Thursday, November 29, 2018, 11/29/2018 05:30:00 PM WIB
Last Updated 2018-11-29T10:30:06Z
NEWSPERISTIWATNI & POLRI

4 Hari Tidak Tampak, Begini Nasib Wanita Ini

Advertisement
Tim Inafis Polres Semarang saat melakukan identifikasi tubuh korban dan tempat kejadian perkara, Kamis (29/11/2018). (Foto: Dok. HMS)

Ungaran, Beritaglobal.net - Menderita gangguan jiwa sejak masih muda, membuat Sunarti (47), warga Dusun Krajan RT 01 RW 01 Desa Bergas Kidul,  Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, sering mengurung diri di dalam kamar.

Namun, setelah lebih kurang empat hari terakhir tidak keluar kamar, membuat salah seorang kerabatnya mencoba mencari tahu dengan membersihkan kamar Sunarti, dan dikejutkan oleh penemuan Sunarti yang telah tiada dengan kondisi mengenaskan.

Penemuan jasad korban pada Kamis (29/11/2018) pagi sekira pukul 08.00 WIB, dikarenakan rasa curiga keluarga korban dengan adanya bau busuk yang menyengat dari kamar korban. Hingga akhirnya salah seorang kerabat korban, mencoba mencari tau asal bau dengan membersihkan kamar korban.

Seperti disampaikan oleh Kasubbag Humas Polres Semarang AKP Teguh Susilo Hadi kepada beritaglobal.net, Kamis (29/11/2018), awal mula ditemukannya korban saat seorang kerabat korban bernama Supiah (42), membersihkan kamar korban dengan menata kain - kain bekas. Tanpa sengaja, tangan Supiah menyentuh kaki korban saat mencoba membereskan kain - kain bekas yang menumpuk.

"Saksi Supiah yang tak lain adalah kerabat korban sedang membersihkan kamar korban dan tiba - tiba tangan saksi, menyenggol kaki korban dalam posisi korban terlentang di bawah samping tempat tidur dan tertindih kain - kain bekas," terang AKP Teguh.

Terkejut dengan apa yang dilihatnya, saksi memanggil kerabat lainnya, seraya menyingkirkan tumpukan kain bekas yang menutupi tubuh korban. Selanjutnya, dengan dibantu oleh warga sekitar, tempat tidur di kamar korban diangkat keluar dan dapat terlihat jelas tubuh korban yang sudah tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan.

"Selanjutnya saksi menghubungi kerabat lainnya dan kemudian dibantu warga setempat mengangkat tempat tidur serta membersihkan kain - kain yang menutupi korban dan setelah korban kelihatan sudah dalam keadaan meninggal dunia serta mengeluarkan bau tidak sedap. Warga berinisiatif untuk mengurangi bau korban dengan cara menaburkan bubuk kopi ke sekujur tubuh korban," imbuh AKP Teguh.

Dengan adanya penemuan korban yang sudah dalam kondisi meninggal dunia, warga setempat melaporkan kejadian ini ke Polsek Bergas. Serta tidak membutuhkan waktu lama untuk petugas dari Polsek Bergas, tim medis Puskesmas Bergas dan tim Inafis Polres Semarang untuk tiba dilokasi, dan melakukan pemeriksaan kondisi korban.

"Tim medis dari Puskesmas Bergas yang hadir dalam proses pemeriksaan jasad korban adalah dr. Micael, dibantu dengan tim Inafis Polres Semarang. Dari hasil pemeriksaan tersebut dinyatakan bahwa korban diduga meninggal karena sakit, dan telah meninggal lebih kurang 4 hari yang lalu. Hal ini tampak pada kondisi tubuh korban telah menggelembung, kulitnya sudah mengelupas semua, dari lubang - lubang keluar belatung dan tidak ditemukan adanya tanda - tanda kekerasan di tubuh korban," jelas AKP Teguh.

Atas peristiwa ini, keluarga korban telah menerima dengan ikhlas dan menyampaikan kepada penyidik bahwa korban telah alami gangguan jiwa sejak berusia 20 tahun. Setelah proses pemeriksaan pada jasad korban dan tempat kejadian perkara, dilakukan prosesi pemakaman korban oleh keluarga di tempat pemakaman umum setempat. (*)




Penulis: Choerul Amar
Editor: Fera Marita
Sumber: Kasubbag Humas Polres Semarang