Tuesday, January 1, 2019, 1/01/2019 02:46:00 PM WIB
Last Updated 2019-01-01T07:47:33Z
NEWSPEMERINTAHAN

Polemik Guyub RW : Kajari Salatiga Pertemukan Eksekutif dan Legislatif

Advertisement

Press Conference Penganggaran Kegiatan Guyub RW 2019, di ruang Nusantara DPRD Kota Salatiga, Senin (31/12/2018). (Foto: Dok. Istimewa/ASB)

Salatiga, beritaglobal.net - Perseteruan Eksekutif dan Legislatif Kota Salatiga terkait kabar pencoretan bantuan dana hibah Guyub RW dalam penetapan APBD 2019 yang mengemuka belakangan ini menyeret Kapala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Salatiga, Dr. Yudi Kristiana,S.H., M.H., turun tangan. Menurutnya, tidak baik menyisakan persoalan di hari terkahir tahun 2018, dalam kata pembuka konferensi pers Penganggaran Dana Guyub RW.

"Kalau dalam ajaran agama, sebelum matahari terbenam itu masalah sudah selesai. Dalam dunia pemerintahan kadang ada perlu dialog – dialog atau media apapun namanya yang bisa menyentuh. Menyentuh kekakuan dalam sebuah birokrasi kelembagaan, baik dalam dunia eksekutif, yudikatif, legislatif,” kata Kajari dalam Konferensi Pers Penganggaran Guyub RW 2019 yang dihadiri tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), Forum Ketua RW dan anggota Banggar DPRD di Ruang Nusantara DPRD Salatiga, Senin (31/12/2019).

Diterangkannya, pilar - pilar pemerintahan perlu adanya pendekatan humanistik agar menghilangkan kekakuan dalam komunikasi sehingga meminimalkan distorsi informasi, untuk tetap menjaga pemerintahan di jalur yang benar. Dia berharap, hari terakhir di tahun 2018, baik eksekutif, legislatif dan yudikatif menjunjung tinggi rasa persahabatan sekaligus saling memaafkan.

Untuk menurunkan eskalasi hal negative, kata Yudi, kedua belah pihak perlu duduk bersama untuk menyelesaikan polemik agar tidak semakin besar.

"Saya hanya bersifat menjebatani sehingga ekses birokrasi terhadap polemik dapat diselesaikan, terlebih menyangkut konsekuensi anggaran sekaligus keberlangsungan pembangunan di Kota Salatiga, termasuk kesejahteraan masyarakatnya," terangnya.

Diakuinya, di gedung dewan dipenuhi oleh negarawan dengan fungsi budgeting, kontroling yang sudah dijalankan dengan baik. Sehingga, kalau pemerintahan dijalankan dengan kearifan dan kebijaksanaan, tentu pemerintahan juga akan berjalan baik.

"Kalau Pak Walikota sudah minta maaf, saya akan mewakili meminta maaf lagi," tandasnya.

Baca juga : Polemik Guyub RW: Ini Versi Pemkot Salatiga Dalam Konferensi Pers

Sebagaimana dikabarkan di beritaglobal.net, Ketua DPRD Kota Salatiga Milhaus Teddy Sulistyo didampingi M Kemat menguraikan detail jalannya proses penganggaran KUA PPAS 2019 hingga munculnya pokok masalah untuk prioritas menambahkan penyertaan modal ke PD BPR Bank Salatiga sebesar 16 miliar rupiah dan menunda dana Guyub RW ke anggaran perubahan 2019.

"Yang menunda adalah Pak Sekda sendiri, bukan dari Dewan. Tapi yang berkembang di media sosial, Ketua DPRD menolak guyub RW termasuk Fraksi Partai Demokrasi Indonesia," kata Kemat.

Menanggapi hal itu, Walikota Salatiga Yuliyanto memandang sebagai bagian dari tugas eksekutif mengawal kegiatan - kegiatan yang diusulkan dalam RAPBD 2019. Oleh karena itu Yuliyanto menyampaikan apresiasi kepada tim anggaran yang sudah melakukan upaya aktif memberikan pelayanan dan pembangunan yang ada di Kota Salatiga.

"Saya kira itu, apabila selama kami memimpin jabatan amanah sebagai Walikota di Salatiga tentunya banyak kurang dan banyak salah, menjadi hal yang biasa dan dari lubuk hati yang paling dalam saya ucapakan terima kasih dan mohon maaf karena saya manusia biasa. Kronologi yang menyeruak kemarin sebagai bagian proses pendewasaan kita, tentunya diakhiri saja, tidak perlu panjang lebar," tutur Yuliyanto.

Ditandaskannya, anggaran Guyub RW sudah disepakati dalam risalah rapat ke dalam anggaran APBD perubahan tahun 2019 sehingga ini menjadi keputusan  bersama dan masyarakat dapat memahami. (Agus S)