monday, October 8, 2018
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan titik api hingga benar - benar padam di lokasi kebakaran di RT 05 RW 02 Dusun Pojok, Desa Dadap Ayam, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Senin (08/10/2018). 

Ungaran, beritaglobal.net - Kebakaran hebat kembali terjadi wilayah Kabupaten Semarang. Kali ini melanda 8 rumah warga di Dusun Pojok RT 05 RW 02, Desa Dadap Ayam, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Senin (08/10/2018) pagi.

Berdasarkan keterangan dari Siswadi (45), Ketua RW 02 Desa Dadap Ayam, kepada beritaglobal.net kebakaran pertama kali di lihat pada kandang sapi milik Sartono (40), sekira pukul 09.45 WIB, karena besarnya angin yang bertiup dan minimnya suplai air, api segera menjalar ke tiga rumah di sekitarnya.

"Awal titik api dilihat oleh warga di kandang sapi milik Bapak Sartono, sekitar pukul 09.45 WIB, karena angin kencang dan suplai air kurang, api segera membesar dan membakar tiga rumah di sekitar rumah Bapak Sartono yang kosong ditinggal pemiliknya ke Sumatera," kata Siswadi di tempat kejadian.

Kemudian Siswadi menambahkan bahwa dari peristiwa ini, terdapat 8 unit rumah dari 5 kepala keluarga hangus terbakar dan seekor sapi yang menjadi korban.

Seorang anak kecil melihat sisa puing dan bangkai sapi yang terbakar.

"Tidak ada korban jiwa dari penghuni rumah, namun 8 unit rumah habis terbakar. Selain itu, seekor sapi milik warga juga mati terpanggang api," jelas Siswadi.

Dari hasil perhitungan sementara, oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa, Perangkat Desa dan beberapa keluarga korban, kerugian materiil diperkirakan mencapai lebih kurang Rp 790 juta rupiah.

Sementara itu, disela - sela pemadaman api oleh tim Pemadam Kebakaran gabungan dari Kota Salatiga, Kecamatan Tengaran, Kecamatan Bringin dan Kecamatan Ambarawa, Kepala Bidang Linmas dan Damkar Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Semarang, Nugroho, kepada beritaglobal.net meghimbau kepada warga masyarakat untuk selalu menjaga tungku dalam keadaan mati sebelum ditinggal pergi.

"Karena ini musim kemarau, hati - hati dalam bermain dengan api, seperti membakar samapah. Kalau di desa itu biasanya tungku, harus dimatikan betul sebelum pergi," himbau Nugroho selaku Kepala Bidang Linmas dan Damkar Satpol PP Kabupaten Semarang.

"Ya kalau di desa kan Layanan DLH belum sampe, untuk pengelolaan sampah kami kira belum terjangkau, oleh Dinas Lingkungan Hidup," sambung Nugroho.

Sementara itu, ditambahkan oleh Nugroho, bahwa dalam upaya pemadaman ini diturunkan 5 unit damkar dari Kecamatan Tengaran, Kecamatan Bringin, Kecamatan Ambarawa dan Kota Salatiga.

"Kami selalu berkoordinasi dengan Damkar Kota Salatiga dalam memadamkan api, kali ini ada 5 unit pemadam kebakaran dari Kecamatan Tengaran, Kecamatan Bringin, Kecamatan Ambarawa dan Kota Salatiga," pungkas Nugroho. (Choerul Amar/Agus S)