Sunday, December 16, 2018, 12/16/2018 11:25:00 PM WIB
Last Updated 2018-12-16T16:25:24Z
NEWSSOSOK

Inspirasi Bisnis: Pernah Gagal Jadi Motivasi Suksesnya Bisnis Tanaman Hias Herlan

Advertisement
Dwi Herlan dan koleksi tanaman hiasnya


Ungaran, beritaglobal.net - Berawal dari sekedar menjadi petani bunga Bougenvile, dari hasil stek bibit tetangga sekitar rumahnya, menjadikan Dwi Herlan (51), warga Baran Kembongan RT 03 RW 02, Desa Baran, Kecamatan Ambarawa, saat ini sebagai salah satu pengusaha tanaman hias ternama.

Kisah suksesnya bukan sesaat dia peroleh, kepada beritaglobal.net beberapa waktu lalu, Dwi Herlan berbagi suka duka dalam meraih kesuksesan usaha tanaman hias dan jasa pembuatan taman miliknya.

"Saya menggeluti usaha tanaman sudah sejak tahun 2003 yang lalu, awalnya ya hanya bertani bunga saja. Dulu bunga Bougenvile hasil stek bibit dari tetangga kiri kanan," ucap Dwi Herlan membuka kisah suksesnya.

Dari hasil bertani tersebut, lahan sekitar rumahnya menjadi tumbuh puluhan ribu bunga Bougenvile, tetapi setengahnya kemudian mati karena dirinya belum menguasai betul bagaimana menanam bunga Bougenvile.

Dari kegagalan tersebut, Herlan akhirnya mencoba berdagang bunga, dengan membeli bunga hias dari petani disekitar wilayah Bandungan. Pada kisaran awal tahun 2004, tiba - tiba rumahnya kedatangan pemasok bunga hias dari Kota Bogor, Andalas nama pemasok bunga tersebut.

"Dari kegagalan saya bertani bunga bougenvile, saya mencoba berdagang bunga hias. Adapun stoj bunga hias saya ambil dari tetangga. Namun di awal tahun 2004 lalu, tiba - tiba ada seorang pedagang bunga dari Kota Bogor datang ke rumah saya dengan membawa bunga hias 1 mobil pick up penuh, namanya Pak Andalas, yang tidak kenal sebelumnya tiba - tiba datang dan menitipkan bunga hias dagangannya. Karena waktu itu saya tidak punya uang, ya akhirnya pembayaran bunga saya lakukan setelah stok habis, dan begitu seterusnya, dari awalnya seminggu sekali," kisah Herlan dengan santai.

Kebun tanaman hias di samping rumah Dwi Herlan, Dusun Baran Kembongan RT 03 RW 02, Desa Baran, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Varian bunga hias dari Bogor itupun beragam, tapi banyak bunga uniknya seperti Anthorium Jermani, jenis Pillow, dan bunga - bunga anggrek.

"Waktu itu anthorium jermani masih murah, kisaran harga Rp 300 ribu, tapi itupun saya tidak berani beli, karena modal kurang. Karena kepercayaan pak Andalas inilah, usaha saya berkembang. Baik saya maupun Pak Andalas ya sebetulnya tidak begitu paham bunga, namun karena proses perdagangan yang berkelanjutan, lama - lama kami paham," kenang Herlan.

Dwi Herlan juga mengisahkan bahwa pasang surut di bisnis tanaman hias telah banyak ia alami. Sempat setelah periode meledaknya era bunga Anthorium, bisnis bunga sempat sepi. Kala itu dia beralih ke usaha penjualan es krim, bisa menguasai banyak toko, bisnis es krim lesu lagi. Dwi Herlan mencoba peruntungan di usaha kontruksi, dengan mengambil kontrak pekerjaan di OPD Kabupaten Semarang. Tidak nyaman dengan usaha konstruksi akhirnya diputuskan Herlan untuk bertahan di usaha tanaman hias dan jasa pertamanan, yang telah menjadikannya tenang serta dapat lebih mensyukuri karunia Tuhan YME, terhadap dirinya serta keluarga.

Saat ditanyakan apa kunci suksesnya untuk dapat menjalankan semua usahanya, Herlan menjawab, "Selalu jaga kepercayaan yang diberikan, dan tidak lupa bahwa segala daya dan upaya itu adalah milik Allah SWT, kita nikmati saja setiap proses yang harus dilalui," tegasnya. (Agus S)