Wednesday, October 10, 2018, 10/10/2018 06:33:00 PM WIB
Last Updated 2018-10-10T11:33:12Z
BERITA NASIONALNEWS

Youth at Work dan Peran Perempuan Dalam Kemajuan Ekonomi Global

Advertisement
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati bersama panelis Youth at Work dalam bahasan peran pemuda dan perempuan dalam kemajuan ekonomi global di sela AM IMF-WBG 2018 di BiCC, Nusa Dua, Bali, Selasa (09/10/2018). (Foto: HMS)

Nusa Dua, Beritaglobal.net - Tidak melulu bicara ekonomi pada level pemangku kebijakan, kegiatan Annual Meetings IMF-WBG 2018 (AM2018Bali) juga mengajak para anak muda untuk turut berpartisipasi pada kemajuan ekonomi.

Pada kegiatan IMF Youth Dialogue yang bertajuk “Youth at Work”, Ahmad Zaky selaku Founder dan CEO Bukalapak berkesempatan untuk berdiskusi dengan para anak muda dari berbagai negara.

Pada acara yang dibawakan dengan santai tapi sarat makna oleh Ahmed Shihab Eldin (Senior Correspondent AJ+), Ahmad Zaky bersama para panelis lain Graeme Bukcley (Director of the ILO DWT/CO-Bangkok), Aya Chebbi (Founder of Afresist), Anele Mkuzo (Founder of the African Entrepreneurship Initiative), Vjosa Osmani Sadriu (Chair of the Foreign Affairs Committee at the Parliament of Kosovo) memaparkan kondisi nyata pemikiran dari anak muda pada umumnya.

“Tujuan untuk mencapai target hidup harus diketahui dan dipahami dengan jelas oleh para generasi muda,” ucap Ahmad Zaky dan panelis lain di BICC, Nusa Dua pada Selasa (09/10/2018).

Salah satu permasalahan ekonomi dunia yang dialami adalah tingginya tingkat penggangguran di kalangan generasi muda. Graeme Bukcley mengatakan anak muda sekarang lebih senang melakukan pekerjaan yang santai, bersifat sementara, dan tidak dalam jangka panjang.

Lebih lanjut, para panelis juga berpendapat bahwa bekerja sebagai wirausahawan merupakan pilihan utama bagi para anak muda. Namun demikian, menurut Vjosa Osmani Sadriu, sebagus apapun ide yang dimiliki oleh anak muda apabila tidak didukung oleh kebijakan pemerintah, akan sulit diwujudkan.

“Seseorang mendapat akses ke pendidikan tanpa ada akses ke kesempatan (berbisnis ataupun teknologi) akan membawa mereka kepada rasa frustasi yang besar,” tambah Aya Chebbi.

Pendidikan merupakan modal bagi generasi muda untuk memasuki industri, dan ini adalah salah satu hal yang selayaknya difasilitasi dengan baik oleh pemerintah. Tetapi tak kalah penting adalah kesempatan bagi para pemuda untuk mencari kerja atau mengembangkan bisnis yang sesuai dengan minat mereka.

Belajar dari pengalaman ini, Anele Mkuzo pun berinisiatif mendirikan African Entrepreneurship Initiative, sebuah perusahaan yang membimbing para anak muda untuk dapat menemukan minat dan membangun serta memulai usaha.

Peran Perempuan Dalam Ekonomi Global

Selepas membahas tentang generasi muda, Menteri Keuangan (Menkeu), ditempat yang sama bersama Managing Director IMF Christine Lagarde, Excutive Secretary of UN Economic Comission for Africa Vera Songwe, Executive Director of International Women’s Right Action Watch Pacific Pryanthi Fernando dan Governor of the Bank of Canada Steve Poloz berdiskusi membahas mengenai “Empowering Women in the Workplace”. Para panelis sepakat bahwa perempuan dapat memberi pandangan serta ide-ide baru di saat mengambil sebuah keputusan.

“Dengan kontribusi perempuan di ekonomi akan sangat bagus untuk peningkatan kesejahteraan. Selain itu, perempuan mampu memberikan sebuah pola pikir yang berbeda dari laki-laki sehingga saat mengambil keputusan, maka perempuan dan laki-laki mampu saling melengkapi,” ujar Lagarde saat membuka diskusi.

Fernando sebagai aktivis perempuan menyatakan bahwa banyak pekerjaan perempuan yang tidak dinilai secara ekonomi. Untuk itu, Ia mengungkapkan penghitungan PDB harus mulai memikirkan bagaimana memasukkan pekerjaan-pekerjaan tersebut kepada nilai ekonomi.

Sudut pandang lain juga disampaikan oleh Vera Songwe. Dia mengutarakan agar perempuan dapat efektif berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi, maka pemerintah sudah mulai harus memikirkan sektor bidang dimana perempuan mampu berkontribusi dengan baik.

“Apabila negara dapat meningkatkan partisipasi perempuan di dunia kerja maka akan memberi efek baik tidak hanya kepada ekonomi negara tetapi juga untuk diri perempuan itu sendiri dan keluarganya,” jelas Menkeu memasuki diskusi.

Menkeu juga memberikan pendapat terkait dampak teknologi kepada hilangnya jenis pekerjaan bagi perempuan. Menurutnya, teknologi justru akan membantu perempuan bekerja lebih fleksible. Karena dengan adanya teknologi, perempuan dapat bekerja dari rumah sehingga tantangan dual peran antara perempuan bekerja dan tanggung jawab sebagai ibu dapat diatasi.

Terakhir, menutup diskusi para panelis sepakat bahwa para perempuan muda membutuhkan panutan tokoh perempuan sukses agar dapat memotivasi mereka untuk masuk ke dalam dunia kerja. Lagarde menegaskan bahwa kemenangan perempuan di berbagai bidang harus dirayakan dengan meriah. (Agus Subekti/HMS)