Saturday, January 5, 2019, 1/05/2019 01:32:00 PM WIB
Last Updated 2019-01-05T07:35:17Z
LIFESTYLENEWS

Camat Tingkir Resmikan Kampoeng Kuliner

Advertisement
Camat Tingkir, Kota Salatiga Nunuk Dartini meresmikan Kampoeng Kuliner Margorejo di lingkungan RW 03 Kelurahan Gendongan, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Sabtu (05/01/2019). (Foto: istimewa/KHM)

Salatiga, beritaglobal.net - Camat Tingkir, Nunuk Dartini meresmikan berdirinya Kampoeng Kuliner Margorejo di lingkungan RW03 Kelurahan Gendongan Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Sabtu (05/01/2019). Mewakili Walikota Salatiga yang berhalangan hadir, Nunuk menyampaikan apresiasi gagasan warga RW 03 Gendongan yang secara mandiri berupaya meningkatkan ekonominya dengan mendirikan pusat kuliner.

Dalam sambutan mewakili Walikota Salatiga yang berhalangan hadir, Nunuk menegaskan jangan sampe hangat - hangat tai ayam. Semangat warga RW 03 Gendongan ini harus berkesinambungan sehingga berjalan lebih baik. Terlebih, semua peserta lapak sudah teruji dan layak untuk tampil.

"Keberadaan kampoeng kuliner ini akan sangat membantu masyarakat sehingga perlu didukung oleh pemerintah sesuai kapasitasnya, sehingga akan sukses terus menerus. Kami akan bantu agar bisa direalisasikan bantuan sarana prasarana yang sudah diajukan ke instansi," tandas Nunuk .

Lebih lanjut Nunuk berpesan kepada panitia penyelenggara untuk tetap menjaga kebersihan jangan ada bau limbah dan saling mengingatkan aturan yang ada.

"Pesan walikota, jika dikemudian hari kampoeng kuliner ini terkenal, maka lingkungan ini akan menjadi daerah tujuan, sehingga diprediksi akan ada kemacetan yang menyebabkan kurang nyaman bagi pengunjung dan warga. Oleh karena itu harus dipikirkan oleh panitia adanya sentra parkir dengan memanfaatkan halaman warga sehingga ada retribusi yang bisa dijadikan tambahan masukan," terangnya.

Camat Tingkir Nunuk Dartini, melihat - lihat lapak di Kampoeng Kuliner Margorejo selepas peresmian, Sabtu (05/01/2019). (Foto: istimewa/KHM)

Sementara, Ketua panitia Kampoeng Kuliner Margorejo, Suhadi menyampaikan terimakasih kepada Walikota atas diijinkannya pengajuan penutupan saluran air di lingkungan RW 03 Gendongan pada akhir tahun 2017 guna mendirikan kampung kuliner di atasnya.

"Semoga keberadaan Kampoeng Kuliner Margorejo ini menjadi berkah bagi warga dan pesertanya dalan upaya meningkatkan ekonomi masing-masing," ungkap Suhadi yang juga sebagai Ketua RW 03 Gendongan.

Diungkapkannya, di Kampoeng Kuliner Margorejo ini terdapat 36 unit lapak atau tenda, yang pengadaannya membutuhkan biaya sebesar Rp 69,3 juta. Sementara, pengeluaran proses pelaksanaannya telah mengeluarkan biaya sebesar, Rp 26,4 juta, sehingga total biaya keseluruhan mencapai Rp 95,4 juta. Selanjutnya seluruh tenda tersebut bisa dimiliki oleh warga RW 03 dengan harga Rp 2 juta dan Rp 2,4 juta sesuai lokasinya.

"Jika semua tenda lunas terbayar, maka uang yg terkumpul mencapai sekitar Rp 80 jt. Untuk sementara ini, dari seluruh tenda yang telah terbayar mencapai Rp 68,3 juta ditambah sumbangan dari kas RW Rp 9 jt, dari jamaah lingkungan masjid Rp 1 jt, dari In Widodo Rp 4,5 juta dan sumbangan - sumbangan lain," papar Suhadi.

Suhadi menegaskan bahwa, panitia tidak menjual tempat lapak. Sehingga, apabila peserta tidak bisa melanjutkan usahanya, tempat usaha dikembalikan kepada panitia, tidak bisa diperjualbelikan atau dikontrakkan.

"Untuk meringankan beban peserta, pihak panitia telah mengajukan bantuan ke instansi - instansi terkait, namun belum menerima jawaban," kata Suhadi.

Terpisah, Ucin (35) pemilik tenda kuliner nasi gandul mengaku sangat senang, meskipun baru pertama kali ini ia berjualan. "Lapak saya ini mulai buka jam 10 pagi hingga malam dengan harga 10 ribu rupiah - 20 ribu rupiah tiap porsi," ujarnya. (Khamim)