Friday, November 2, 2018, 11/02/2018 12:35:00 PM WIB
Last Updated 2018-11-02T05:35:00Z
NEWSSARTNI & POLRI

Anggota TNI dan Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban Bencana Tanah Longsor di Banyubiru

Advertisement
Proses evakuasi korban bencana tanah longsor oleh personel TNI dari Kodim 0714/Salatiga, Tim SAR Gabungan, anggota PMI dan masyarakat sekitar Desa Banyubiru, Kamis (01/11/2018). (Foto: Dok. Pendim 0714/Salatiga)

Salatiga, Beritaglobal.net - Aksi heroik anggota TNI bersama Tim SAR, PMI dan warga masyarakat saat melakukan proses evakuasi korban bencana tanah longsor di desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru kabupaten Semarang, Kamis (01/11/2018), berlangsung dramatis.

Setelah korban berhasil di selamatkan dari lokasi tanah longsor, selanjutnya korban di bawa ke Posko Penanganan Korban Bencana Alam yang berada di lapangan desa Banyubiru untuk diberikan tindakan pertolongan pertama.

Hingga selesai para relawan memberikan perawatan secukupnya, belum diketahui identitas korban. Sehingga menjadikan kerja tim relawan bencana bertambah untuk memastikan keberadaan korban lainnya.

Kesigapan dan kerja taktis para relawan diatas merupakan bagian dari skenario Latihan Penggulangan Bencana Alam yang diselenggarakan oleh Korem 073/Makutarama bersama Kodim 0714/Salatiga serta jajaran terkait.

Kegiaatan yang dibuka oleh Kepala Staf Korem 073/Makutarama Letkol Inf Hari Santoso, S.Sos., ini dihadiri oleh Kasdim 0714/Salatiga, Kasatdisjan Korem 073/Makutarama, Kapolres Semarang, Kasatpol PP Kabupaten Semarang, Kepala PMI Kabupaten Semarang serta pejabat dari instansi terkait lainnya.

Simulasi penyelamatan dan pencarian korban bencana tanah longsor

Kegiatan Latihan Penanggulangan Bencana Alam ini melibatkan 520 personel dari, Kodim 0714/Salatiga, Yonif 410/Alugoro, Anggota Korem 073/Makutarama, personel BPBD Salatiga dan Kabupaten Semarang, RAPI Salatiga, Tagana Kabupaten Semarang, Anggota PMI serta Masyarakat desa Banyubiru dan Kebondowo.

Disampaikan oleh Letkol Inf Hari Santoso, S.Sos., “Kegiatan Latihan ini dilaksanakan dengan semakin banyaknya kejadian bencana alam yang datang secara tiba - tiba dan setiap saat bisa mengancam siapaun dan dimanapun, dengan melihat bahwa Desa Banyubiru ini terletak di antara ketinggian sangat memungkinkan akan terjadinya bencana tanah longsor, sehingga dengan demikian latihan ini sebagai antisipasi apabila terjadi bencana tanah longsor, kita selaku aparat dan pemerintah sudah siap, siapa, apa dan berbuat apa, tentunya kita semua tidak menginginkan terjadi bencana alam disini, dengan kesiapsiagaan seperti ini diharapkan kita bisa meminimalisir jatuhnya korban jiwa, dan tidak lupa marilah kita doakan bersama saudara - saudara kita yang sedang tertimpa bencana alam di Palu, Donggala dan NTT serta korban jatuhnya pesawat LION AIR,” kata Letkol Inf Hari Santoso. (Fera Marita)