Wednesday, October 10, 2018, 10/10/2018 05:17:00 PM WIB
Last Updated 2018-10-10T10:17:49Z
BERITA NASIONALNEWS

Wapres RI Jusuf Kalla Buka Dialog Tingkat Tinggi DRFI : Mencari Solusi Terhadap Penanganan Jangka Panjang Tehadap Bencana Dalam Aspek Keamanan Fiskal

Advertisement
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, saat membuka High Level Dialogue on Disaster Risk Financing and Insurance di Mangupura Room, BICC, Bali, Rabu (10/10/2018)

Nusa Dua, Beritaglobal.net - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla membuka High Level Dialogue on Disaster Risk Financing dan Insurance (Dialog Tingkat Tinggi tentang Pembiayaan dan Asuransi Resiko Bencana), di sela - sela Pertemuan Tahunan IMF - Bank Dunia.

“Momentum ini sangat tepat untuk mencari solusi jangka panjang terhadap masalah penanganan jangka panjang terhadap bencana, agar kita lebih siap khususnya dalam aspek keamanan fiskal untuk memulihkan kembali,” jelas Wapres di Mangupura Room, BICC, Rabu (10/10/2018).

Berdasar data diterima beritaglobal.net, Rabu (10/10/2018), dari Biro Humas Kementrian Keuangan, acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Dunia dan Pemerintah Swiss ini, Wapres menggarisbawahi bahwa Indonesia akan mencari solusi jangka panjang terhadap pembiayaan rekonstruksi pasca bencana yang lebih efektif.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati juga menyampaikan pandangan dalam upaya penganggulangan bencana yaitu dengan mengidentifikasi resiko serta menemukan mekanisme fiskal yang paling efektif dan cepat untuk rehabilitasi.

"Kita perlu mengindentifikasi semua resiko bencana alam dan memikirkan mekanisme fiskal serta instrument keuangan terbaik untuk mendukung rehabilitasi yang paling efektif dan paling cepat,” jelas Menkeu.

Sebagai negara yang seringkali terkena bencana alam, Indonesia ingin membangun ketahanan fiskal terhadap bencana alam agar negara dapat me-respond dengan lebih cepat dan lebih baik setiap terjadi bencana, khususnya dalam tahap rekonstruksi. Hal ini termasuk mencari solusi terbaik dalam memikirkan instrumen keuangannya.

“Sebuah strategi jangka panjang untuk membangun ketahanan (resiliency) terhadap bencana alam, khususnya dari sisi fiskal, diperlukan. Ini merupakan kesempatan yang baik untuk belajar dari pengalaman negara lain untuk mencari solusi paling tepat,” ungkap Menkeu.

Menurut Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim, Indonesia merupakan negara yang cukup resilien. Namun memang terkadang skala suatu bencana alam begitu besar, sehingga memerlukan tanggapan internasional untuk membantu pemulihan. Dunia internasional akan mendukung Indonesia dalam upayanya untuk menjadi lebih resilien terhadap bencana alam.

Pada kesempatan ini Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono juga menyampaikan semangat positifnya dalam membangun kembali daerah yang terkena dampak bencana. “Pemerintah akan build back better–membangun kembali daerah yang terkena dampak dengan lebih baik lagi,” tegas Menteri PUPR. (Agus Subekti/HMS)