Pamit BAB, Bocah Ini Justru Hanyut di Sungai Banyuripan -->

code ads

Pamit BAB, Bocah Ini Justru Hanyut di Sungai Banyuripan

Sunday, January 13, 2019
Tim SAR gabungan dengan menggunakan peralatan lengkap, mencari korban hanyut di sungai Banyuripan, Desa Jatilawang, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Senin (14/01/2019). (Foto: Dok. Basarnas Jateng)

Boyolali, beritaglobal.net - Seorang bocah di terseret arus sungai Banyuripan Desa Jatilawang, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali pada hari Minggu (13/01/2019) siang kemarin.

Berdasar data diterima dari Kepala Basarnas Jawa Tengah Aris Sofingi kepada beritaglobal.net, Senin (14/01/2019) pagi, bocah nahas itu diketahui bernama M. Nul Fansah (10), warga Banyuripan RT 15 RW 04, Desa Jatilawang, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.

Aris Sofingi mengungkapkan kronologi awal kejadian nahas tersebut. Pada hari Minggu (13/01/2019) kemarin sekira pukul 14.30 WIB, korban bersama tiga temannya pergi ke sungai Banyuripan untuk melakukan buang air besar (BAB) dengan kondisi cuaca saat itu sedang hujan.

"Saat itu korban berjalan melewati pinggiran sungai, namun ditengah jalan korban terpeleset dan terjatuh ke aliran sungai yang deras sehingga akhirnya hanyut dan tenggelam," ungkap Aris Sofingi.

Berbekal informasi itu, Basarnas segera menugaskan Pos SAR Surakarta untuk melakukan pencarian terhadap korban di sepanjang bantaran sungai Banyuripan.

Sementara itu Koordinator Pos SAR Surakarta Arif Sugiarto menambahkan, langkah awal yang diambil pihaknya untuk proses pencarian korban.

"Malam itu juga kami segera memberangkatkan tim rescuer untuk melakukan pencarian dan pertolongan dengan membawa peralatan air yang di lengkapi dengan alat selam," ungkap Arif.

"Pukul 23.30 WIB kami sudah sampai di Desa Jatilawang untuk koordinasi dengan perangkat desa setempat," lanjut Arif.

Saat ini Basarnas Pos SAR Surakarta bersama tim SAR gabungan diantaranya BPBD, Polsek, Koramil, SAR MTA, Ubaloka dan warga setempat melakukan penyisiran jalan kaki dari TKP menuju hilir waduk Kedungombo.

Proses pencarian korban dengan menyisir aliran sungai Banyuripan sejauh lebih kurang 7 Km, hingga ke Waduk Kedungombo. (Foto: Dok. Basarnas Jateng)

"Kami Saat ini melakukan penyisiran sejauh lebih kurang 7 km dengan kondisi kedalaman sungai Banyuripan bervariasi sekitar satu meter. Dan beruntung cuaca pada hari ini cerah, sehingga memudahkan pencarian. " tandas Arif.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian korban masih terus dilakukan dengan menyisir sungai dan penyelaman di beberapa titik aliran sungai Banyuripan. (Vitri Budi Prabawani/Fera Marita)


Sumber: Basarnas Jawa Tengah