Saturday, November 10, 2018, 11/10/2018 07:19:00 PM WIB
Last Updated 2018-11-10T12:47:13Z
NEWSPERISTIWA

Diduga Alami Masalah Rem, Sebuah Truk Nangkring Ditaman

Advertisement
Truk bermuatan batu split alami rem blong dan tabrak tiang lampu APIL  JPU dan CCTV, di Simpang Empat Pasar Rejosari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Sabtu (10/11/2018).

Salatiga, Beritaglobal.net - Kepadatan arus lalu lintas terjadi di simpang empat Pasar Rejosari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, yang disebabkan adanya kecelakaan dari sebuah truk bermuatan batu split, Sabtu (10/11/2018) sore.

Berdasar pantauan beritaglobal.net di lokasi kejadian, tidak ada korban dalam peristiwa ini, namun terjadi kerusakan yang cukup parah pada bagian depan truk serta robohnya tiang lampu penerangan jalan umum (JPU) yang digunakan juga untuk penempatan CCTV pemantau jalan.

Truk tronton dengan nopol S 9922 UQ milik PT. Merak Jaya Beton, Surabaya tersebut, sedianya akan mengirimkan batu split ke cabang perusahaan di Semarang, seperti diungkapkan oleh pengemudi truk bernama Puji Srianto (37), warga Dusun Takan Kidul RT 01 RW 05, Desa Pabelan, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang.


"Saya membawa muatan batu split dari Yogyakarta, dan akan dikirim ke kantor cabang di Semarang," ucap Puji.

Ditambahkan oleh Puji, "Saya muat dari Yogyakarta kemarin, dan berhenti dulu di Tengaran, tidak ada tanda - tanda gangguan sebelumnya, dan tadi sewaktu sampe Jalan Veteran, rem angin alami gangguan dan sampe menabrak tiang lampu ini," kata Puji.

Sementara itu, Kanit Lakalantas Polres Salatiga Ipda Zaenudin, saat akan dikonfirmasi beritaglobal.net dilokasi kejadian menyampaikan menunggu hasil laporan lengkap dari anggotanya.

"Nanti ya, menunggu anggota saya untuk hasil laporannya," ungkapnya singkat disela memantau arus lalu lintas.

Sebelum terjadinya peristiwa ini, seorang pedagang buah Mangga bernama Narto (75), warga Karanggede yang kebetulan melihat truk melaju dari arah Solo dengan kecepatan tinggi dan mengambil jalur berlawanan, sempat akan berlari untuk menyelamatkan diri, bilamana truk tidak terhenti oleh taman kecil di depas Pos Polantas Simpang Empat Pasar Rejosari.

"Saya tadi melihat truk kenceng dari arah atas (arah Solo-red), dan melaju di sebelah kanan, tiba - tiba denger suara bruk! Kencang, melihat truk menabrak, saya sudah siap - siap berlari, jaga - jaga kalau tidak berhenti dan lompat ke sini," kata Narto.

Dwi Nopiawaty, S.SiT., M.T., selaku Kasie Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Salatiga, yang saat peristiwa ini juga berada dilokasi kejadian, menyampaikan rasa keprihatinanya atas peristiwa ini.

"Merasa prihatin dengan adanya kejadian ini, pada bulan - bulan ini sedang ada perbaikan traffic light seperti di Jetis, jadi arus lalu lintas menjadi lebih padat, apalagi ini sudah memasuki musim hujan dan rawan kecelakaan lalu lintas, karena simpang empat Pasar Rejosari ini cukup padat," kata Nopiawaty.

Selanjutnya Nopi menyampaikan jika pihaknya akan memastikan arus listrik untuk menjaga traffic light bisa difungsikan kembali untuk sementara. "Kami akan melakukan pengecekan dulu, apakah listrik di sini masih bisa berfungsi apa tidak," ungkap Nopiawaty menegaskan. (Agus Subekti)