Wednesday, November 7, 2018, 11/07/2018 09:01:00 PM WIB
Last Updated 2018-11-07T14:01:47Z
NEWSSAR

Basarnas Jateng Berikan Diklat MFR Bagi Potensi SAR Kabupaten Temanggung

Advertisement
Penyematan tanda peserta oleh Kabasarnas Jateng dalam acara pembukaan Pelatihan Gabungan Ketrampilan Pertolongan Pertama (MFR) bagi Potensi SAR Kabupaten Temanggung di Gedung Panorama Perhutani, Kabupaten Temanggung, Rabu (07/11/2018). 

Temanggung, Beritaglobal.net - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang, mengadakan pelatihan gabungan keterampilan pertolongan pertama, Medical First Responder (MFR), bagi Potensi SAR Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Pelatihan di buka oleh Kepala Basarnas Jateng Aris Shofingi di Gedung Panorama Perhutani, Jalan Wonosobo - Temanggung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung Rabu (07/11/2018) pagi sekira pukul 08.30 WIB.

Dalam sambutannya, Aris menekankan kepada instruktur untuk menyampaikan materi tentang penanganan pertolongan pertama dalam kecelakaan darat, laut maupun udara, "Bagi para potensi SAR diharapkan untuk mengikuti pelatihan ini dengan baik, bisa meningkatkan individul skill, bisa kerjasama secara kelompok," harap Aris dalam sambutannya.

Sesuai amanah Undang - Undang No. 29/2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, selain tugas pokok dan fungsi untuk melaksanakan operasi SAR, Basarnas mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk membina, mengatur, mengendalikan, dan mengawasi potensi SAR yang ada di wilayah kerjanya.

Pelatihan diadakan tiga hari kedepan di ikuti kurang lebih 27 Organisasai potensi SAR dari komunitas pecinta alam di wilayah Kabupaten Temanggung. Alasan di pilih KabupatenTemanggung, karena kondisi karekteristik khususnya wilayah Temanggung - Wonosobo di apit oleh dua gunung, yaitu Gunung Sumbing dan Sindoro. Dimana kedua gunung tersebut sering di kunjungi para pendaki, dan dimungkinkan terjadi kondisi membahayakan jiwa manusia yang perlu membutuhkan pertolongan pertama.

Seluruh potensi SAR yang hadir berjumlah lebih kurang 60 personil, di bekali materi teori dan praktek, untuk teori pertama di sampaikan Basuki (instruktur) tentang Pengenalan Pertolongan Pertama, dilanjutkan Pemindahan Darurat, Pemeriksaan Fisik. Sedangkan materi BHD di sampaikan Nanang (instruktur), tentang penentuan pemilahan cidera korban (triage), dan penanganan cidera jaringan lunak. Untuk materi terapi oksigen pada korban yang pembutuhkan pertolongan pertama di sampaikan oleh Rindang (instruktur).

Keterampilan di bidang penanganan pertolongan pertama kecelakaan darat, pelayaran, penerbangan, bencana, kondisi membahayakan manusia harus di miliki karena sering penolong (rescuer) yang pertama mendapati korban.

Ditegaskan oleh Aris, "Diharapkan para Potensi SAR Temanggung bisa mengapliksikan materi yang sudah di berikan oleh instruktutur, serta para perserta lebih erat dengan Basarnas, bersinergi di lapangan saat melakukan pertolongan sesungguhnya," pungkas Aris.


Penulis: Fera Marita
Sumber: Humas Basarnas Jateng